
...BRAKKKK...
kaget mereka di dalam kaget kala pintu di tendang kuat oleh Alde,
"Alde Aldo ada apa?" tanya Bu BK , siapa yang tidak tau cucu pemilik sekolah? si kembar tampan ini. tak menjawab pertanyaan sang guru namun fokusnya ke arah Arcell
"Alde aku tadi di tampar dia!" twins tak menggubris perkataan Jesika,
"Pipi Acell kenapa bisa kaya gini?"
"Alde aku yang di tampar dia!!" ujar Jesika lagi,
"Ga beli es batu biar gak bengkak pipi Acell" titah Aldo, Raga mengangguk dan Beranjak pergi,
sekitar 20 menit seketika rombongan mobil tiba di halaman sekolah,
"Anjai siapa tuh!!!"
Grandpa turun lebih dulu dari mobil di ikuti asisten nya,
"Itu pemilik sekolah kan? ko tumben ke sini"
"keknya ada rapat nih pulang cepet"
"Anjai sugar Daddy!!"
"Tua tapi masih hot.."
"eh siapa tuh!! dokter?"
Azka tak sempat mengganti pakaian nya karna keburu kaget dan panik sendiri tadi,
"Astagfirullah untung gue gak bolos hari ini ketemu orang ganteng!!!"
"Ko bisa ada dokter? tapi gapapa ganteng pake banget!"
"Eh siapa lagi tuh? eh Tuan Gibson kan? anak pemilik sekolah?"
"Daddy nya twins?"
"ko mereka kumpul sih??"
"Ada apa nihh??"
Ketiga orang ini pun langsung menuju ruangan BK di arahkan oleh asisten Grandpa, mereka dengan raut wajah tak bisa di artikan bagaimana bisa di artikan coba,
Cucu kesayangan, putri satu-satunya, Adek kesayangan di tampar orang lain? bahkan mereka saja tak pernah berlaku kasar ke Arcell?
kepala sekolah yang mendengar ada pemilik sekolah langsung berlari panik apalagi tak ada menghubungi dirinya biasanya kan datang dan menunggu di ruang kepsek untuk bertemu cucunya,
"Tuan!" ucap kepsek ngos-ngosan,
"Ah kebetulan anda di sini mari ikut" ujar grandpa,
__ADS_1
Di depan ruang BK,
"Bubar kalian ngapain gerombolan tidak belajar kah?" ujar kepsek, murid-murid pun langsung bubar.
...Klikk ...
Mereka masuk ke dalam ruangan itu, tentu Bu BK dan Jesika panik bagaimana bisa pemilik sekolah berada di sini dan tentunya Jesika mengira Daddy twins kebetulan saja ke sini,
"what's wrong with your cheek?" tanya Daddy,
(ada apa dengan pipi kamu?)
"Ka periksa adik kamu! bagaimana bisa memar Seperti itu!!"
"Duduk Tuan!" ujar Bu Bk
"Bu keluarga saya sudah datang, itu Grandpa saya ,ini Daddy saya, itu Azka Abang saya, dan yang kembar ini Abang saya juga, Mommy saya gak bisa datang karna sedang hamil tua"
"Hah? eh ah maksudnya?"
"Murid yang anda pukul anak saya! jadi bisa kita Selesai urusan kita?" tegas Nico atau Daddy
"Maksudnya apa ini Bu Rini? sebenarnya ada apa?" tanya kepsek ikut panik,
Jesika Masih mencerna semua ucapan Arcell,
"Jadi? Arcell adik Alde dan Aldo? yang selama ini di sembunyikan mereka?" batin Jesika,
"Alde gue minta maaf gue gak tau kal.."
"Gue gak bisa Nerima penjelasan Lo! sekali cukup tapi ini sampai kedua kalinya Lo bikin Ade gue gini, sorry Jes cukup sampai di sini pertemanan kita" ujar Alde
"Dek buka mulut bentar" ujar Azka Arcell pun menganga,
"Bu Rini" ujar Arcell dengan raut wajah datar,
"Anu Pak ah Tuan saya tidak sengaja"
"Oh ya dad, Guru itu bilang aku anak haram dan anak yang dalam perut mommy itu anak haram juga" Mata Arcell kembali berkaca-kaca kala menyebutkan kata haram itu,
...PLAKKKKKKKK...
mata mereka menuju ke arah bunyi tersebut, Fara menampar wajah guru tersebut saat dirinya di ambang pintu tak sengaja mendengar ucapan Arcell emosinya pun semakin memuncak,
(bayangin aja hamil ya😭🔫)
mommy Fara
"Sayang aku kan sudah bilang kamu di rumah aja!" Daddy langsung memapah mommy ke kursi
"ANAK AKU BUKAN ANAK HARAM ASAL ANDA TAU!!!" teriak Fara,
"Dengar kan? Gue bukan anak haram!" air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya turun sendirinya
Azka yang tepat di hadapan Arcell langsung memeluk sang adik erat, Raga tak kuat melihat Arcell menangis mood nya sangat anjlok ingin menghancurkan semua barang yang ada di sini rasanya,
"Gue gak tau Lo bisa sekasar ini" Ucap Alde lalu beranjak ke Arcell
"Akhh sakit huh huh huh!"
__ADS_1
"Dad Mommy mau melahirkan!!" Ujar Azka yang melihat air yang keluar dari balik pakaian
"mas sakit!!!" rintih Fara,
"Tarik nafas pelan-pelan jangan panik" Nico menggendong Fara menuju ke mobil,
"Urusan kita belum selesai" ujar Azka saat hendak menyusul,
Mereka semua mengikuti Nico dari belakang,
Alde yang menyetir mobil Daddy menuju kerumah sakit di temani Azka yang mencoba menenangkan Mommy Fara, Aldo masuk ke dalam mobil grandpa menemani grandpa, sedangkan Arcell menggunakan mobilnya bersama Raga. mobil Azka tertinggal di sekolah,
"APA MAKSUDNYA SEMUA INI BU RINI !!!"
"hikss saya gak tau pak!! hiks saya hiks gak tau kalau Arcell cucu dari pemilik sekolah hikss"
"Kamu juga!! apa apaan kamu begitu dengan adik kelas kamu!!"
"Bapak jangan nyalahin saya dong! saya juga di tampar sama anak itu!"
"Bisa gila saya seperti ini, terserah saja lah dengar kata Tuan Azka tadi kan? siap-siap diri kalian saja!" kepala sekolah keluar dari ruangan itu kepalanya seperti ingin meledak memikirkan kericuhan hari ini,
...◼️◼️◼️◼️◼️...
"Tarik nafas hembuskan pelan-pelan"
"Hemmmmmmm huhhhhhhhh hemmmmmm. huhhhhhhhh"
"Mau keluar bayi nya eughhhhhhhhhh ughhhhhhhhh huh huh huh!!"
"Alde nak jangan ngebut ngebut!!" di sela ngejen nya Fara menegur anaknya agar tidak ngebut,
di mobil Arcell,
Raga sesekali memperhatikan Arcell yang sedang senderan seraya menutup mata dengan lengannya,
"Gue bodoh, kalau mommy sampe kenapa-kenapa ini alah gue!" ujar Arcell air matanya menetes di sela lengannya
"Gak seharusnya gue hubungi mereka, harusnya gue aja yang urus masalah gue gak buat mereka kaya gini hiks"
"Gue nyesel udah kepancing buat ngehubungin Mommy dan yang lain, kalo gak gue hubungin pasti gak bakal kaya gini"
Raga masih tak bisa berucap membiarkan Arcell mencurahkan isi hati dan pikiran nya, menunggu suasana hati Arcell tenang baru dirinya berucap,
"Gue cape" ujar Arcell lalu suasana menjadi hening,
...◼️◼️◼️◼️◼️...
Mommy di bawa ke ruang bersalin, ya walau baru memasuki 9bulan kehamilan mau tak mau segera di keluarkan baby nya,
"Acell mana?" tanya Alde
"Di mobil" Raga di minta Arcell untuk keluarga dari mobil karna dirinya ingin sendiri, Walau tak ingin keluar namun Raga tak bisa memaksa kehendak Arcell.
Alde menuju mobil Arcell,
...Klikkk!...
Pintu di samping Arcell terbuka, Alde menunduk seraya menyingkirkan lengan Arcell yang menutupi matanya,
"Adek Abang ko nangis? sini peluk Abang"
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...