ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
Pendapat


__ADS_3

Hana tengah duduk termenung, ia menatap jauh hamparan sawah di depannya


Perasaannya sekarang tengah terobang ambing karena Erik selalu menjelek-jelekan Istri kakaknya.ia bingung harus bersikap bagaimana, kerena ia tau betul dalam keluarganya satu sama lain tak boleh ikut campur urusan mereka masing-masing kecuali bila si Empunya meminta bantuan atau pendapat.


"Ngapain disini dek?"


Hana terlonjak kaget, lalu beralih menatap kebelang.Ia dapati Ardi tengah berjalan ke arahnya dengan membawa belut di tangannya.


"Mau?" Ucap Ardi sambil memperlihatkan hasil tangkapannya,Hana pun tersenyum"Tadi Aa benerin galengan sawah ehhh malah dapet belut"


"Bakar A, belutnya" Ucap Hana.


"Ya udah kesaung itu yuk" ajak Ardi.mereka pun berjalan ke arah Saung yang terletak di pinggir Sungai.


"Harus nyari ranting A" Ucap Hana.


"Gak perlu, di sana banyak kayu" Jawab Ardi.


Setelah beberapa menit Belut bakar pun bisa di nikmati oleh mereka berdua.


"Tadinya Aa mau ajak Teh Pita kemari,dia kan banyak menghabiskan waktu di kota jauh dari suasana seperti ini.jadi Aa mau memperkenalkan kehidupan Aa dikampung seperti Apa"


Hana menatap Kakaknya dari samping, lalu menunduk"Teh Pita baik A?"


Ardi mengangguk seraya tersenyum"Dia baik, sama adek-adek juga sangat baik."


"Aa pernah ribut sama teh Pita?" tanya Hana"Maaf"Cicitnya karena ia merasa Ardi tengah menatapnya"Mana mungkin ya, kan Aa baru beberapa minggu menikah"


"Pernah"


Hana diam


"Pertengkaran itu di picu oleh kesalah pahaman dalam berbicara, atau menyimpulkan ucapan juga menapsirkan suatu keadaan yang tengah terjadi.semua akan berakhir dengan saling mendiamkan atau dengan saling beradu argumen.namun alangkah lebih baiknya diam dan saling introsfeksi dulu, mungkin lebih tepatnya tenangkan hati agar bisa berpikir lebih baik.karena jika kita melakukan suatu hal saat kita emosi yang ada bukan membaik namun malah memperkeruh keadaan."


"Lalu apa yang Aa dan teh Pita lakukan."


"Kita saling diam,namun bukan berarti kita saling mengacuhkan.Teteh ipar mu itu pintar dalam menutupi masalah.Ia selalu bilang, cukup dinding kamar kita aja yang tau apa yang terjadi dalam rumah tangga kita.bila ada masalah kita akan menyelesaikannya di kamar, dan bersikap biasa ketika keluar dari kamar.kamu tau Minggu kemarin Aa salah berbicara, membuat Teteh iparmu itu tersinggung.Teteh ipar mu mendiamkan Aa semalaman dan paginya ia bersikap biasa seakan akan tak terjadi apa-apa, bahkan saat kalian datang pun ia bersikap sangat baik bukan?"


Hana menyernyit kurang mengerti"Memang kapan terjadinya?"


"Malam minggu, saat itu Aa ajak teteh kepasar dan di perjalanan Aa salah bicara.dia diam, dan Aa paham diamnya dia berarti marah dan Aa harus peka akan hal itu untuk memberikan ruang untuk ia meredam emosinya dan untuk Aa introsfeksi diri.Aa gak mau terjadi keributan diantara kita dan itu cara kita untuk mengantisifasi pertengkaran.di rumah Aa gak hanya ada Aa dan Teteh aja, namun dirumah pun ada Alma, Sigit dan juga Alfi mereka memiliki Mata dan Telinga.dan setiap Apa yang terjadi akan di jadikan sebuah pembelajaran untuk mereka kedapannya.Aa gak mau mereka trauma atau takut dengan sebuah pernikahan, Sebuah komitmen yang mengikatkan dua orang saling mencintai."


"Aa dewasa"


"Kakak iparmu lebih dewasa dek, kamu coba berbagi cerita sama dia.pasti kamu akan mendapatkan pencerahan."


Hana Tersenyum


"Ngapain kamu kemari?"


"Hana cuman pengen lihat sawahnya Aa"


"Aa tau kamu ada masalah, Apa kamu kepikiran tentang masalalunya Teh Pita yang menurut suami kamu Kelam"


Hana diam mematung mendengar penuturan Ardi.

__ADS_1


"Semua orang punya masalalu, semua orang punya kehidupan yang kadang melenceng dari kata baik.tapi semua orang pun berhak berubah jadi orang yang lebih baik.tak terkecuali kakak ipar mu."


"Tapi A..." Ucap Hana terhenti ia tak mungkin berkata banyak hal mengenai Pita, karena hal itu entah benar atau salah.


"Dek, kalau kamu mau nyuruh Aa cari tau tentang teh Pita dimasa lalu.apa kamu bersedia mencari tau masa lalu Erik dan bandingkan Erik sekarang dan dulu.begitu pun akan Aa lakukan pada teh Pita." Ucap Ardi seraya memegang tangan adik nya yang tengah mencengkram kuat bambu yang berada di sebelahnya "Dek, sedikit banyak Aa tau masa lalu kakak iparmu.bahkan yang orang tua dan publik tak tau pun Aa tau.Aa bandingkan cerita yang aa dengar dengan keseharian Teteh mu sekarang"


"Apa yang Aa dapat?" tanya Hana seraya menatap kakak nya lekat.


"Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang dek.Kamu pernah di Pase remaja, dimana rasa keingin tahuan mu menjadi suatu prioritas utama, kamu tau?karena keingin tahuan itu ada yang sampai melakukan segala cara tanpa tau baik atau buruknya.yang ada di pikirannya ia harus sukses dan ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan.Suatu Ambisi yang berawal dari keingin tahuan.namun seiring berjalan nya waktu, umur bertambah orang-orang yang dikenal lebih banyak dan banyak pelajaran yang di dapat dari bertemu banyak orang-orang itu.sedikit banyaknya ada yang membuat seseorang berubah, dan perubahan itu gimana dia bergaul.jika ia bergaul dengan orang yang shaleh insya'alloh lambat laun ia pun akan menemukan jalannya dan akan terlihat perubahanya.namun jika sebaliknya?" Ardi tersenyum"Kamu tapsirkan sendiri dek, Aa tak mau membayangkannya."


"Apa pakaian yang teh Pita pakai hanya kedok"


Ardi tersenyum kecut"Semua orang bisa berpakaian seperti Teteh ipar mu itu dek, mau itu orang Shaleh, Orang Munafik, Orang kafir.pakaian itu di jual bebas dek, siapa pun bisa memakainya.jangan lihat orang dari pakaian nya tapi dari perlakuannya, hati manusia memang tak ada yang bisa menyelami.ahhhh kalau bicara Hati entahlah dek Aa no komen.namun soal masalah pakaian bukankah kamu pernah mengaji dan kamu mungkin pernah dengar kewajiban seorang wanita adalah menutup auratnya kecuali telapak tangan dan wajah.dan itu yang di lakukan kakak iparmu untuk belajar jadi orang yang lebih baik, dan ia juga ingin meringankan beban Ayah,adik laki-lakinya, Suaminya dan anaknya.bukankah, jika seorang wanita mengumbar auratnya ia akan menyeret 4 orang yang ia sayang di hari kiamat?"


"A" Ucap Hana lirih.


"Aa tau itu dari kakak iparmu, saat itu Aa melihat dia terburu-buru mengenakan hijabnya saat Aa membuka Pintu yang di ketuk oleh bang Rahman.ia menegur Aa setelah Aa kembali kekamar,ia bilang begitu."


"Subhanalloh"


Ardi memegang Pundak Hana suapa yang Hana menghapanya"Dek, buang prasangka buruk tentang orang lain.jangan dengar apa kata orang, bila yang bercerita orang yang kita sayang belajarlah bijak dalam menanggapinya.jangan kamu terbawa akan apa yang di ucap olehnya karena mungkin itu suatu Hasudan yang akan merenggangkan suatu silaturahmi yang terjalin.banyak istigfar ketika kamu mendengar cerita orang yang tengah menceritakan Hal buruk itu pada mu."


"A, Maaf"


"Gak papa"


"Aa jangan marah sama A Erik"


"Aa bukan orang seperti Itu"


"Udah Ah, kamu banyak maunya ya..." Ucap Ardi seraya tersenyum."Aa mau ke ladang dulu mau lihat Manggis, mudah-mudahan tahun ini hasil nya bagus."


"Ada yang mau Aa beli ya?"


"Hehe, di kampung sebelah ada kolam ikan yang katanya mau di jual, Aa ada niat mau beli soalnya tempatnya besar"


"Aa harus ceritakan dulu sama Teteh jangan ambil keputusan sendiri,Aa sekarang hidup gak sendiri"


Ardi diam ia baru ingat hal itu."Iya, makasih udah ingetin"


"Iya A, Semoga Apa yang Aa mau di mudahkan."


"Amin, kata teh Sinta kamu udah Telat dek.Udah cek ke Bidan"


"Udah A, minggu depan Insya'alloh Hana akan USG.Lihat udh berapa minggu Utun nya"


"Alhamdulillah sebentar lagi Aa nambah ponakan nih"


"Mudah-mudahan Teh Pita juga segera Ya A"


Ardi tersenyum, mengingat apa yang ia lakukan kemarin malam.sungguh ia tak menyangka akan menghabiskan malam dengan wanita yang ia nikahan dua minggu lalu tanpa di sangka-sangka


"A" Panggil Hana


Ardi pun menoleh dan tersenyum malu

__ADS_1


"Cie Aa" Goda Hana."kayanya tiap malem ya A"


"Baru semalam" Jawab Ardi polos.


"Woooahhhh baru semalam, Aa nikah udah mau dua minggu lohh kok baru semalam."


Ardi bersila "Jujur dek, Aa canggung dan Malu begitupun teteh iparmu."


"Mendebarkan ya A" Goda Hana seraya tersenyum-senyum"Setiap pengantin baru juga pasti akan seprti itu, namun kata Teh Santi dan teh Dewi lebih banyak laki-laki berinisiatif untuk mendahului menghilangkan jarak antara mereka, dan bersikap Agresif agar wanita bisa mengimbanginya.namun kayanya Aa sama teteh sama-sama Malu ya?"


"Iya"


"Lalu siapa yang mendahului?" tanya Hana antusias.


Ardi membuang nafas nya kasar, ia ingat dengan Apa yang di ucapkan Pita selepas ia bersenggama."*ingat ya A, jangan ceritakan apa yang tengah kita lakukan diranjang kepada orang lain, mau itu pada keluarga atau sahabat karena itu adalah sebuah Aktifitas yang tak perlu orang tau."


"Memangnya kenapa?"


"Jika orang sudah sedikit tau, ia akan lebih banyak bertanya, contohnya seperti Gimana Rasanya malam pertama?Aa jawab Enak.kamu habiskan berapa ronde?posisinya gimana?siapa yang lebih agresif?dan bayak lagi.emangnya Aa siap jawab pertanyaan itu semua?apa setelah itu Aa gak akan malu*?"


"Astagfirulloh hal Adzin" Seru Ardi seraya mengusap wajahnya"Maaf dek gak baik Aa menceritakan Aktifitas Aa dengan istri Aa.cukup Aa dan Istri Aa yang tau akan hal itu.dan Aa minta kamu jangan ceritakan hal yang kamu dengar dari Aa kepada orang lain ya dek"


Hana mengangguk


"Ya sudah Aa pamit dulu" Ucap Ardi bergegas."Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam."


Dada Ardi berdebar di sepanjang jalan saat ingat hal apa yang ia lakukan, Semoga Hana bisa menyimpan Amanah dengan baik itulah yang terus Ardi Ucap.Rasa bersalahnya kian menjadi saat melihat Istrinya tengah menyapun halaman, ia tak pergi ke kebun ia memutuskan untuk pulang.karena sebentar lagi dzuhur.


Bugh.


Ardi memeluk Pita tanpa Aba-aba membuat Pita hampir terjungkal.


"Why?" tanya Pita.ia melihat sekeliling disana ada beberapa orang yang melihat, terutama pemuda yang tengah nongkrong di warung sebrang jalan.


"Rindu"


blush (wajah Pita langsung berubah merah.


"Banyak orang A,Emangnya Aa gak mau.ini tempat Umum" Cicit Pita.


Ardi pun melepaskan pelukannya dan tersenyum canggung pada pemuda yang tengah menatapnya, sesekali mereka bersiul dan melontarkan godaan.


"Awww kok di cubit"


"Sana jalan dapur,bersih-bersih langsung" Ucap Pita sambil berjalan ke arah teras meninggalkan Ardi sendiri.Ardi pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


"Kang Ardi mani so sweet" Ucap Fira yang tengah berjalan melewati pagar halaman Ardi.


"Pengantin baru mah biasa?"Jawab Bu Wulan


"Iya Ceu, pengantin baru mah gitu.tapi kalau udah kaya jadi pengantin bari( lama ) mah ahhh mana sempat peluk-pelukan"sambung Bu Iti


"Eh, gak boleh gitu " Tegur Fira

__ADS_1


Ardi pun menghela nafas panjang, Pantas saja Pita bilang jangan mengumbar kemesraan di hadapan Publik karena itu akan mengundang asumsi negatif dan positif di mata masyarakat.karena sejatinya manusia memiliki pemikiran berbeda-beda ada yang suka dan turut senang melihat orang lain harmonis, ada pula sebaliknya.Ia pun kembali di hinggapi rasa Bersalah dan merutuki kesalahannya.


__ADS_2