ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
84


__ADS_3

Tania benar-benar datang, dia datang saat malam bersama suami dan baby kecil yang digendong suaminya, suaminya begitu tampan masih muda sama seperti Ghifari.


" Ih nggak Tampan ya, ternyata sama-sama tampan kita punya suami? Sayang aku memang seperti ini kalau udah deket sama dia, dia ini adalah adik sekaligus Kakak bagi aku dia orang yang paling berjasa dalam hidup aku apalagi orang tuanya .Orang tuanya begitu sangat sangat aku hormati bukan hanya aku banyak yang menghormati orang tuanya karena orang tuanya adalah orang yang cukup baik bukan cukup tapi sangat baik. mereka berjasa banget dalam hidup aku karena sepeninggal orang tua aku merekalah yang menjaga aku mendidik aku hingga aku menjadi seperti ini. aku nggak bayangin dulu kalau nggak ada orang tuanya dia mungkin aku udah jadi gelandangan Kakak aku meninggal ayah dan ibu aku meninggal aku benar-benar Sebatang Kara. dan aku pergi ke Tasik ke rumah orang tuanya dia aku di sana diperlakukan sama seperti yang lain.di rumah yang banyak kenangan itu aku merasa punya keluarga lagi aku bahagia banget pokoknya aku sangat bahagia dan aku nggak akan pernah lupain dia lupain Khodijah, Arsya dan yang lainnya. Pokoknya kamu kalau ada kerjasama sama dia dan juga sama keluarga aku kamu harus berlakuin mereka dengan baik karena benar-benar mereka itu berjasa banget hidup aku."


" Tania Ih kamu itu udah, kalau bicara itu suka nyerocos banget sih, Biasanya juga kamu itu jutek, judes, dan ngomong seperlunya. Eh ini ngomongnya panjang lebar mulu."


" aku nggak tahu tapi bener-bener deh aku itu emang jadi berbeda banget setelah punya suami yang notabennya dia itu banyak ngomong, suami aku itu banyak banget ngajakin aku ngomong jadi aku ke ikut-ikutan deh, apalagi keluarganya juga nyerocosnya bukan lagi, kata aku juga jadi nambah ketularan itu karena Emang mungkin dari lingkungan. keluarganya Kakak adiknya orang tuanya semuanya pada pada banyak bicara bukan banyak bicara dari segi apa tapi mereka itu sering ngajakin kita ngobrol jadi dari ngobrol-ngobrolnya itu aku itu kayak ketularan gitu nyerocos nyerocos gitu."


" oke oke, Gimana kabarnya Tania? anak-anak juga sama kan kayak kamu sekarang nyerocos dan sehat?"


" aku sehat, anak-anak juga sehat, suami aku apa lagi, kalau anak kedua aku aku nggak tahu karena dia ikut sama ayahnya."


" kalau aku itu tahu, dia sehat dia di Jakarta Sekarang udah di luar negeri. gak usah overthinking dia itu gak akan mungkin bawa anak kamu ke luar negeri tanpa sepengetahuan kamu, Kalaupun dia bawa anak-anak ke luar negeri dia pasti bakal nyuruh aku buat nyariin pengasuh untuk kedua anaknya. Iya kan ngasih yang terbaik untuk anak- anaknya. dia itu lebih sensitif dari kamu kalau soal masalah anak-anak, Bahkan dia lebih mengerti dari kamu kalau berhubungan dengan anak-anak. dia gak akan teledor Dan Dia akan melakukan apapun demi anak-anak prioritas utamanya adalah anak-anak. anak-anak adalah segalanya untuknya jadi kamu nggak usah khawatir, dia juga gak akan ngambil keputusan tanpa bilang dulu sama kamu."


" hehe maaf lah kan namanya juga seorang ibu aku emang gini orangnya parnoan"

__ADS_1


" kurangin sifat itunya, sekarang kamu itu harusnya lebih Mikirin masa depan. masa depan anak-anak kamu, dan juga kenyamanan nanti kamu di masa tua. udah sadar kan sekarang umur kamu udah tua jadi lebih mikirinnya Yang depan-depan jangan terus melulunya yang di belakang."


" nah dengerin Sayang ,apa yang tadi diucapin sama dia.sama siapa sih namanya ?saya nggak tahu namanya siapa ?karena kan dari tadi Istri saya langsung nyerocos tanpa jeda dan tanpa perkenalan?"


"Nama saya Mahreen dan ini suami Saya Gifari."


"Oh oke. Sepertinya kita akan langsung istirahat soalnya sudah larut. sayang Kita menginap di sini atau cari hotel."


" kalian bisa tidur di salah satu kamar kami yang ada di atas, tapi kamarnya tidak mewah seperti kamar kalian."


" Apa sih kamu itu jangan seperti itu, aku ini masih Tania yang dulu aku siap kok tidur satu ranjang berlima kayak dulu."


" sekarang di mana tuh bocah"


" dia nginep di rumah temannya, udah sekarang kamu istirahat jangan banyak tanya lagi kamu dianterin sama Bibi aja ya. soalnya aku gak mau ke atas karena takut jahitan aku kebuka."

__ADS_1


" Oh oke oke oke oke oke good night"


Mahreen dan Gifari menatap kepergian Tania dan suaminya menuju kamar atas, Tania sungguh sangat jauh berbeda dari Tania yang dulu. Tania yang sekarang lebih ceria dan memiliki sifat kekanak-kanakan. Tania yang dulu Cukup dewasa dan pendiam juga tak banyak bicara. benar mungkin hidupnya lebih bahagia sekarang bersama dengan suaminya yang sepertinya tidak sama sekali mempermasalahkan sifat Tania yang sungguh sangat menyebalkan.


" Apa itu benar Tania? mantan istri seorang Vincent? kata Teteh dia itu wanita yang cukup dewasa, tapi kok sepertinya kebalikannya."


Mahreen menatap suami, lalu ia melempar senyum" mungkin Tania sudah bahagia bersama suaminya, Iya bisa hidup apa adanya dengan suaminya, tanpa harus berpura-pura Bahagia seperti saat bersama dengan Bang Vincent."


" mungkin benar, semoga saja ya sayang."


" Sebenarnya dulu bunda nggak memanjakan kami, Tapi Bunda memperlakukan kami sama. tak ada yang dibedakan, kami juga tidak manja mungkin hanya aku yang manja. setahun Kami Bersama sebelum Bang Vincent dan Bang Jansen di oleh orang-orang kepercayaan orang tuanya untuk dididik menjadi pewaris, sedangkan aku dan Tania kita sekolah di Tasik bareng hingga lulus SMP, setelah lulus kita berpisah karena aku yang memutuskan untuk di Bandung dan ke sekolah di sini, tapi Tania memilih sekolah di Jakarta bersama dengan Bang Jansen dan Bang Vincent. hidup aku rumit Bang Meskipun orang tua aku ada dan mereka cukup perhatian pada anak-anaknya. aku salut pada orang tuaku, mereka orang yang selalu mengutamakan anak daripada pekerjaan, bagaimanapun dan apapun yang anaknya minta mereka selalu berusaha untuk mewujudkannya, bukan hanya untuk anaknya tapi juga untuk abang Vincent Abang Jansen dan Tania anak-anak yatim piatu dari sahabat Bunda. kalau dijelasin pasti gak akan beres satu hari a, soalnya cerita bunda dan ayah itu panjang banget, luka liku dan Manis pahitnya itu cukup sangat menguras tenaga, pikiran dan emosi."


" Jadi sekarang lebih baik kita tidur, sudah malam Waktunya istirahat meminjamkan mata dan berdoa semoga besok kita bisa hidup lebih baik lagi Dari hari sebelumnya."


" Oh jelas Apalagi besok ada Tania dan suaminya, sepertinya rumah ini akan ramai. belum lagi katanya bang Jansen dan anak-anaknya pun akan datang ke sini. Aduh ini rumah bakal kayak kapal pecah."

__ADS_1


" tenang Ada suamimu yang akan membereskan."


" Oh Sayangnya aku terima kasih." ucap mahreen dengan mata yang dikedip-kedip, dia udah gak modal lagi tapi dia selalu genit di hadapan suaminya. dan suaminya suka itu


__ADS_2