ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
33


__ADS_3

"Teh?" Ucap Alma.


"Ada apa?" tanya Pita pada adik Ardi itu.


"Aku harus beli kuota teh?soalnya aku gak bisa ngerjain tugas aku sendiri di rumah?"


"Pertanyaan nya apa?sini teteh lihat?" tanya Pita, Alma pun berjalan ke luar kamar lalu mengambil tugasnya.


"Ini" tunjuknya.


Lalu Pita pun menjelaskan apa yang tidak di mengerti adiknya semampunya, sekali-kali dia pun melihat Bah Google untuk memperjelas.hingga akhirnya Alma pun mengerti dan mengerjakan tugasnya hingga selesai.


Pita bukan tidak mau membelikan adiknya Kuota namun dia di larang oleh Ardi karena tak ingin adiknya lupa waktu seperti Alfi.bahkan Sigit pun pernah Ardi dapati tengah bermain game di jam istirahat membuat Ardi kembali murka dan menyuruh Pita tak memberikan uang pada Alfi atau Alma bila mereka meminta untuk membeli kuota.bukan pelit tapi mendidik agar supaya tau batasan.


Apakah Sigit mendapatkan Hukuman atas perbuatannya?ya.dia mendapatkan Hukuman mengepel dan menyapu seluruh ruangan rumah kecuali kamar Pita dan Ardi selama satu bulan sama hal nya dengan Alfi dulu yang mendapatkan tugas menyetrika pakaian Mahreen selama satu Bulan juga menyapu seluruh ruangan


"Udah kan?"


"Udah teh" Jawab Alma.


"Yaudah sekarang Alma bantuin teteh masak yuk," Ajak Pita" mau di bikinin apa?"


"Sarden + Oseng pecay" Jawab Alma.


"Yuk kita ke dapur, Mumpung dedek nya tidur" Ucap Pita seraya melirik Anaknya yeng tengah tertidur pulas di box bayi.


"Dedek gak apa di tinggal?"


"Insya'alloh enggak kan dede tidurnya di box bayi, jadi gak akan jatuh." Jawab Pita.


Mereka pun berjalan beriringan keluar dari kamar dan mulai memasak apa yang di inginkan Alma.karena sebisa mungkin Pita selalu memasak apa yang di inginkan Anggota keluarganya,ia tak mau membuat makanan yang akan mubadzir akhirnya.


"Teh Sigit bawa ikan" Teriak Sigit dari luar.


"Gak udah teriak-teriak." Tegur Alma yang segera keluar dari dapur "Dede Mahreen lagi bobo."


"Ini" Beri Sigit pada adiknya.Ia memberikan dua ikan yang lumayan besar


"Bersihin langsung ah, aku gak mau bersihinnya"


"Males banget sih kamu dek" Ucap Sigit seraya menyimpan dua ikan yang ada di ember itu ke teras.

__ADS_1


"Ikan apa Git?" Tanya Pita yang baru keluar mengikuti Alfi.


"Ikan bawal teh"Jawabnya" Aa tadi mancing sama A Arif dan itu hasilnya katanya bawa kerumah soalnya kulkas di rumah kosong."


"Iya kulkas emang kosong kan gak ada yang ngisi." Jawab Alfi


"Ya udah besok kamu belanja Git sama Alfi ke pasar, beliin isi kulkas." Ucap Pita" Teteh gak bisa ninggalin rumah lama-lama kan dedek masih butuh Asi ekslusif."


"Iya teh, besok Sigit belanja tapi jangan sama Alfi.sama Aa aja, biar Aa yang nawar.kalau sigit mah gak bisa nawar"


"Ya udah nanti teteh bilang sama Aa." Jawab Pita"Kamu gak mau ngambilan lagi sayur kaya waktu itu Git?"


"Gak ah teh, lagi musim Corona kan kalau pergi kepasar pasti bakal berkerumun."


"Iya sih."


"Ini juga Sigit masih tetep jualan teh cuma kalau ada yang pesen aja.dan minta di anter aja dan lagi pas barangnya ke betulan di tempatnya A lukman Ada." Jelas Sigit."Sigit gak berani turun kaya Aa dulu karena resiko nya sekarang besar."


"Kan itu takdir Git, kalau semisal udah jalannya meninggal karena Corona kita harus ikhlas aja gak perlu ini itu."


"Iya sih th, tapu jujur aja sigit parnoan.Sigit gak seberani Aa"


"Ya udah, teteh masuk ya.teteh lagi masak.itu ikan bersihin aja buat besok" Ucap Pita."Fi kamu ambil jeruk gih di kebun buat ikannya biar gak bau kalau di masak nya besok pagi."Titah pita pada Alfi.Alfi pun mengangguk sedangkan Sigit memulai membersihkan ikannya di pinggir kolam sebelah teras dapur.karena memang teras dapur berhadapan langsung pada kolam ikan.


"Jangan di dusel-desel" Ucap pita saat mendengar anaknya berteriak.


"Gak cuma di ciumi aja perutnya"Kilah Ardi yang tengah mengajak main Mahreen


"Jangan ikh, kata teteh gak boleh nanti pas di kasih makan gak lahap makannya."


"Mitos itu Bun." Jawab Ardi seraya menimang-nimang Anaknya."Cepet besar ya nak"


"Mahreen mirip banget sama Ayah sih cuma Idung sama bibir nya aja yang Mirip Bunda." Ucap Pita.seraya menoel pipi Mahreen yang tembem.


"Itu tandanya Bunda sayang banget sama Ayah."


"Di iya in aja deh biar gampang." Jawab Pita."Besok beliin Pempes ya, Bunda males nyuruh Alma beli di warung terus."


"Iya besok beli sama bunda ke pasar.sekalian beli baju buat Alfi dan Alma"


"Kalau Bunda?"

__ADS_1


"Iya sama beli Buat bunda juga."


"Ya udah atuh kalau gitu mah kita ke pasar besok tapi ke toko pinggir-pinggir jalan aja ya jangan ke dalam pasar.bahaya Ah"


"Iya Bun. tapi Ayah bakal ke pasar deh beli sayuran buat ngisi kulkas."


"Ya udah kalau ayah ke pasar jangan beli di toko yang lagi ramai banget."


"Iya sayang." Jawabnya seraya mencium Pipi Pita.


Curiga aku"delik Pita.


"Ayah udah nunggu lama loh bun" Jawab Ardi.


"Iya, iya.Nanti tak kasih" Jawab Pita membuat Ardi tersenyum lebar"Tapi nanti bukan sekarang, sekarang adeknya masih bangun"Sambung Pita sambil mengambil Alih Mahreen.


"Ahhh Ayah lupa sekarang udah gak bisa manja-manjaan setiap waktu" Ucapnya.


"Iya kan sekarang udah punya Mahreen yah."


"Bunda gak di KB"


"Enggak"


"Kenapa?"


"Orang jaman dulu juga gak di KB yah kenapa Bunda harus di KB?Ayah gak mau punya anak dari Bunda lagi."


"Mahreen masih kecil Bun."


"Insya'alloh Alloh akan ngasih adek pada waktu yang tepat menurut Alloh yah.gak usah khawatir oke" Jawab Pita.


"Oke, kalau gitu ayah gak akan sungkan."


"Nyebelin"


🌼🌼🌼🌼🌼


Adududuhhh maaf ya baru Up πŸ™


Jangan lupa Like dan komennya ya.

__ADS_1


Di tunggu ❀


__ADS_2