ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
Nikah


__ADS_3

Ardi bangun tepat pukul 3 ia bergegas ke arah kamar mandi untuk mengambil Wudhu, setelah mengambil Wudhu ia mengambil Sejadahnya namun pandangannya teralihkan saat melihat Handphone nya.


Ia pun melihat Handphonenya disana terlihat bahwa pesannya yang semalam ia kirim sudah terbaca, bahkan ia melihat bahwa Pita akan membalas pesannya


Pitaloka❤


maaf semalam aku sudah tidur jadi tidak membalas pesan Aa.


Nanti pagi-pagi Tere akan kesana membawa baju yang akan Aa kenakan lusa.


Jaga kesehatan,jangan banyak pikiran.serahkan semua pada Alloh, Insya'alloh semua akan baik-baik saja dan lancar.


Ardi tersenyum cerah saat membaca Pesan yang di kirim Pita.


Ardi


Iya gak papa.


kamu juga jaga kesehatan.


😄


Ardi bukan laki-laki yang senang berbasa-basi sejak Acara Lamaran lalu bertukar pesan, saling mengabari.tak banyak kata yang Ardi kirim entah itu sebagai jawaban atau pertanyaan.


Canggung itu yang selalu Ardi rasakan ketika ia mendapat pesan, atau ingin mengirim pesan.Memang hatinya sangat bahagia, apalagi Bila Pita Perhatian padanya.namun ia bingung untuk membalasnya karena ini kali pertamanya ia bertukar pesan dengan wanita selain adik dan kakaknya.


Ardi pun memutuskan untuk shalat,setelah shalat ia pun bertasbih lalu membaca satu ayat dua ayat Al-Qur'an sambil menunggu Adzan Subuh berkumandang.


Ardi belum sepenuhnya taat, bahkan yang lima waktupun kadang ia laksanakan di akhir waktu, kadang pula ia lewatkan.namun setelah bertemu Pita ia belajar terus mendekatkan diri, meminta kepada Alloh agar ia bisa menikah dengan Pita dan istiqomah dalam beribadah.


...__________________...


10 Hari bukan waktu yang lama kini pernikahan ada di depan mata.Suara Hadroh telah terdengar nyaring di telinga yang hadir menyambut kedatangan mempelai laki-laki.


Thola'al badru 'alayna min tsaniyyatil wada'i.


wajabasy-syukru 'alayna ma da 'alillahi da'i


Ardi berserta rombongan telah sampai.Riuh orang yang menyaksikan begitu terdengar.hingga hadroh pun berhenti.


Rombongan di sambut oleh Ayah dan Ibu Pita, lalu dikalungkannya bunga melati pada Ardi setelah itu digiringnya masuk ke halaman rumah yang sudah di sulap begitu indah dengan paduan Putih dan biru muda serta bunga-bunga yang menambah cantik.


Mc pun mulai melakukan sambutan di mulai dari pembacaan Al-Qur'an, Serah terima dan Akad.semua berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Kini mereka bersanding di pelaminan.menyalami tamu undangan, mereka tak menyebar Undangan hanya mempublikasikannya di media sosial dan Antusiasme para Penggemar dan teman sepropesi Pita sungguh sangat besar, mereka pada hadir menyaksikan Acara.


Banyak do'a yang terucap dari para tamu, Ardi dan Pita sungguh sangat bahagia.


Sederhana ala Ruli adalah mewah menurut Ardi.entah bagaimana kerja Ruli, Ia bisa memprediksi berapa orang yang akan hadir.melakukannya dengan Rapih hingga para tamu dan warga pun terkaget dengan apa - apa yang tersaji,bukan hanya makanan, namun hiburan dan dekorasi pun membuat mereka merasa tengah bukan berada di halaman rumah namun berasa ada di lapangan terbuka yang di dekorasi seapik mungkin layaknya di hotel berbintang.


"Selamat" Ucap seorang laki-laki Tinggi, Putih dengan tato di leher, dada dan Tangan, Matanya sipit.ia mengulurkan Tangan pada Pita.


Pita terperangah ia tak menyangka laki-laki yang sudah 10 tahun ia tinggalkan kini ada di depan matanya.banyak yang berubah dari laki-laki itu, Tubuhnya semakin berisi, Tato yang dulu hanya ada di Dada kini tangan dan leher pun ia pasang tato.


Pita menunduk lalu mengatupkan tangannya di depan Dada.laki-laki iyu tersenyum kecut.


"Sorry"


Pita hanya menjawab dengan senyum


Laki-laki itu beralih kepada Ardi laki-laki dengan balutan Jas berwarna Biru dipadukan dengan kemeja berwarna Putih.sangat serasi dengan Pita yang menggunakan Dres Putih dengan Hiasan payet berwarna biru, Hijab Putih yang menutupi area dada dan selendang panjang perpaduan Biru dan Putih sunguh sangat Indah dengan mahkota sebagai pemanisnya.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga langgeng sampai tua, dan segera di beri momongan" Ucap Yuda.


"Terimakasih Mas" Jawab Ardi sambil menyambut uluran tangan Yuda.


"Jaga dia baik-baik" Bisiknya di telinga Ardi.


"Ciertamente" Jawab Pita sambil merangkul lengan Ardi (Pasti)


Yuda tersenyum.lalu turun dari pelaminan.


Ardi menatap Pita penuh tanya, namun Pita hanya membalas dengan senyuman.


Dzuhur tiba lantunan musik pun berhenti.Ardi dan Pita kini sudah masuk kedalam kamar, Pita sudah membersihkan make up nya ia kini sudah menggunakan mukena bali bercorak Bunga yang selalu ia pakai, sedang Ardi tengah merebahkan diri.


"Ayo sholat, sebelum Ruli masuk menyuruh kita mengganti pakaian dengan pakaian kedua." Ujar Pita.


Ardi pun bangun lalu tersenyum ke arah Pita, Ia membuka Jasnya dan mengambil Kaos yang di simpan di tas yang ia bawa.ia pun bergegas ke kamar mandi


Mereka pun shalat bersama dengan Ardi sebagai imam.


Benar yang di katakan Pita, baru saja selesai Ruli dengan seenak jidatnya membuka lebar Pintu


"Sudah kan?Ayo waktunya ganti dengan Gaun kedua.Kamu juga Ardi."


Ardi hanya mengangguk, Sedang Pita mengendus sebal.

__ADS_1


"Baru aja ucap salam udah lansung di todong suruh ini itu" Jawab Pita.


Ruli terkekeh, "Udah kan shalatnya?Gak usah manyun gitu, ntar cantiknya luntur."


"Aku cantik dari lahir?bukan imitasi"


"Ya,terserah lah" Jawabnya


Ken pun masuk dan segera menyuruh Pita membuka Mukena nya lalu mulai merias wajah cantik Pita, sedangkan Ardi duduk di tepian Ranjang, disana begitu banyak kado,baju, hiasan, dan alat-alat make up.


"Nanti sebelum tidur, ganti dulu sprey nya Pit.takut kamu gatel-gatel."


"Hem"


Mereka sangat Serasi dengan Ardi yang mengunakan taksedo berwarna Abu dan juga menggunakan Dres berwarna senada, hiasannya sungguh sangat manis, make upnya tidak tebal namun sangat pas, hiasaan hijabnya pun sama simple mirip dengan hijab pertama saat akad namun yang membedakan adalah warna dan Mahkota yang di kenakan.


"Kamu Cantik" Ucap Ardi sambil merangkul Pinggang Pita dengan kedua tangannya.


"Kamu juga" Jawabnya sambil menempelkan kepalanya di dada Bidang Ardi.Ardi tersenyum begitupun Pita.


Ceklek


begitulah saat suara kamera berhasil membidig nya.


"Kamu senang?"


"Yes, aku sangat senang" Jawab Pita"Semoga kebahagian kita gak akan pernah berakhir."


"Hidup itu ada pasang surutnya seperti Air laut.kita harus sekeras batu karang untuk bertahan."


Pita tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu lapar?" tanya Ardi.


"Kita belum boleh turun" Jawab Pita sambil terkekeh.


"Lalu?"


"Sebantar lagi anak buah Ruli akan mengantarkan makanan ringan, kita ganjal dulu aja dengan itu"


"tau gitu aku terima tawaran makan tadi dari Widi."


Pita tertawa"nanti jam 3 kita makan bersama"

__ADS_1


"Hem"


__ADS_2