
Arcell berjalan di koridor bersama Rafael, tadi pagi Rafael memaksa nya untuk ikut dengan dirinya padahal Arcell sudah akan berangkat dengan twins.
“Udah sarapan?”tanya Rafael
“Udah”
“Tapi gue belum” ucap Rafael
“Temenin makan” ucap Rafael lagi
“Udah mau bel El” Arcell menatap Rafael , Rafael membalas tatapan Arcell dengan wajah seperti memohon.
“Yaudah ayo” Senyum manis yang hanya di perlihatkan Rafael untuk Arcell memang membuat senam jantung terlalu manis.
Di kantin...
Baru saja mereka memasuki Area kantin, Bell berbunyi nyaring tanda memasuki jam pelajaran. Namun tetap saja Rafael memaksa Arcell untuk menemani nya makan.
Berita tentang Salsa menampar wajah Arcell tersebar, kenapa bisa? Ya karna Naya yang kesal langsung mengirim ke akun Stargram tentang berita tersebut.
“Jangan lama” pinta Arcell, Rafael mengangguk lalu memesan makanan.
Beberapa saat kemudian,,
Arcell menyenderkan kepalanya di atas meja bukan sakit hanya gabut saja tak ada kerjaan. Rafael datang membwa nampan berisi makanan, Rafael yang tak pernah sama sekali membawa nampan selain di depan Arcell.
“Sakit?” Tanya Rafael sedikit panik
“Hmm? Enggak”
“Makan, gue beli dua porsi”
“Tapi gue udah sarapan”
“Makan aja sedikit kalo gak abis nanti gue yang makan”
Mau tak mau Arcell makan, entah kenapa jika dengan Rafael Arcell tak bisa menolak seperti saat bersama twins kalau mereka sudah berkata maka seperti mutlak bagi Arcell untuk melakukannya.
“Si Bocah di cariin” kesal Naya,
“Emang lu ya! Di cariin ternyata di sini” Arcell hanya tersenyum
Mereka tidak belajar lagi karna sudah selesai ulangan,kenapa masih hadir di sekolah? Karna untuk mengambil nilai yang di bagikan juga remedi. Ko bisa Arcell dan twins gak ikut ulangan? Mereka sudah melaksanakan dua hari setelah keluar dari rumah sakit hanya di lakukan selama 3hari semua pelajaran di kerjakan ketiganya.
“Cell” panggil Raga
“Udah minum obat?” Tanya Raga setelah memanggil
“Udah” seraya makan
Mereka gabung di meja Rafael dan Arcell.
“Gila parah ya! Gue kira cewe polos ternyata kasar kasian ka Arcell bukan di tolong malah di gituin!”
“Makanya jangan mandang orang dari luarnya!”
“Salsa jahat banget”
“Untung aja Arcell masih bisa di tolong”
Sejak kemarin berita Salsa yang memukul wajah Arcell itu, Salsa tak pernah keliatan di sekolah begitupun Helena dengar-dengar keduanya pindah sekolah tapi ada juga yang berkata merek homescholling,
Padahal Arcell belum membalas apa yang keduanya perbuat walau sudah meminta maaf dengan tidak tulus.
Ting
Ponsel Arcell berbunyi, notif dari seseorang.
__ADS_1
Gio (chat)
“Cell lo mau nemenin gue?”
“Ke pesta ulang tahun Nabila
besok malam”
“Ganti nya jalan-jalan itu”
“Yaudah okey Gi bisa”
“Tapi keadaan lo gapapa kan?”
“Enggak papa”
“Oke nanti gue jemput”
Read
Rafael menatap datar Arcell,
“Makan! Mau gue banting hp lo?” tanya Rafael,
Raga yang ada di samping Rafael langsung menatap kesal Rafael karna mengatur-atur Arcell padahal dirinya saja tak pernah seperti itu pikirnya.
“Iya sabar” Arcell lanjut makan, Raga sedikit tersentak melihat Arcell seperti itu.
“Hubungan lo sama ni cowo apa Cell? Pacar?” Batin Raga
“Lo pada gak makan?” Tanya Arcell
“Enggak kenyang gue” ucap Naya
Mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing, Raga sesekali melirik Arcell bukan apa Raga hanya rindu Arcell yang selalu lengket dengan dirinya bukan seperti ini.
“Kenyang” Rafael melirik lalu mengangguk dan mengambil piring Arcell untuk di makannya.
Arcell sudah siap dengan Dres nya. Menunggu Gio menjemputnya di rumah Oma. di rumah Oma ada Twins dkk tentunya ada Raga mereka sangat posesif dengan Arcell awalnya tak membolehkan Arcell pergi namun karna sudah berjanji maka mau tak mau Keempatnya membolehkan.
...Tinn...
“ anjir Arcell cantik pake banget” Batin Gio
Gio menghampiri mereka yang berada di depan rumah, Arcell berjalan selangkah maju menghampiri Gio.
“Gue bawa Arcell dulu gak lama” Gio meminta ijin ke twins,
“Awas aja lo kenapa-kenapa ade gue!” Ancam Aldo
Mereka pun berangkat menuju lokasi di mana pesta ulang tahun di selenggarakan. Tiba di lokasi tersebut Gio dan Arcell masuk .
Arcell bergandengan tangan dengan Gio menghampiri anggota inti Zervanos.
“Anjas ibu negara nih yekan bos” Arcell tersenyum tipis bahkan tak terlihat
“Cell duduk dulu lo nanti kecapean” titah Rafa
Arcell langsung duduk di samping Gio, bertepatan Acara tersebut di mulai.
“Kue pertama buat siapa Bil?” Tanya mc
“Biasanya orang spesial ya kan” ucap Mc itu
Nabila seperti mencari-cari seseorang. Yaps betul Gio diriny pun membisikkan sesuatu ke mc.
“Ooohhh Mas nya yang duduk itu siapa namanya Bil” Mc memberikan kode ke Nabila
__ADS_1
“Siapa-siapa? Giovanni? Okey sepertinya orang spesial tersebut mas yang bernama Gio” Gio langsung mendatarkan wajahnya
Padahal tadi Gio sedang sibuk berbicara dengan Arcell juga Anggota Zervanos sambil bercanda tiba-tiba namanya di sebut membuat mood nya turun.
“Samperin aja Gi dari pada jadi bahan pelototan orang kita” ucap Abrar, Mau tak mau Gio mengangguk
“Tunggu bentar” bisik Gio,
Arcell hanya mengangguk. Gio menerima kue pertama itu tak bisa langsung kembali ke kursi karna Nabila menggandengnya.
Tak terasa pukul 21.29 wib...
Ponsel Arcell berbunyi.
Ting
Rafael (chat)
“Pulang!”
“Udah tengah malam!”
“Nunggu Gio”
“Pinta cepet! Udah malam!”
“Angin malem gak baik”
“Iya sabar gak enak”
“Gue tunggu 20menit”
“Kalo ga pulang gue jemput”
Read
Arcell celingukan membuat anggota inti Zervanos bertanya.
“Kenapa Cell?” Tanya Devan
“Gue di suruh pulang”
“Yaudah gue panggilin Gio” Arcell menganggguk.
Devan menghampiri Gio dan Nabila yang mana sednag berbicara dengan orang tua Nabila.
“Gi”
“Kenapa?”
“Arcell di suruh pulang” bisik Devan
“Gio sampe selesai acara kan di sini?” Tanya Nabila
“Pasti kan Gi? Biasanya juga gitu” ucap Mama Nabila
“Eh? Iya Tante” Gio mengutuk keduanya dalam hati
“Bilang tunggu bentaran” bisik Gio ke Devan
Devan kembali ke meja tempat mereka,
“Kata Gio tunggu bnetar Cell dia yang anter” Arcell mengangguk
Baru saja Devan berkata seperti itu,ponsel Arcell berdering. Terlihat nama Rafael di layar ponselnya.
...Rafael (calling)...
__ADS_1
“Gue di depan”
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...