
3 minggu sudah Ardian tak bertemu dengan Pita.
Pita bak di telan bumi bahkan Tedi dan Gea pun.sehari setelah kejadian Pita pingsan ia pergi ke rumah sakit untuk menjenguk nya namun suster mengatakan jika pasien telah keluar di hari dia masuk.lalu ia pun langsung bergegas ke daerah Lewisari namun nihil dia tak menemukan siapapun.Gea dan Tedi pun ia tak menemukannya.
Hari ini seperti Biasa ia di sibukan dengan adik-adiknya.selepas mengantar Alfi dan Alma ia bergegas ke Proyek untuk mengecek apa ada hambatan atau Tidak setelah itu ia akan pergi ke Ciawi, lalu ke Banjar wangi untuk mengambil barang terakhir ke Ciawi tali mengambil Kol dari Sahabatnya Lukman.
Ciawi yang di maksud pertama adalah sebuah kampung yang terletak setelah Taraju, lebih tepatnya setelah ACD Taraju Tasikmalaya.
kalau Banjar Wangi dan Ciawi tali itu termasuk ke Garut.
Setelah mengecek Proyek ia pun bergegas pergi namun di perjalanan tepatnya di kebun teh ACD ekor matanya melihat seorang wanita tengah duduk menatap Jauh
Hatinya menuntunnya untuk berhenti, etahlah ia merasa mengenal wanita yang tenagah duduk sendiri itu.
Pakaian yang di pakai wanita itu membuat nya terasa gak Asing,hijab panjang yang membentuk kotak pada bagian belakang itu seperti ia kenali, namun ia tak tau kapan ia melihatnya.
Dan benar saja setelah dekat ia melihat sosok wanita yang menghilang tiga minggu ini.
Ia pun bergegas duduk di sebelah wanita itu, ia melihat wanita itu menatap kosong ke arah tangkai teh yang baru di pangkas, wanita itu baru saja menangis karena jejak air matanya masih terlihat basah.
"Nih" Ucap Ardi sambil mengulurkan Handuk bersih yang belum ia pakai.
Pita pun sadar dari lamunan nya lalu mengerjap beberapa kali dan melihat ke arah Handuk kecil yang di ulurkan lalu pada si pelaku.
"Aa"
"Hem" Jawabnya.
"Gak usah" Tolaknya.Ardi pun menarik kembali Uluran tangan yang memegang handuk itu.
"Ngapain Disini?"
"Kesasar" jawabnya.
Ardi pun menatap wanita di sebelahnya bingung"Sama siapa kamu kesini?"
"Aku naik angkutan umum jurusan Singajaya dan aku turun disini"
Ardi menggelengkan kepala nya tak mengerti dengan jalan pikiran wanita di hadapannya.
"Kenapa?Aneh ya?" Tanya Pita "Aku kabur, Ayah ku datang dengan Syam, laki-laki yang akan di nikahkan dengan ku"
"Nikah?"
Pita mengangguk"Iya, Ayahku memaksa ku menikah dengan pilihannya.namun aku tak mau, itu akan mencoreng nama keluarga ku"
"Apa salahnya sebuah perjodohan?itu tak ada yang salah Pita?" Ucap Ardi
"Aku akan mencoreng harga diri keluarga ku A" ucapnya penuh penekanan.
"Why?"
"Aku bukan Gadis"
__ADS_1
Tiga kata itu keluar jelas dari mulut wanita di sebelah Ardi, Ardi terdiam ia tak berani bertanya lebih lanjut, ia bingung apa yang harus ia tanyakan 'Aku bukan Gadis' Apa maksudnya? bukankah di belum menikah?tapi ia tak mau di sebut gadis?otaknya terus berputar-putar mencerna Apa maksud gadis di sebelahnya.
"Aa mau kemana?" tanya Pita.
"Astagfirulloh" Ucapnya, ia baru sadar harus mengambil Singkong hari ini."Aku akan pergi ke Ciawi, kamu masih mau disini?"
Pita diam sejenak"Boleh aku ikut?"tanyanya.
Ardi menatap penampilan Pita, wajah sembab itu membuatnya meringis, ia akan di sangka telah membuat seorang wanita menangis.
"Ada Air?" tanya Pita saat menyadari tatapan Ardi, Pakaian Syar'i Biru Dongker yang ia kenakan tak ada yang salah menurutnya hanya penampilannya, make up yang sudah sangat acak-acakan karena ia menangis sejak sampai di sana itu akan membuat orang beranggapan buruk pada Ardi.
"Ada, Sebentar" Ucapnya lalu ia pun berjalan untuk mengambil botol minum yang selalu ia simpan di mobil.ia pun memberikannya pada Pita.
"Balik badan" Titah Pita"Aku mau buka hijab, mau cuci muka"Sambung Pita dan Ardi pun menuruti mau Pita.
Tak lama Pita pun memberikan Botol minum yang tinggal seperempat botol lagi, "Aku akan selesai dalam waktu 5 menit" Ucap Pita sambil duduk di pinggir Aspal.
Ardi hanya mengangguk dan melihat betapa terampilnya wanita di depannya yang tengah merias diri dengan berbagai macam jenis make up.
"Jangan merah" Ucap Ardi saat melihat Pita mengeluarkan lipstik warna merah.
"Aku pake bahan dasar warna ini, ini hanya pelengkap" Ucapnya sambil memperlihatkan warna Peach lalu beralih pada warna merah.
Ardi diam, melihat apa yang akan wanita itu lakukan,ia melihat dengan jelas Pita mengaplikasikannya.
"Sudah?" Tanyanya.
"Gak mau ikut juga gak papa" Jawab Ardi enteng.sambil membukakan pintu penumpang
Pita mengerucutkan bibirnya lalu masuk kedalam mobil.setelah itu Ardi pun masuk dari pintu bagian pengemudi.
"Emangnya Aa tega ninggalin aku sendirian di kebun teh ini?"
"Kalau tadi aku gak berhenti ya apa yang harus aku peduliin" Jawab Ardi sambil menyalakan mobilnya.
Pita mengendus sebal atas jawaban Ardi.
"Kita mau ngapain ke Ciawi?" tanyanya"Jauh gak?"
"Lumayan jauh,15 menit lagi juga sampai." Jawabnya.
"Mau ngapain kesana?"
"Mau ambil singkong." Jawabnya.Pita pun mengangguk sebagai jawaban, Tak ada lagi percakapan di antara mereka hingga sampai tempat yang di tuju.
Ardi keluar dari dalam mobil lalu bersalaman dengan seorang lelaki paruh baya, tak lama ia pun kembali datang ia membawa kiloan Gantung.Pita melihat semua yang di lakukan Ardi,menurut Pita pekerjaan yang di lakukan Ardi sangatlah berat.
"Kita kemana lagi?" tanya Pita pada Ardi yang sudah mengendarai kembali mobilnya menjauh dari tempat ia mengambil singkong.
"Ke Banjar Wangi, kalau kamu mau istirahat atau tidur.tidur aja.waktu tempuhnya lumayan jauh."
Pita pun mengangguk, namun ia tak tidur ia hanya memainkan handphonenya.ia setia memperhatikan apa yang di lakukan Ardi hingga ia tiba di tempat pertama kali ia bertemu dengan Ardi.Sebuah warung makan yang terletak di sebuah belokan disana terdapat batu besar warung itu sering di sebut Warung Ciawitali.
__ADS_1
"Kamu tunggu di warung, pesan aja makan sekalian soal nya sudah waktu makan siang.Nanti aku nyusul." Ucap Ardi.Pita pun mengangguk lalu bergegas masuk kedalam warung dan mengambil makan juga Air mineral.tak begitu lama Ardi pun datang dengan seorang laki-laki berperawakan kecil.Ardi dan si laki-laki mengambil makan lalu duduk di meja yang sama.Ardi duduk di sebelah Pita sedangkan laki-laki itu duduk di hadapan Ardi.mereka makan dalam diam tak ada pembicaraan sedikit pun.
"Kamu gak papa kalau nganter wortel, kol sama pecay kerumah?" tanya Ardi setelah menyelesaikan makanannya.
"Gak papa, wolles aja" Jawabnya, Si laki-lakipun menatap Pita yang duduk di sebelah Ardi.dan Ardi tau maksudnya.
"Dia Pita temannya Teman Teh Santi"
"kamu selebgramkan?" tanyanya pada Pita, Pita mengangguk membenarkan.Ia pun merogoh tas kecilnya mengeluarkan handphone dan mengetuk-ngetuk juga mengscroll beberapa kali."Yang ini kan?"tanya nya sambil memperlihatkan satu poto Pita.
Disukai oleh @Ruli_yandita dan 10.555 lainnya
@Pitaloka_Nurbaya ❤
(photonya hanya pemanis ya✌)
Ardi menatap Pita ia baru tau kalau Pita sangat terkenal di sosial media.Ia tak menyangka wanita yang di hadapannya ini adalah seorang yang sangat terkenal.pantas saja Pakaian yang di pakai Pita sangat cantik dan sangat modist belum lagi kelihaiannya bermake up.
"Iya itu aku" Ucap Pita.
"Woahhhhh, Teh Santi mainnya jauh ya?sampe kenal dengan Selebgram"
"Kamu tau itu dari siapa?" Tanya Ardi pada Lukman"Kata kamu kamu gak suka main Instagram karena Boros kuota?"
"Yehhh Di, meski memang boros tapi istriku suka meminta ku membelikan Baju-baju yang di iklankan oleh Pita dan dia suka merengek minta di belikan."
"Terus?"
"Ya aku suka liat-liat lah baju baru yang di iklankan untuk persiapan sebelum istriku merengek."
"Susis juga ya?" Ejek Pita.
Lukman mengendus,"Bukan susis, tapi Aku sayang banget sama istriku.dia rela jauh dari keluarganya dan mengabdikan diri padaku, memberikan mahkota berharganya pada ku, rela mengandung benih ku, mengurus dan merawatku juga anak-anakku dengan baik.makanya aku sebisa mungkin bekerja banting tulang untuk membahagiakannya"
"Dia dinikahi mu masih Perawan?" tanya Pita.Ardi dan lukman menatap Pita dengan tatapan berbeda jika Lukman dengan wajah berbinar di iringi dengan Anggukan sedangkan Ardi dengan wajah bingung kenapa pita bertanya sepormal itu.
"Ia lah, aku menikahi Gadis asal Kampung Karees dari sini mungkin bisa di tempuh 3 jam.dia menikah dengan ku dan aku bawa dia kesini tinggal bersama orang tua ku, namun tak lama karena aku bangunkan ia rumah." Jawabnya.
Pita mengangguk, Hatinya teriris.Bila dulu ia tak menikah dengan Yuda lelaki Non Muslim asal Bali itu mungkin ia bisa menikah dengan laki-laki baik dan pekerja keras yang akan membanggakannya seperti Lukman membanggakan istrinya.
Ardi dikepalanya terus berputar 'Aku bukan gadis' dan pertanyaan Pita barusan 'Dia di nikahi mu masih Perawan?'.Kata-kata yang sungguh sangat sensitif ia berpikir apakah Pita sudah tak perawan lagi? tapi melihat dari penampilannya yang tertutup juga dalam statusnya belum menikah.mana mungkin itu terjadi.
"Di Di Ardian" Panggil Lukman.
Ardi oun mengerjap"Luk aku mau ke pasar Cikajang, mengambil Kembang kol. kamu masukan 2 karung Kol, satu karung Wortel dan satu karung Pecay ke mobil ku.aku sepertinya akan langsung mengantarkannya ke Cikurubuk.kamu Antarkan saja sisanya ke rumah disana Ada Sigit." Ucap Ardi, Lukman pun mengangguk mengerti.
Setelah membayar makanan Pita pun segera masuk ke dalam mobil sedangkan Ardi dan Lukman mengangkat sayuran ke dalam mobil.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1