ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
80


__ADS_3

"Jangan ikut campur sama masalah Vinsen dan Tania mereka sudah dewasa"


"Tapi Sayang....


"Aku tau permasalahan mereka,memang mereka akan merasa kosong tapi itu lebih baik dari pada mereka harus melanjutkan pernikahan yang tidak sehat itu.Aku bilang seperti ini karena aku merasakan apa yang di rasakan oleh Tania Bang,jadi tolong jangan ikut campur urusan mereka berdua.Abang tak berhak menghakimi Vinsen ataupun Tania karena mereka sudah berkali-kali mencoba untuk berdamai dan saling menerima.tapi nyatanya mereka tak bisa melanjutkan."


"Sayang"Ucap Jansen lirih.ia dan Ganis tengah duduk di atap Rumah mereka melihat ke arah rumah Vinsen yang tidak jauh dari rumah yang mereka tempati.


"Aku tau Abang pasti akan bilang mereka Egois karena keegoisan mereka akan mengakibatkan anak-anak mereka kurang kasih sayang.Sadar gak sadar kita juga kurang memberikan anak-anak kita kasih sayang karena kesibukan Abang di luar,kita yang sering kesana kemari karena pekerjaan.Abang,aku patuh karena teman yang akan terus bersama ku hingga tua itu Abang.Sekarang Kemana pun Abang pergi aku akan mengikuti begitupun anak-anak.tapi Bang soal Tania dan Vinsen itu berbeda,mereka tak saling menciptakan Cinta,kasih sayang dan kenyamanan,mereka hanya saling mencukupi kebutuhan."


Jansen mengusap sudut matanya"Tapi abang ikut andil dengan apa yang terjadi pada mereka....


"Mereka melakukan kesalahan,dan mereka menerima konsekwensi dari kesalahan mereka karena memang harus seperti itu...Bang tak harus merasa bersalah.Abang hanya perlu lebih memperhatikan Vinsen,jangan sampai ia melakukan kesalah yang sama.Soal Tania aku selalu berhubungan dengannya karena pekerjaan jadi abang gak perlu khawatir."

__ADS_1


Jansen mengangguk lalu berjalan memeluk Istrinya yang sudah berdiri menatap jauh dimana Vinsen terduduk di jalan raya.


Sedangkan di dalam Mobil Tania membiarkan Anak-anaknya bersama Ariska dan Moya di belakang,ia hanya duduk mematap jauh,berat untuknya keluar dari rumah yang penuh dengan kenangan.


Ia masih ingat saat ia mendapatkan Garis dua pertama kala itu,ia memberikan kejutan pada Vinsen dengan Berteriak meraung di kamar mandi.Ia memang saat itu tengah menangis karena memang ia terharu ternyata perjuangannya agar bisa Hamil membuahkan hasil.


Dengan muka bantal dan Panik Vinsen datang lalu menggendongnya menanyainya macam-macam hingga ia tak dapat membendung rasa haru nya,ia memeluk leher Vinsen menumpahkah rasa terharunya hingga membuat Vinsen kebingungan.kebingungan Vinsen tak terjawab karen Jasen sudah menelpon dan harus segera menemui kakaknya,ia pun di tinggalkan karena pekerjaan.


Ia ingat bertapa Lucunya Vinsen yang memakan Belimbing Wuluh di cocol garam dan cabai saat ia sampai di kantor.Vinsen duduk tak jauh dari kakaknya Jansen juga Ganis yang memang datang untuk Rapat.


Kehamilan pertama yang begitu luar biasa ujiannya karena Ia mengalami beberpa kali pendarahan hingga di rujuk ke rumah sakit dan bener-benar istirahat.Vinsen dengan sabar ia menunggui nya dan terus menanyakan apa yang ingin di makannya.Ia saat itu tidak sedikitpun mengalami ngidam dan ingin makanan yang aneh-aneh,namun ia melihat jelas betapa kerepotannya Vinsen dengan segala keinginannya hingga suatu malam Vinsen ingin memakan buah Dukuh langsung dari pohonnya,Hebohnya ia membuatnya harus pergi ke Tasik malam itu juga,orang di Tasik pun kelabakan karena keinginan Vinsen yang katanya membangunkan Mamang Alfi pukul 3 dan mengajaknya langsung memetik buah Dukuh.Gila memang tapi itulah salah satu hal yang menjadikan cerita indah kehamilan pertamanya.


Ia pun ingat 8 bulan baby Sintia lahir ia positif hamil lagi dan Vinsen kala itu marah,bukan tak bahagia ia hanya trauma akan ngidam yang membuatnya kelabakan.

__ADS_1


Namun Alloh memang maha baik,kehamilan Baby Sintia dan Baby Ciara sungguh sangat bertolak belakang.


Tak ada pendarahan hanya mual-mual di pagi hari yang di rasakan nya dan napsu makan yang berkurang cukup besar.


Vinsen tak mengalami hal-hal yang membuat orang khawatir,membuat Vinsen bisa menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik.


Lahirlah Baby Ciara dan disambut bahagia oleh semua keluarga.Ia pun memutuskan untuk melakukan KB.


Dari KB itulah yang ia rasakan perubahan Vinsen karena dari KB itu ia merasa lelah dan tak mau melayani Vinsen.


Ia ingat berkali-kali ia tukar-tukar KB hingga ia pernah menggunakan KB alat dan naas tak bertahan lama karena pendarahan yang ia alami.


Sungguh menjadi wanita tak mudah,ia ingat saat pergi ke tasik dan meminta di urut oleh mak Paraji dan kata mak Paraji ia harus kuat KB karena sepertinya ia akan memiliki anak dalam kurun waktu yang cukup dekat bila tak memiliki KB belum lagi ia memiliki Suami yang cukup kuat.

__ADS_1


"Maafkan aku Vin,Maaf"Ucapnya Lirih,Deki yang ada di sebelah Tania menatap Tania sendu.


__ADS_2