ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
78


__ADS_3

"Ini teh nya"Ucap Mahreen.


Gifari tersenyum"Terima kasih sayang"ucap Gifari"Kita kapan berangkat?"


"Besok subuh aja gimana?"Tanya Mahreen


"Naik mobil?"


Mahreen mengangguk"Aa bisa bawa mobilkan?"


"Bisa,tapi Aa gak punya mobil"Ucap Gifari seraya melempar senyum


"Aa,tenang mobil mah aya.kantun nganggo"(tenang soal mobil ada kok.tinggal pakai).


"Aa malu nikah sama sayang,karena sayang udah punya segalanya"


"Jangan gitu,Aku gak punya apa-apa kok itu semua kan milik Zio.Kita bangun rumah tangga kita dari hasil kita ya,jangan campur tangannin hasil dulu."Ucap Mahreen.


"Iya"Jawab Gifari seraya merangkul pinggang Mahreen.


"Alm istri Aa dimana di makaminnya?"


"Di garut,Aa pernah kesana dua kali."


"Eh?"


"Sayang"Ucap Gifari pelan seraya menyimpan buku yang tengah ia pegang."Rumah tangga Aa dulu gak baik,Aa kerja di pelabuhan dan jarang pulang ke bandung."


"Terus katanya kan istri aa pernah hamil?"Tanya Mahreen"Itu aku tau dari Mbak Ai."Ucap Mahreen lagi ketika Gifari menatap Mahreen dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Sayang"Ucapnya"Isti kerja di salah satu perusahaan dan ia berkerja sebagai Sekertaris seorang laki-laki bule,banyak yang bilang Isti gak pernah pulang siang dan selalu nya larut,bahkan teman Aa yang memiliki unit apartemen di Pasteur ia bilang sering melihat Isti disana.Aa bodoh dan Aa nutup telinga,Aa percaya Istri wanita baik dan gak akan pernah berpaling toh penghasilan aa semua ia yang pegang Aa hanya pegang sepertiganya aja.dan saat itu gajih aa cukup besar"


"Entah kenapa saat itu Aa pergi ke Pasteur ke tempat teman Aa dan Aa mutusin nginep disana,dan malam itu Aa menemukan Isti keluar dari Unit yang tempatnya sebelah Unit teman Aa,hancur banget hati Aa saat itu."


Mahreen memegang tangan Gifari mencoba memberi semangat"Kalau Aa gak mau mengulang masa lalu gak usah cerita juga gak papa"


Gifari melempar senyum"Aa gak mau rumah tangga Aa sekarang hancur karena ketidak terbukaan"


"Ok"Ucap Mahreen lirih.


"Pakaian Isti saat itu sungguh sangat membuat Aa sedih,dia memang gak berhijab seperti Sayang tapi dia selalu berpakaian sopan.namun malam itu ia berpakaian yang menurut Aa sungguh sangat menjijikan.makanya Aa gak mau Sayang pake pakaian yang di kasih oleh Fatiah"Mahreen mengangguk mengerti.


"Aa menyambut Isti malam itu,dia kaget liat Aa dirumah.Malam itu pula Aa turunkan talak pada dia dan bicara jika Aa melihat dia di Apartemen.4 bulan berlalu orang tua Isti datang dan bilang Isti baru saja keguguran."


"Aa tidak mengurus surat cerai?"


"Mana ada terpaksa,Aneh?"Ucap Mahreen.


Gifari tersenyum kecut"Itu juga yang Aa pikirkan..dan Anehnya,Aa kembali lagi sama dia tapi tetap LDR karena Isti gak mau ikutin Aa dan tinggal di rumah yang Aa beli.dan beberapa bulan kemudian terjadi lagi,harusnya Aa yang marah besar saat tau di hamil bukan anak Aa tapi ini malah sebaliknya Isti yang marah besar dan bilang kalau Aa gak akan punya anak hingga ia melakukan itu.Sakit banget hati kala itu tapi Aa tetap bertahan karena dia memohon untuk mengakui anaknya,Isti ingin punya anak karena lelah di katai yang tidak-tidak sedang kan Aa sendiri orang yang gak peduli sedikit pun sama omongan orang,namun mungkin karena buta jadi Aa gak melepaskan Isti dan mengiyakan maunya."


"Kandungan Isti gak bertahan lama hanya 5 bulan lalu keguguran.dan beberapa bulan setelah itu Isti jual rumah Aa,Aa sedih,marah sama dia belum lagi mobil juga ia jual.hingga tinggallah kita di rumah yang kemarin.Sebenarnya Aa punya rumah mendiang orang tua Aa tapi Aa sembunyikan keberadaannya dari Isti Aa takut di jual karena rumah yang tak terlalu jauh dari Pelabuhan pun ia jual.Aa kembali ke bandung dan memutuskan untuk tidak bekerja jauh dari Isti namun tak lama Isti meninggal."


"Isti Sakit?"


"Bule itu laki-laki yang di cintai Isti dari jauh-jauh hari.dan ia memberikan kesuciannya pada Aaron berkali-kali ketika Aaron mau,mungkin bisa di bilang di manfaatkan."


"Cinta sih cinta tapi gak bodoh juga kali A"Ucap Mahreen dengan nada tak sukanya.


"Setahun sebelum Isti meninggal,Isti memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memilih bungkam atas kehamilannya pada Aaron dan tunangannya.namun ada salah satu teman Isti yang tau Isti Hamil anak Aaron dan Aaron tau begitupun tunangannya.jadilah Isti yang menjadi sasaran amukan dan cacian hingga akhirnya keguguran."

__ADS_1


"Lalu kenapa menjual semua barang Aa?"


"Isti gak sakit tapi ia di peras,Aa gak tau dia punya dosa apa dan Rahasia apa hingga ia diperas dan menghabiskan semuanya."


"Lalu kenapa Aa diam?"


"Karena Aa cinta sama Isti"


"Bukan Cinta tapi bodoh itu Aa"Teriak Mahreen geram"Untuk Apa Aa pernah sekolah ke luar negri memiliki gelar Master tapi Aa bisa sebodoh itu.tau gak dosanya itu ngalir ke Aa,tau kan ada kan di kitabnya.Gak habis pikir aku"Ucap Mahreen seraya menepis tangan Gifari.


"Aa emang bodoh Sayang,Jangan marah lah."


"Kesel aku tuh,Punya gelar bagus dan lulusan dari Universitas ternama yang baik ehhh malah bodoh dan mau-maunya terjerumus sama dosa yang di buat istrinya sendiri.bukannya jadi Imam eh malah jadi Makmum heran"Nyinyir Mahreen


Gifari mengacuhkan istrinya yeng membuang muka."Setelah Isti meninggal Aa kembali ke rumah mendiang Alm orang tua Aa dan memutuskan untuk membuka rumah tahfiz di rumah mendiang orang tua Aa karena Aa ngakuin dosa Aa,Aa tetap tinggal di rumah kecil bekas Aa bersama Isti karena Aa menghargai permintaan Keluarga Isti."


"Udah Ah udah males aku dengerinnya"Ucap Mahreen."Utamanya sekarang Aa benahin diri Aa jangan bodoh karena Cinta buta."


"Berarti Aa gak boleh cinta sama kamu"


"Heyyy"Teriak Mahreen seraya menatap Gifari dengan tatapan tajam


Plak


Mahreen menampar lengan Gifari tanpa perasaan hingga membuat Gifari meringis


"Terus harus gimana?"


"Au ah kesel"Ucap Mahreen seraya beranjak meninggalkan Gifari yang tengah menggosok tangannya yang terasa panas karena mendapat pukulan Sadis dari Mahreen.

__ADS_1


__ADS_2