Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 31


__ADS_3

"Kenapa lagi?" tanya Alde saat Aldo dan Arcell di depannya


"Biasalah manja nya keluar" Alde mengangguk


Malam nya Arcell sedang bersiap walau tak punya teman dirinya ingin pergi ke caffe Seperti anak-anak muda zaman sekarang.


"Mom Arcell mau ke caffe ini ,bawa mobil ya?"


"Jangan sampe tengah malam Cell , hati-hati"


"Iya ma love tou muachhh" mengecup pipi sang mommy



"Mau kemana Neng?" tanya mamang di depan,


"Biasalah mang"


"Yaudah hati-hati neng"


"Tancu mangg byee" Arcell langsung masuk ke dalam mobilnya


Tak butuh waktu lama dirinya tiba di caffe tersebut, Setelah memesan Arcell memilih tempat duduk yang berada di Rooftop karna pemandangan malam terlihat jelas dari atap.


"Gini amat gak punya temen" batin Arcell,


bukan tak ingin berteman tapi pengalaman Arcell yang kelam di bully karna tak memiliki seorang yang bisa di sebut ayah membuatnya tidak ingin punya banyak teman apalagi teman perempuan semua hanya fake menurut Arcell.


"cantik ko sendirian?" ujar cowo kira-kira seumuran dengan Azka. Arcell tak menghiraukan ucapan laki-laki itu dirinya memilih memainkan ponselnya,


"Sombong banget"


...grettttt...


bunyi kursi di tarik ,


Arcell melirik sekilas.


"Bisa jangan ganggu saya?" tanya Arcell dengan wajah datar,


"hmm gimana ya kayaknya gak bisa deh" menopang dagu nya lalu menatap Arcell dengan tatapan penuh nafsu,


"Oke!" Arcell mengambil tas nya lalu beranjak pergi, namun tangannya di cekal laki-laki itu.


"selagi saya masih baik tolong lepas!" pinta Arcell untuk terkahir kalinya,


"Duduk aja dulu kita ngobrol-ngobrol"


...PLAKKKKK...


"duduk aja sendiri anj!" Arcell menampar wajah laki-laki itu,


"Sialan!" laki-laki itu memegangi pipinya dan hendak membalas pukulan Arcell namun dengan Cepat Arcell menendang laki-laki itu hingga terjungkal ke belakang.


"Gila tu cewe tenaganya kuat juga"


"Ck, lemah banget"


"Good girl"


Arcell tak menggubris dirinya berjalan cepat menuruni setiap anak tangga sebelum laki-laki itu menyusulnya,


"Mba nih" Arcell memberikan uang 300k


"Cukup kan? nanti deh gue DM ke akun ig kalian kalo kurang. buru-buru soalnya maaf ya"


Arcell bergegas masuk ke dalam mobilnya, di lihatnya dari kaca spion laki-laki itu beserta Teman-temannya mengejar dirinya,


"Gila tuh orang makin banyak!!" Arcell hendak menghubungi Abang nya namun tangannya terlalu panik.


"Santai Cell santai tarik nafas hembuskan" mencoba tenang namun tetap saja tak bisa tenang,


...tinnnnnnn...


...tinnnnnn...


..."WOY BERHENTI !!"...

__ADS_1


..."CEWE SIALAN BERHENTI LO!!!"...


"kalo keroyokan gue gak sanggup bege astaga cowo banci bawa-bawa temen!!" gerutu Arcell


masuk ke dalam gang lalu keluar jalan raya orang-orang tadi tertinggal jauh karna Arcell menancapkan gas dengan kecepatan tinggi.


"jalan mana lagi ini Hwaaa bang Alde"


"Sampe keringat dingin anj!!"


"Gio!!" mata Arcell langsung berbinar saat melihat Gio yang berada di warung ,


Arcell menepikan mobilnya tak jauh dari mobil Arcell orang-orang tadi terlihat, Arcell langsung berlari menuju warung tersebut wajahnya sudah tak karuan lagi .


"WOY CEWE SIALAN!!"


"Ehhh!!! tolong hikss Gio tolongin guee hiks" Arcell langsung bersembunyi di balik kursi yang di duduki Gio,


"Apa apaan Lo!! ribut-ribut di sini" teriak Devan tak kalah ngegas,


"Gue gak ada urusan ya sama Lo pada!! gue ada urusan sama cewe yang baru lari ke sini tadi"


"Ck gak ada cewe di sini, yang ada tuh Mpok kita!!"


"JANGAN ALASAN LO ANJ!!"


"Kalo gak keluar gue bakar tu mobil!!" teriak laki-laki itu lagi,


"Hikss gue takut" rintih Arcell di balik kursi ,


Gio dapat mendengar rintihan Arcell namun bisa apa dirinya masih berbalut perban .


"Gila Lo ya?" tanya Abrar


"Brengsek nyari ribut Lo bocah!!"


...BUGGG...


"Yoo main pukul ni bajingan!!"


terjadilah pukul-pukulan di warponem, Gio hanya duduk menyaksikan walau kalah jumlah namun skill anak-anak Zervanos tak lemah tentunya apalagi yang di lawan mereka saat ini lembek semua.


"Hallo Cell?"


^^^"hikss Grandpa Arcell wants to be kidnapped"^^^


^^^(Hikss Grandpa Arcell mau di culik)^^^


"bercandanya jelek!"


^^^"Hikss Arcell beneran ayo vc^^^


^^^kalo grandpa tak percaya"^^^


"ok"


...Video call...


"kamu beneran?"


"Dimana alamatnya?"


^^^"Tau cari sendiri Arcell panik gak tau jalan!"^^^


"Astagfirullah kualat kamu"


^^^"Gapapa sekali-sekali"^^^


"Share lokasi"


^^^"iya"^^^


.................


Arcell mengirimkan alamat nya saat ini, Gio menatap heran Arcell sekilas lalu tak lama gerombolan laki-laki tadi tersungkur lemas karna tak kuat lagi melawan.


"Bos di apain?" tanya Tio,

__ADS_1


"Tanya dia aja" Gio menunjuk ke arah Arcell, sedangkan Arcell langsung berdiri matanya langsung terbelalak melihat pemandangan di depannya orang-orang yang mengejarnya tadi sudah tumbang.


"Astagfirullah Kalian gapapa? hiks maaf ya. ayo ke rumah sakit!!" ajak Arcell dirinya sudah


...Niung niung niung...


...(bayangin bunyi sirene polisi)...


"Lah ko ada polisi??" mereka langsung panik,


"Angkat tangan kalian dan jongkok!!" titah polisi


"Berlebihan" batin Arcell,


"Mampos emak gue ngamokk nih kalo gue ketahuan!"


"Arcell!!" panggil Grandpa,


"Ayo masuk ke mobil!!!"


"Stop pak!!" pinta Arcell ,


"yang itu teman-teman Arcell gak salah! jangan di bawa!!"


"Jelaskan di kantor!!"


"GRANDPA!!" Grandpa langsung mengibaskan tangannya tanda lepaskan mereka,


mata anak-anak Zervanos terbelalak bagaimana bisa kepala polisi tunduk dengan perintah kakek ini batin mereka, Gio juga di kepalanya sudah penuh pertanyaan siapa sebenarnya perempuan ini..


"Kenapa bisa ?" tanya grandpa


"Arcell lagi mau nongki di caffe trus tiba-tiba di goda sama tu cowo yang baju biru! Mana gak sopan lagi Arcell tendang eh ngamok dianya! ya Arcell kan gak bodoh lari lah Arcell malah di kejar"


"Hmmm okey grandpa paham"


"Mereka di apain?" tanya Arcell polos


"Di bawa ke kantor polisi Cell di tindak lanjuti"


"Grandpa teman-teman Arcell babak belur gara-gara Arcell" Grandpa mengangguk paham maksud Arcell,


"bawa ke rumah sakit nanti grandpa yang tanggung" Arcell langsung memeluk grandpa nya.


"ARCELLA!!" teriak twins,


"grandpa who tells twins?"


(grandpa yang memberitahu twins?)


Grandpa mengangguk, Sudah lah sudah terlambat untuk tidak menerima konsekuensi dari kemarahan kedua abangnya ini,


"Eh? gue pernah liat tu kembar deh"


"Kek yang waktu itu ngantar Gio ke RS bukan?"


"Iya tuh Gi noh yang ngantar Lo"


"Gak paham gue ! cewe itu juga gak asik gitu mukanya."


"Tuan Mari kita ke kantor untuk lebih lanjut nya" Grandpa pun mengikuti Kepala kepolisian itu,


"em anu gue minta maaf ya, dan gue bakal tanggung jawab luka-luka kalian. kalian bisa datang ke RS XXXX buat di obati. gue ke kantor polisi dulu"


Arcell pun langsung berlari menuju ke mobilnya karna Aldo sudah menunggu nya dengan tatapan datar, Mereka pun menuju ke kantor, di dalam mobil Arcell hanya diam saja tak ingin banyak bacot karna sudah pasti dirinya yang akan kena ceramah.


sedangkan di markas Zervanos ,


"Lo kenal Dev?"


"Lo lupa Raf? dia cewe yang waktu itu di caffe ! yang Lo aja kenalan!!"


"Eh iya anjrot baru inget gue"


"yang kembar itu juga waktu itu kan ngantarin Bos ke RS ya?" Tio ikut menimpali,


"Udah jangan bacot! obatin luka Lo pada dulu!!" Titah Gio karna tak ingin mendengar keributan teman-teman nya .

__ADS_1


dirinya sudah cukup pusing memikirkan bagaimana perempuan itu kenal dengan dirinya, tak 1 atau 2 kali pasalnya bertemu dengan dirinya dan akrab.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2