Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 102


__ADS_3

...KALIAN TUH...


...HARUSNYA...


...NGASIH PAJAK...


...EH...


...MAKSUDNYA...


...BAYAR...


...PAJAK...


...DENGAN...


...CARA...


...LIKE...


...KOMENTAR...


...VOTE...


...HADIAH...


...SHARE...


...HARUS...


...WAJIB...


...TAU GAK!!...



"Lo kenapa si Bos? kek punya masalah idup aja!" Devan yang sudah sedari tadi ingin bertanya karna risih melihat Gio murung.


"Kalo Lo suka perjuangin! jangan Lo embat semua!" ucap Rafa


"Bahas apaan si?" tanya Abrar


"Nih bos Lo galau" tunjuk Rafa


"Mau gue banting Lo Raf?" tanya Gio,


"Dihh kagak lah"


Gio kembali memperhatikan ponselnya, dirinya bingung dengan perasaan. apalagi saat pertama Arcell masuk sekolah ada laki-laki yang bernama Haikal itu.


entah apa hubungan keduanya tapi Gio percaya walau ragu Arcell tak ada hubungan spesial dengan laki-laki bernama Haikal tersebut.


...Drttttttt...


...Drttttttt...


...Nabila (calling)...


"Gio bisa ke rumah gak?"


"Mama papa lagi ke acara"


"Aku takut sendirian"


^^^"Gak bisa Bil, Gue sibuk"^^^


"Sebentar aja gak bisa?"


"Aku sendiri di rumah"


"para pembantu pulkam"


^^^"gak bisa"^^^


"Plis Gio aku takut"


^^^"Oke, tapi gue bawa temen-temen"^^^


"gak bisa kamu sendiri aja?"


^^^"Gak bisa"^^^


"yaudah gapapa"


...panggilan berakhir...


Gio dan anak-anak Zervanos hampir tiga puluh orang menuju rumah Nabila, tak peduli Gio tak perduli kalau rumah Nabila akan jadi kapal pecah karna ulah Teman-teman nya yang bobrok ini.


Di waktu yang sama...


Arcell berada di dalam kamar otaknya tak bisa berpikir jernih dan alhasil luka goresan yang hampir kering kembali terbuka lagi.


"Gue bakal balas Lo!! Lo yang gak tau diri bukan gue!!!"

__ADS_1


"AKHHHHHHH!!!!"


...PRANGGGGG...


untung saja kamar ini dalam mode kedap suara, Arcell membiarkan luka nya terkena air, perih? iya namun untuk saat ini sangat-sangat tidak ada rasa sakit menurut Arcell .


Setelah di rasa puas dengan hasil barcode nya, Arcell mengganti pakaian nya menjadi piyama tidur,



"Laper?" tanya Alde , Arcell hanya mengangguk


Alde yang tadinya sedang menunggu giliran dengan membaca buku langsung memberikan kode ke Arcell untuk memeluknya,


"Lagi ada masalah hmmm?" Arcell menggeleng,


"Cari makan yuk?" Arcell mengangguk


"Ambil jaket gih dingin soalnya"


"Mager"


"tunggu Abang ambilin" Arcell mengangguk


Selang beberapa saat..


Keduanya pun berjalan menuju pintu, yang lain tak ikut mereka hanya nitip saja. Tak cuman Raga , Alde pun merasa Arcell berubah lebih banyak diam dan badannya agak kurusan entah kenapa bahkan sering pucat.


"Mau makan apa?"


"Sate "


Alde pun menyusuri jalanan yang sepi, karna Sekarang menunjukkan pukul 20.25 wib.


mencari keberadaan paman sate.


...Ting...


...Unknown (chat)...


"Lo serius?"


"Dia chat Lo gitu?"


^^^"Ya"^^^


"sialan si tua Bangka!"


"trus rencana Lo?"


"okey, kalo ada apa-apa bilang"


^^^"hm"^^^


Read.


.........


"Berapa tusuk?"


"Lima belas" ucap Arcell


Alde mengangguk tak heran walau badan Arcell kurusan tapi masalah makan , Arcell tak pernah mengecewakan.


"habis ini mau apa lagi?"


"mau peluk" Alde mengerutkan keningnya namun tetap saja langsung memeluk sang adik.


...🌚🌚🌚...


Arcell sudah membuat kan nasi goreng untuk mereka semua yang ada di SHouse. Dirinya pun kembali ke kamar untuk mandi terlebih dahulu baru membangunkan para Abang nya itu.


Di dalam kamar..


Arcell kembali membaca chat yang di kirimkan Marcell wajahnya seketika itu rasa sakit yang dirasakan nya kembali muncul.


dengan bodoh nya Arcell kembali membuat barcode di lengan nya padahal yang kemarin saja belum sembuh.


...Drttttttt...


ponselnya berbunyi,


...unknown (calling)...


^^^"Hallo?"^^^


"........"


^^^"masih belum tau, kenapa?"^^^


"........"


^^^"gue udah banyak ijin"^^^

__ADS_1


"......"


^^^"bulan depan deh, gimana?"^^^


"........"


^^^"okeyyy"^^^


...panggilan berakhir...


Arcell memperhatikan lengannya yang mana mengeluarkan darah kental yang menetes ke lantai.


...Ting ...


...unknown (chat)...


"jangan lukai tangan Lo!"


"gue bakal marah!"


"jangan main-main Cell"


^^^"hmm"^^^


"jangan buat gue


nyusul Lo ke Indo Cell!!!"


^^^"Fvck you!"^^^


"ok!! gue yang nyusul Lo!!"


"Gila Lo!"


^^^read^^^


Arcell melempar ponselnya hingga pecah, tangisnya tak berhenti sedari tadi bahkan dirinya tak merasakan perih.


...toktoktoktok...


"Dekk" panggil Alde dari luar


"Arcell"


"Apa bang!! Arcell lagi mandi" teriak Arcell padahal dirinya berbohong.


"makan sama-sama"


"iyaaaa"


untung Arcell ingat untuk mengunci pintu kamarnya kalau tidak bisa terciduk dirinya.


...🌚🌚🌚...



"Gue mau balik ke rumah ntar siang tapi nanti ke sini lagi" ucap Arpan


"Mau ngapain Lo?" tanya Aldo


"Bokap gue mau pinjem motor gue, ya kan motornya gue bawa makanya tuker dulu"


"Akh!" Arcell tak sengaja menyenggol ujung meja dan terkena lengannya yang luka.


"Tangan Lo berdarah Cell" Adit yang fokus ke lengan Arcell yang mana bajunya ada sedikit bercak merah


"Hah? eh ini liptin gua tadi tumpah"


"serius Lo? Jan bohong!!" ucap Aldo


"Mana sini liat" Alde ikut penasaran


"Dih apaan mana ada, udah ah Acell kenyang mau ke kamar"


mereka hanya bisa menatap Arcell heran. kenyang katanya? padahal makan saja belum Arcell nya. Raga menebak-nebak pasti terjadi sesuatu pada Arcell,


di waktu yang sama....


Gio sedang buru-buru ke warponem karna mendapat kabar kalau Rafa habis baku hantam dengan anak-anak Jupiter,


"Mampos pakbos datang"


"kelar udah kelar"


"muka Gio kalo serius bikin gua mau pipis


"anj bos gue nih!!"


percakapan beberapa anak-anak Zervanos yang mana melihat Gio baru saja datang.


Di pojok warung, Rafa menyesap Vape nya tak ada luka di wajah nya namun ada beberapa bagian di lengan nya berdarah terdapat goresan.


"Kenapa bisa Raf?" Rafa sedikit kaget mendengar suara Gio.

__ADS_1


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


__ADS_2