
Bahagia satu kata yang menggambarkan hati Ganis hari ini, Bagaimana tidak ia di ajak suaminya jalan-jalan meski awalnya dia akan di ajak ke pasar singaparna namun urung karena melihat desak-desakannya orang jadi Jansen mengajaknya menyusuri jalan hingga sampai lah ia di salah satu mall yang ada di tasikmalaya.
Menyusuri setiap sudut, itulah yang ia lakukan hingga ia lelah dan memutuskan untuk makan.Setelah kenyang ia pun mengajak Jansen pulang karena waktu sudah sore, ia tak pernah keluar hingga malam, karena paling sore ia pulang pukul 17:00 dan dari jam itu ia tak suka keluar, lebih tepatnya takut.
"Adek beneran gak ada yang mau di beli" Ucap Jansen.
"Gak ada Bang, Adek cuma pengen cepet pulang"
"Sebentar" Ucap Jansen lalu memberhentikan mobilnya dan keluar menuju stan makanan.
"Kaya nya enak, tapi Abang udah keluar" Ucap Ganis saat melihat salah satu stan makanan yang menurutnya enak.
"Lihat apa?" Tanya Jansen setelah masuk kedalam mobil kembali.
Ganis menunjuk salah satu makanan
"Itu rasanya pedas, jenis makanan Jepang." Ucap Jansen"Adek suka pedas?"Ganis menggelengkan kepala "Mau yang lain?" Ganis menggeleng
Jansen pun kembali melajukan mobilnya, ia mulai membiasakan diri menyebut Ganis dengan panggilan Adek itu semua permintaan Frinces dan Khadijah.ia di nasehati oleh dua wanita yang ia sayang dari ke tiga wanita yang selalu dan sangat ia sayang.
"Mau itu?" tanya Jansen saat sampai di depan gerobak martabak di sebelahnya ada penjual gorengan, sate dan roti bakar dan banyak lagi.
"Boleh?" tanya Ganis.
"Boleh" Jawab Jansen lalu memberikan beberapa lembar uang pada Ganis.Ganis pun tersenyum lalu keluar dan membeli beberapa makanan.Jansen pun ikut keluar namun tujuannya adalah membeli Jus juga membeli Berger, tak lupa ia juga membelikan Burger untuk Ganis.
"Adek" Panggil Jansen saat melihat Ganis mengobrol dengan laki-laki.
"Muti, kamu kesini sama dia?siapa pacar?" tanya laki-laki bertubuh kurus itu.
"Iya, Dia suami ku"
"Woahhh kita baru lulus Mut, baru lulus sebulan yang lalu dan sekarang kamu bilang sudah menikah?"
"Iya, tiga hari lalu."
"Jadi sama laki-laki umur 30 tahun itu?"Ucap Wanita berpakaian ketat
"Hah umur tiga puluh?" tanya wanita di sebelahnya
"Pasti nikahnya sederhana ya Mut, soalnya kan...
" Sayang, Apa sudah?"Tanya Jansen yang sudah tak tahan melihat istrinya di pojokkan."Sudah ?"Tanya Jansen lagi sambil merengkuh pinggang Ganis.
"Tinggal ambil dan bayar." Jawab Gandis.
"Sudah belum pak?"tanya Jansen
__ADS_1
"Atos Jang" Ucapnya lalu memberikan satu kantong plastik berisi Martabak yang di pesan Ganis tadi, Jansen meraihnya lalu memberikan uang 100.000 an pada pedagang itu"Ambil saja kembaliannya."
"Nuhun jang"
"Sama-sama" Jawabnya"Pulang yuk sayang sudah sore"Ajak nya"Udah kan ngobrol sama teman nya"Ganis mengangguk
"Aku pamit dulu ya" Ucap nya pada teman-temannya.
"Cihh, Jadi madu aja sombong."
"Madu?" Tanya Jansen dengan tatapan sinisnya pada lelaki yang tengah menghisap rokok."Siapa yang jadi Madu?perasaan saya baru pertama kali menikah.Ia kan sayang?"tanya Jansen lalu di angguki Ganis.
"Ahhh masa?" Ucap Wanita berbaju hitam.
"Sudah Bang kita pergi aja." Ucap Ganis."Kalau kalian mau tau siapa suami ku, tanyakan pada Zifa anak Bibi Alma"Ucapnya lalu meraih tangan suaminya dan berjalan ke arah mobil.mereka pun masuk dan mulai beranjak dari tempat itu meninggalkan 4 orang teman sekolah Ganis dengan berbagai pertanyaan, Yah mereka tau Mobil yang di gunakan adalah Mobil Putri pertaman Alm Ardi orang yang di segani di kampung.
...---------------------------------------------------...
"Adek kenapa?"
"Sakit, Gak bisa jalan" Jawab Ganis
Jansen membuang nafas nya kasar"Maaf"
"Gak papa" Jawab Ganis.Jansen pun mendekat ke arah Ganis lalu duduk di tepi kasur, Ganis meraih tangan Jansen lalu mengarahkannya ke perut"Semoga Alloh segera kasih kita Dedek ya Bang, Robbi habli minassholulihin"Ucapnya.
"Kenapa Enggak?Siap gak siap harus siap lah bang kan udah nikah?udah itu juga" Jawab Ganis.
"Harusnya Adek itu kuliah baru nikah."
Ganis menatap Jansen "Adek gak pernah berpikir bisa kuliah,untung bisa SMA juga karena rata-rata orang kampung seperti Adek itu kalau gak nikah jadi TKI."
"Masih ada makanan di kulkas, kamu makan yang ada aja.nanti siang Abang pulang, kita belanja buat keperluan.Jangan kemana-mana dan jangan bukakan pintu untuk siapa pun." Ucap Jansen."Abang berangkat kerja dulu."Pamitnya"Assalamu'alaikum"Jansen beranjak lalu mengecup kening dan Pipi Ganis.
"Wa'alaikum salam."
Ganis mulai beranjak setelah Jansen berlalu ia berjalan pelan menuju dapur.Ganis membawa beberapa makanan lalu makan di sofa sambil menonton TV.
"Gimana kabar Kakak ya?" Ucapnya lalu mengeluarkan poto nya bersama kakak-kakaknya dan ibunya "Mbu, mbu dimana sekarang?" Ganis menangis meratapi nasibnya yang tak memiliki siapa-siapa lagi.
Disisi lain Jansen tengah melihat CCTV, ia takut ada orang yang datang ke apartemennya.ya Dia akui dia suka gunta ganti wanita jadi dia takut salah satu wanita itu datang dan mengganggu Ganis.
"Aman" Ucapnya lalu menzoom CCTV yang mengarah pada Ganis, Ganis tengah melihat kearah poto berisikan 4 orang wanita salah satunya ibu paruh baya.
"Apa itu keluarganya.?"tanya Jansen lalu tangannya menekan panggilan pada ke orang kepercayaannya.
Gandi, Dimas dan Tania masuk kedalam ruangan Jansen.
__ADS_1
" Cari tau latar belakang juga keberadaan kakak dan ibu Ganis"Ucapnya pada ketiga orang itu.
"Oke." Ucap Dimas
"Kita perlu beberapa hari kedepan untuk mencarinya" Ucap Tania sambil mengutak ngatik tab nya.
"Saya percaya sama kinerja kalian bertiga." Ucap Jansen."Keluarlah."lalu mereka pun keluar dan kembali bekerja.
...-----------------------------------------...
Siang ini sesuai janji Jansen pulang untuk mengajak Ganis pergi ke Supermarket membeli bahan makanan dan beberapa keperluan.
"Sudah siap?"
"Sudah" Jawab Ganis.Ganis sangat Cantik dengan balutan Baju Dress panjang berwarna Pink di padukan dengan Hijab pasmina berwarna Hitam, juga tas selempang kecil dan sepatu flat hitam.
"Ya udah ayo." Ajak Jansen, Mereka pun berjalan bersama.
"Kita mau beli apa aja?" tanya Ganis memecah keheningan yang terjadi di dalam lif
"Kebutuhan dapur, alat mandi, dan banyak lagi." Jawab Jansen"Abang juga mau beliin Adek Handphone"
"Handphone?"
"Iya, Untuk kita bisa bertukar kabar.Mahreen dan khadijah juga sudah merengek minta nomor telpon Kamu"
"Kan ada yang Abang" Jawab Ganis.
Jansen merangkul tubuh mungil istrinya itu untuk keluar dari lif menuju mobilnya.
"Kamu juga butuh untuk bisa berkomunikasi dengan teman, dan juga sodara mu.keluarga kita juga seperti Mamang dan Bibi di tasik, Mahreen, Arsa, Khadijah, Vinsen, Tania, Gandi Dan Dimas, mereka keluarga kita dsn kamu perlu berkomunikasi dengan mereka."
"Aku takut menyalah gunakannya." Jansen tersenyum saat mendengar jawaban itu dari mulut istrinya."Aku takut dosa."
"Abang yakin Adek bisa gunakan barang pemberian abang dengan baik dan tidsk menyalah gunakannya." Ucap Jansen.Ganis pun mengangguk pasrah.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Holla alhamdulillah bisa Up juga.
ketahan karena kuotanya pas mau Up dua hari lalu tiba-tiba abis.
Jangan lupa Shalat, makan dan jaga kesehatan
see you
By:@nengyani64
__ADS_1