
Pita menceritakan semua pada Dwi dan Tere mereka berdua bertukar pandang lalu tersenyum smik.
"Kalian??" Tanya Pita
"Ya" Jawab mereka bersamaan seraya mengangguk.
"Ya udah Go" Jawabnya seraya mengelus perutnya yang buncit.
Sesuai rencana, semua terselesai tepat waktu berkat Tere dan Dwi, mereka mengumpulkan Pengantin, orang tuanya, Hanan dalam waktu 50 menit.Farisa juga sudah mengaku jika di hamil anak Hanan dan langsung di nikahkan oleh penghulu.
Bu Nenden menatap Sigit sinis "Kamu" tunjuknya.
"Why?" tantang Sigit.
Dwi bangun Lalu menepis tangan Bu Nenden yang tengah menunjuk Sigit "Mau Bicara apa?bicara aja jangan sambil Nunjuk" Ucapnya.Bu Nenden Mundur.
"Mau mempermalukan orang ehhh malah diri nya sendii yang malu" Sindir Tere.
"Kak Sigit mah Nikahnya gak bakal sama orang Lain, ya kan Kak?" Ucap Auri sambil berjalan ke Arah Sigit dan Langsung di rangkul Sigit.
"Hantaran nya jangan di balikin lagi, Anggap aja SEDEKAH" Ucap Dwi, membuat Bu Nenden mengendus dan berlalu.Lalu Dwi beralih pada Sigit yang merangkul Auri "Sebagai gantinya Nanti kalau Sigit sama Auri Nikah Kakak kasih tiket ke........
"Maldives ples hotel di tanggung sama Kak Dwi" Sambung Auri dengan Cengirnya"Ihhhh kok geli ya manggil Kakak sama Om"Ucapnya sambil memeletkan Lidahnya.
"Bangkrut gue."
"Amin"
Dwi yang tengah menggusar Rambutnya langsung melotot ketika Auri mengucapkan Amin ia pun mendekat pada Auri lalu menjitak kepala Auri hingga si empunya mengaduh."Cabut gak kata Amin nya.Ngedo'ain yang bener Donk."sewotnya
"Iya Dek, kalau si Bos Bangkrut nah kita mau kerja apa?"
Auri cengir lalu memeluk Dwi "Maafin Auri Om"
"Miau mau ke Maldives?" Tanya Dwi gemas.Dwi dan istrinya memperlakukan Auri sama seperti adiknya karena ia tau betapa perihnya Hidup Auri.Begitupun Tere dan Pita
"Mau banget."
"Ya udah minta sana sama Sigit."
"Ihhhh ngeselin" Ucap Auri sambil mengerucutkan bibirnya."Sama teh Pita beliin Lamborghini nah sama aku minta ke Maldives aja gak di kasih."Gerutunya.
"Yah, nanti kita patungan" Jawab Pita.
"Hore" Senang Auri.
"Jadi ini teh gimana?" tanya Mamang Ardi.
__ADS_1
Ardi menatap mamangnya"Gak jadi nikahan mang"Ucapnya
"Tau gitu mamang sama keluarga gak usah repot-repot kesini kalau tau gak jadi nikahan mah."
Pita tersenyum lalu berjalan ke arah Bibi dari suaminya, "Nanti semuanya di antar Naik mobil"lalu ia memberikan sejumlah Uang pada Bibi nya"Maaf merepotkan" Ucap Pita, Bibi dari suaminya melihat ke arah tangannya lalu berucap terimakasih.Ardi pun melakukan Hal yang sama Pada mamangnya lalu memberikan Uang pada anak-anak mamangnya sebagai pengganti bensin.tak lupa sebelum mereka Pulang Ardi memberikan satu peti telur, dua karung beras dan satu Dus Mie.ia tinggal hanya memiliki paman yang tinggalnya jauh jadi ia dan yang lain pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberi bekal pada Pamannya yang tinggal jauh dari mereka.
Sepeninggal keluarga Ardi.Pita, Ardi, Sigit, Dwi, Tere dan Auri Duduk di Saung yang ada tengah kolambikan sebelah rumah Ardi...
"Kapan kalian Nikah?" Tanya Dwi.Sigit dan Auri yang tengah memakan Kue Lupis pun seketika tersedak.
"Heh, Gue nanya?" tanya Dwi menatap sengit pada Auri.
"Gak tau" jawabnya Acuh."Emang kenapa?mau siapain semua nya sekarang."
"Sigit?" tanya Dwi.Sigit Diam tak tau harus berkata apa.
"Kalian ini sebenernya pacaran?atau hanya sebatas saling suka?"tanya Pita
"Saling suka?"tanya Tere " Paling Si Auri nya aja yang mepet-mepet, Kebelet kawin Dia"
Auri melotot setelah melempar kulit pisang Pada Tere."Mbak Tere mah nyebelin"
"Bener kan Sigit?" tanya Tere menggoda Auri.
Sigit menunduk, namun tak lama ia menatap kakak-kakaknya "Sigit gak tau, tapi kalau deket Auri Sigit nyaman aja gitu.Cuman kalau nikah?Sigit mah penghasilannya recehan beda sama Auri."
"Kagak tau aja aku di bayar berapa kalau ada pemotretan.makanya Insecure duluan sebelum tau kebenarannya" Ucap Auri.
"Sigit melihat Auri, tapi.....
" Apa?"tanya Auri, Sigit pun Diam
Pita memegang tangan Adik iparnya"Gak besar kok cuma di kumpulin di bayarnya akhir bulan jadi kelihatannya besar."
"Jadi ondel-ondel aja, Dari pagi sampe malem paling gede dapet bayaran Gope" Ucap Auri.
"Itu besar." Ucap Sigit.
"Gak setiap hari." Ucap Pita."kalau kamu kan jualan tiap hari besar kecil juga ada pemasukan nah kalau jadi model itu tergantung ada Job atau enggak."
"Jadi kalau lagi sepi?"
"Ya tipis juga lah kak?maka dari itu jangan Mider duluan ."
Sigit tersenyum cerah pada Auri."Gemes rasanya pengen gigit tuh pipi."Ucapnya saat melihat Auri.
"Kalau gitu Nikahin?"
__ADS_1
"Kapan?"
"Kapan-kapan" Ucap Auri sambil beranjak lalu berpindah duduk di sebelah Dwi dan menyandarkan kepalanya "Bogemmin Dia donk Om, Kesel ih dinya gak peka-peka" adunya.
"kalau wajahnya Rusak gak papa?"
Auri menatap Dwi sengit"Gak, jangan kasihan anak orang"Ucapnya cepat.
"Yehhh, Lu yang nyuruh Bos lu ngebogem dia, Lu yang marah." Ucap Tere.
"Ahhhhh semuanya gak ada yang ngertiin Auri" Ucapnya cepat sambil beranjak pergi.
"Mau kemana tuh Anak?" tanya Dwi
"Paling balik ke kosan, Mood anak ABG mah bikin darah Tinggi orang tua" Ucap Tere
"Emang Lu mah udah ketuanannya pake Banget" Ucap Dwi
"Yeh Bangbang"
"Perasan Umur kita gak pada Jauh beda deh" Ucap Pita."Sigit, Kalau kamu serius kamu bilang sama Teteh.Nanti teteh bakal ngomong sama Jesi."
"Ye Git, Lu kalau mau serius jangan setengah-setengah."
"Tapi teh, Tabungan Sigit masih Jauh."
"Ahhhh elu mah,Kemarin aja nyiapin 10 juta buat ke dapur ada, buat beli hantaran sama perhiasan ada.Nah ini?" Ucap Dwi
"Kan Habis di pake kemarin makanya Sigit bingung." Ucap Sigit Jujur.
"Jangan di pikirin, Yang kemarin Aa ganti semua."
"Serius?" Tanya Sigit."35 juta ya A"
"Hah?" Teriak Dwi dan Tere bersamaan."Lu nikah cuma Abis segitu?"tanya Tere
"Enggak segitu hampir 50 an.Cuma kan kaleng amplop belum di buka jadi nanti kaleng Amplop nya Sigit yang ambil."
"beli Hantaran Cuma abis segitu sama ke dapur?"
"Yoi"
"Maklum namanya juga di Kampung, Emasnya juga bukan berlian." Ucap Pita.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Kelamaan teuing emmmmm up nya Ya....maafin ya😂
__ADS_1