
Sore ini Mahreen kembali kerumah Mamang nya,ia sudah berkunjung dari sejak pagi kerumah Bibi-bibinya juga kerumah Wawa-wawa nya.
"Mahreen"Panggil Tika teman sebayanya.
Mahreen tersenyum lalu mendekat,mereka bersalaman dan berpelukan sebentar.
"Masya'alloh gak nyangka bisa ketemu selain waktu Haul."Ucap Tika.
"Iya,Aku lahi main aja kesini.kangen suasana rumah."
"Terus sekarang mau kemana?rumah kamu kan disana?"
Mahreen tersenyum tulus"Kerumah Mang Alfi,aku lagi pengen nginepnya disana."
"Oh gitu,EH besok hadir ya di acara nikahan nya aku"Ucap Tika di sertai tawa.
"Nikah?"
Tika membawa Mahreen untuk mampir ke rumahnya,di rumah nya tidak begitu ramai apalagi di Atas.
Tika menyuruh Mahreen duduk kursi yang berada di balkon rumahnya,Mahreen di giring ke lantai Atas.
"Tika...
"Sebentar,Aku buatkan dulu minum.Jarang - jarang bu Dokter kesini dan masuk sampe ke atas."Ucap nya seraya menyerahkan Air teh Tawar,kebiasaan Orang kampung disana meminum teh hasil olahan warga sekitar dan menjadikan nya minuman yang di konsumsi setiap hari.
"Suami mu mana?"
Tika menaruh kue di meja lalu duduk sebelah Mahreen"Dia meninggal satu setengah tahun lalu.Dan besok aku menikah lagi"Ucap nya diakhiri dengan nada lirih."Kamu kapan nikah lagi?"
Mahreen diam tak menjawab,ia meraih Cangkir dan meminun teh hangat itu dengan pelan.
"Aku niatnya tak mau menikah lagi setelah ia meninggal"Ucap Tika membuat Mahreen diam menatap lurus kearah halaman "Membangun rumah tangga lagi itu bukan hal yang bisa di terima dengan mudah apa lagi status dan anak didalamnya.tapi anak ku butuh ayah dan aku butuh teman hidup makanya aku menikah lagi dengan pengharapan dia bisa menerima anak-anakku dan akupun akan menerima anak-anaknya dan menganggap mereka seperti anak ku sendiri."
__ADS_1
"Kamu yakin?"
"Yakin gak yakin harus yakin karena mau bagaimana pun aku butuh pendamping."
Mahreen mengangguk"Aku juga ada yang melamar"
"Woah,benarkah?"Tika berbinar saat mendengar penuturan Mahreen belum lagi anggukan Mahreen yang mengiyakan Ucapannya"Sepertinya kamu ragu?atau tidak ada ketertarikan?"
Mahreen menghela nafas gusar"Entahlah"
Tika tersenyum lalu bersandar "Aku dulu tak ada sedikitpun rasa ketertarikan,yang ada hanya rasa nyaman jika mengobrol,bisa tertawa lepas dan entahlah tapi seiring berjalannya waktu kenal dia,tau tentang dia,dan aku rasa gak ada salahnya jika aku membuka hati dan belajar menerima jika aku sudah sendiri tanpa suami dan apa lagi yang harus aku cari selain kebahagian aku sendiri."
"Anak?"
"Anak akan mengikuti maunya orang tua"Ucap Tika seraya tertawa lirih"Mungkin terdengar egois tapi aku bilang pada mereka 'Nak,Maaf jika Mamah memilih menikah lagi.Mamah sudah pikirkan ini,Insya'alloh kalian gak akan kekurangan kasih sayang mamah meski nanti mamah memiliki anak lain selain kalian,Nak suatu saat Aa dan teteh punya kehidupan sendiri-sendiri dan ketika itu mamah tak mau sendiri,jadi mamah memilih menikah"
"Dan anak-anak mu?"
"Anak ku 2 keduanya sudah SMP"
"Iya tiga tapi meninggal karena sakit,jauh sebelum suami meninggal."
"Oalah gitu ya,Mereka mengerti apa yang kamu inginkan."
"Alhamdulillah mereka mengerti,dan lagi sepertinya aku akan tinggal disini sementara sebelum ada rejeki membangun rumah lagi.dengan satu anaknya calon suami dan kedua anak ku,soalnya anak pertamanya sudah besar sudah mau menikah.dan anak-anak nya pun sudah menerimaku."
"Aku senang dengarnya."
"Mahreen,kamu berhak bahagia.Siapa yang mau seperti sekarang,tapi ini lah jalan yang mungkin menurut Alloh baik untuk kita."
"Iya,akan aku pikirkan"
...__________________...
__ADS_1
Selepas melihat sahabatnya menikah Mahreen memutuskan untuk pulang ke Bandung,Saat sampai di Apartemen dia di kejutkan dengan adanya Hakim yang tengah bermain Game bersama dengan Zio.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"Jawab mereka serempak
Zio bangun"Bunda baru sampai?bawa apa?"
Mahreen tersenyum"Bawaan bunda masih di mobil,kamu bawa sendiri ya.bunda lelah"
Zio mengangguk,Menatap bundanya dari atas sampai Bawah"Bunda dandan ya?cantik dan rapih benget?kaya anak muda lagi pake kerudung panjang gitu?habis dari mana?gaun nya juga tumben pake warna cerah gitu?"Tanya Zio berturut-turut
"Bunda habis nganter nikahannya Sahabat Bunda,Tante Tika tau?beliau nikah lagi tadi siang dan bunda selepas dari sana langsung pulang"
"Bunda kapan nikah lagi?"tanya Zio membuat Mahreen diam tak tau harus menjawab apa.
"Zio,euuuuh kita ambil barang-barang bunda aja yuk"Ajak Hakim.
"Om mau bantuin?"
"Iya"Jawab Hakim.
"Ok,sebentar aku ganti celana dulu."Ucap Zio lansung bergegas ke kamarnya.
"Terima kasih"Ucap Mahreen.
"Untuk apa?"Tanya Hakim"Bu,liburannya apa menyenangkan?"
Mahreen tersenyum kikuk dadanya bergemuruh tak tentu arah.
"Ayo"ajak Zio membuat Mahreen dan Hakim terkaget.
Hakim dan Zio pun turun sedangkan Mahreen masuk ke kamarnya ia memegangi dadanya yang terus berdetak tak tentu arah.
__ADS_1
"Hah,Apa aku mulai membuka hati untuk orang lain?"
"Ya Alloh,Zat yang maha segalanya.berikan aku petujuk mu.....