
Hamil adalah hal yang sangat di inginkan oleh para pasangan yang telah menikah, begitupun Pita dan Ardi.
"Minum ini?" Ucap Ardi pada Pita saat Pita menunjuk Minuman yang menurutnya Aneh.
"Iya, aku lagi ingin ini" Ucap Pita.
"Emang boleh?"
"Ya boleh lah.ini itu cappucino cingcau, Bukan yang aneh-aneh." Jawab Pita kekeh
" Cingcau kan Camcau+Gula merah tapi ini?"tanyanya.
"Udah ah susah jelasinnya" Jawab Pita lalu segera memesan apa yang ia inginkan.mereka sekarang tengah ada di pasar Singaparna, Kehamilan Pita sudah mau menginjak bulan ke 9 dan Tepat Hari ini Pita mengajak dengan setengah memaksa untuk mengantarnya membeli alat-alat bayi karena memang belum membeli apapun.Ruli sempat menawarkan untuk membantu membelikan namun Pita ingin membelinya sendiri apa lagi mengingat ini anak pertamanya.
"Dari sini kita kemana lagi?" Tanya Pita.
"Barang-barang yang perlu di belinya sudah semua belum?" tanya Ardi.
"Belum lah.Belum beli samping, pernel dan alat mandi sama kasur bayi"
"Ya udah ke Sederhana Kain aja, jangan masuk pasar lagi" Ucap Ardi.Ardi merasa ngilu saat Pita berjalan dengan Perut yang sudah sangat besar, niatnya ia ingin meminta adik-adik atau kakaknya yang membeli peralatan karena setelah syukuran 7 bulannan ia sungguh banyak sekali pekerjaan jadi dia tak bisa pergi-pergi.
"Ya Ayo"
Mereka pun berjalan beriringan dan membeli peralatan yang belum terbeli disana.
Setelah membeli semua peralatan Pita pun mengajak Ardi berbelanja pakaian untuk nya karena Ardi setelah mereka menikah sangat jarang bahkan tak pernah membeli pakaian hanya saat lebaran saja itupun pakaian yang di kirim oleh Ruli.
Sebenarnya bila Ardi ingin membeli pakaian setiap sebulan sekali pun bisa, Namun Ardi selalu bilang selagi masih ada dan masih bisa di pakai ia tak pernah membeli lagi.ia selalu membeli pakaian hanya yang ia butuhkan saja bukan seperti Pita dulu selalu membeli pakaian hanya karena bagus di lihat dan cocok saat ia kenakan.Mau itu Baju, Tas, Sepatu atau Hijab namun Pita bukan penggila Make-Up bahkan saat Hamil pun ia hanya menggunakan Pembersih saja karena memang menggunakan Make-Up saat tengah hamil itu kurang baik jadi Pita menghindarinya dan hanya menggunakan pembersih, Jika keluar rumah pun ia hanya menggunakan make up tipis dan setelah pulang langsung membersihkannya.
"Udah" Ucap Ardi setelah melihat Pita sudah berlebih memilih pakaian.
"Tapi ini juga bagus" Keluh Pita sambil memperlihatkan Kaos dan kemeja berwarna Abu hitam.
"Beli beberapa kaos aja, jangan dengan kemeja karena kan Aa juga jarang sekali keluar jauh" Ucap Ardi.
"Ya udah deh." Ucap Pita lalu mengambil beberapa kaos yang semuanya warna hitam namun sablon yang berbeda-beda dan beberapa celana pendek berbahan Jeans.
__ADS_1
Setelah berbelanja Pita pun memutuskan untuk makan Bakso setelahnya mereka pulang.
Sesampainya di Rumah Sinta langsung memarahi Ardi karena mengajak Pita berbelanja di usia kehamilan yang memasuki bulan ke 9.masalahnya karena jarak dari Rumah ke pasar Singaparna cukup jauh dan jalanan yang sangat jelek Jadi Sinta khawatir akan membahayakan Pita dan bayi yang di kandungnya
Pita pun tak bisa menyela saat kakak iparnya itu menceramahi suaminya, ia hanya bisa terus mengelus perut nya yang memang anaknya hari ini sangat aktif dalam kandungan.
"Kehamilan Pita itu udah 36 minggu Ardi, itu bahaya jika kamu membawanya ke Pasar.Jarak dari Sini kepasar bisa ngabisin 1 setengah jam lebih belum lagi jalanan nya sangat jelek, kamu harus bener-bener milih karena jalanan nya batu semua.Kamu gak mikirin kesana Hah?"
"Tapi.....
" Aku udah bilang waktu udahan syukuran, Gih kamu berangkat besok atau lusanya beli pakaian buat Utun.kenapa kamu gak nurut?
"Aku....
" Apa?"tanya Sinta galak.Ardi pun seketika diam tak mengelak karena memang dia ada di posisi yang salah.
"Udah lah teh, toh aku udah kembali dan baik-baik aja."
"Iya, Alhamdulillah kamu baik-baik aja" Ucap Sinta lembut "Teteh cuma kesel aja.kenapa sih dia itu ayam aja yang di urusi?ini anak pertama dia loh Pit."
Pita mengelus perut buncitnya "Iya teh"
"Ngilu teh, Dedeknya sedari tadi aktif terus."Ucap Pita dengan tangan terus mengelus perut buncitnya" Dari tadi juga di mobil aktif banget, Apa mungkin lagi nyari jalan keluar ya teh."Ucap Pita
"Apa udah waktunya?" tanya Ardi.
"Kalau itungan sih bisa di bilang sudah waktunya."
"Terus gimana?"
"Ini nendang-nendang aja kan bukan kontraksi?"
Karena Pita awam dan tak tau bagaimana rasanya kontraksi yang ia tau bayinya kini tengah menendang-nendang ia pun hanya menggelengken kepala nya.
"Istirahatin aja dulu di kamar kalo gitu Pit, mungkin ini epek kamu habis jalan-jalan jauh jadi kamu dan dedeknya kecapean" Ucap Sinta sambil melirik Ardi tajam, Ardi hanya bisa menunduk karena ia tau salah.
"Anterin Pita kekamar Di, Teteh mau ambil ganti dulu ke rumah.teteh mau standbay dirumah kamu dari malam ini." Ucap Sinta lalu berlalu keluar rumah meninggalkan Pita dan Ardi yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Sinta sangat-sangat kesal akan sifat Ardi terlebih Ardi sering minta yang aneh-aneh seperti meminta di buatkan kue, atau makanan yang menurutnya sulit.
Mungkin menurut Pita mudah,namun Sinta takut jika Pita kelelahan dan akan berakibat buruk pada kehamilannya.karena sewaktu ia hamil dulu ia sangat jarang beraktifitas berat seperti yang di lakukan Pita.
Ardi telah memapah Pita ke kamar dan merebahkannya disana, ia pun menyimpan bantal kecil yang suka di gunakan untuk mengganjal perutnya agar nyaman.
"Maafin aku."
"Apa yang terjadi udah terjadi A, Jangan di sesali ya.Dedek gak papa, dedek hanya kecapean?"
"Tapi itu salah Aa teh, karena Aa terus menerus menunda nya hingga hari ini."
"Udahlah aku baik-baik aja" Jawab Pita.
"Ya udah mau di buatkan sesuatu?" tanya Ardi.
"Teh manis aja boleh?"
Ardi tersenyum"Boleh, sama apa lagi?"
"Bawain kurma kiriman Ruli dan Dissert box kiriman Mia ya.Aku laper"
"Ya udah bentar ya" Ucap Ardi lalu beranjak,ia pun membawa semua apa yang di pesan istrinya.setelah itu ia pun meminta ijin karena tak bisa menemani ia harus menurunkan apa yang di beli Pita tadi.
Saat ia akan memasukan plastik besar ke kamar ia di kagetkan dengan teriakan Sinta.
"Lebih baik apa-apa yang kamu beli tadi kamu cuci dulu semua, sebelum besok Pita yang nyuci." Ucap Sinta.
"Maksud teteh?"
"Iya, kamu cuci dulu baju-baju, samping, pernel dan lainnya.teteh yakin besok Pita akan mencucinya, Perutnya udah sangat besar teteh takut terjadi apa-apa padanya.apa lagi aktifitas nya kadang membuat teteh ngilu sendiri."
"Aktipitas?"
"Iya, kamu kan suka minta di bikinin Kue lah, di bikinin makanan yang bikin pita lama berdiri lah.belum lagi Pita mengurus Rumah, Mencuci, mengepel, nyapu, masak.Denger ya Di Teteh dulu sama mamah Mertua ia gak pernah nyuruh-nyuruh karena katanya gak boleh kerja berat-berat nah ini Pita, untung dia tahan.kalau teteh yang ada di posisinya teteh udah pergi dah"
Ardi diam mencerna apa yang di ucap Sinta, rasa bersalah nya bertambah.mengapa ia tak memikirkan hal itu?
__ADS_1
"Ya udah nanti Aku Cuci."
"Jangan Nanti, tapi sekarang.Teteh akan rombak kamar belakang jadi tempat jemuran karena gak mungkin kamu jemur di luar yang ada orang langsung pada dateng dan nyangkanya Pita udah lahiran.kamu sih udah dari bulan lalu teteh suruh gak denger-dengar nah sekarang udah mau mendekati Hari lahiran baru beli." Omel Sinta.Sigit yang melihat kakaknya menunduk hanya bisa mengulum bibir menahan tawa."Sigit kamu beli tambang dan lampu juga gantungannya."Sigitpun mengangguk"Dan kalau udah kering kamu licin lansung Di, Teteh gak mau bantuin biar kamu rasain gimana rasanya ngelicin pakaian banyak kaya Pita yang ngelicinin Baju kamu sama adek-adek kamu"Ucap Sinta Ardi pun mengangguk mengiyakan.