
“Sayang, kamu gak laper hmm?”
“Cewe jelek itu berulah lagi tau by”
“Dia nunggu aku di parkiran rumah sakit. Gila kan dia? Aku mau bunuh di tapi kata papa jangan dulu”
“Kamu tenang aja ya, orang yang buat kamu kaya gini bakal aku buat lebih mengenaskan”
“Sayang bangun dong! Aku banyak kerjaan tapi itu gak penting-penting banget”
“Kamu prioritas aku asal kamu tau!”
“Sayang dada aku sakit hiks” Rafael menangis di gelapnya malam dan di sepi nya koridor juga ruangan Arcell hanya terdengar bunyi alat pendeteksi detak jantung dan suara Rafael saja.
“Kamu gak kasian liat aku hmm? Aku sakit liat kamu kaya gini” Menyembunyikan wajahnya di dekat bahu Arcell sambil menangis.
Semua orang terdekat Arcell berubah 180 derajat menjadi lebih pendiam dan tak banyak bicara Rafa, Devan dan Gio juga begitu bahkan tiga sepupu nya juga mereka semakin penutup.
Dampak dari keadaan Arcell yang seperti ini memang sangat berpengaruh untuk mereka, bagaikan kerajaan tak ada raja nya hampa seperti lebah yang kehilangan ratunya .
“Sayang hikss baby wake up hikss” tangis Rafael.
Hanya Arcell yang tertidur dan dinding yang jadi saksi bisu Rafael menangis, tak ada yang pernah melihat Rafael menangis selain Arcell.
“Aku bisa gila Cell kalo kamu ninggalin aku hikss aku sayang kamu!! Ku gak mau kamu ninggalin aku hikss Babygirl bangun ya bangun aku mohon hikss” Rafael menjambak rambutnya sendiri sambil menangis.
Sakit bahkan sangat sakit membayangkan saja Rafael tak sanggup apalagi benar terjadi, Ayahnya Alexander saja sampai kagum dengan Arcell bisa menaklukkan anaknya yang gila kerja dan komputer. Merubah Rafael yang tak suka berdekatan dnegan perempuan hingga sebucin ini.
__ADS_1
Arcell masih tak menunjukkan tanda apapun, Rafael merebahkn kepalanya di bdekat bahu Arcell matanya ngantuk dan sembab habis menangis.
“Good night my wife” Sebelum benar-benar tidur Rafael mengecup seluruh waja Arcell termasuk bibir nya tak lebih selain kecupan hangat.
...🌑🌑🌑...
Rafael terpaksa harus ke kantor meninggalkan Arcell yang di jaga oleh tiga sepupu dan Gio dkk di rumah sakit, karna mendadak ada rapat masalah Rafael yang selalu di rumah sakit.
“Tuan, kalau anda selalu berada di rumah sakit anda akan kecapean dan sakit” ujar salah satu petinggi.
“Betul tuan, maaf kalau saya lancang tapi masih banyak perempuan di luar sana selain perempuan itu”
“Saya setuju dengan tuan Prata, apa perlu saya bantu mencarikan tuan? Maaf jika lancang”
Tiga orang pria tua bangka yang suka ikut campur urusan orang lain ini mencari mati sepertinya, untuk sekian lama baru kali ini mereka berani berucap seperti itu langsung dan dengan sengaja mengadakan acara rapat yang tidak penting dengan alasan penting.
“Uhukk uhukk maaf tuan bukan itu maksud kita, kita cuman menawarkan”
“Aku tanya APA HAK KALIAN MENAWARKAN HAL BODOH SEPERTI ITU KE SAYA!! INGAT TANPA SAYA KALIAN ITU TAK MUNGKIN BISA SEKAYA SEKARANG!!!”
“JANGAN KALIAN KIRA SAYA TIDAK TAU BERAPA UANG YANG SUDAH KALIAN GELAPKAN!!! KALIAN TAU KENAP....” Rafael menjeda ucapannya.
“Selain tiga orang ini boleh keluar! Jangan coba-coba berkhianat denganku”
“Baik tuan” ucap tujuh orang lainnya.
Setelah di pastikan keluar semua....
__ADS_1
“KALIAN TAU KENAPA DI DALAM PERJANJIAN DI LARANG UNTUK KALIAN UNTUK MINUM BAHKAN MENGGUNAKAN OBAT TERLARANG? Di rumah sekali pun hmmm?”
“Ti..tidak tuan” takut mereka bertiga.
Rafael sangat mengerikan sekarang, mereka bahkan sudah hampir kencing di celana. Mereka salah besar membangunkan singa yang sedang tidur juga serigala yang lapar.
“Di dalam perjanjian ada terselip tanda tangan organ yang mana menyetujui jika korupsi maka organ di tubuh semuanya menjadi hak perusahaan” jelas sekertaris Rafael.
“Uhukk-uhukk ti..tidak mungkin itu tuan”
“Ck, kalian kira saya tidak tau kalian korupsi hmm? Bahkan kalian juga ikut campur tangan dalam mencelakai gadisku”
“Bersekutu dengan jal4ng itu, di iming-imingi perusahaan baru yang bahkan belum terlihat” ucapan Rafael mampu membut mereka kencing di celana dan pucat pasi wajah mereka bertiga.
Apalagi Rafael yang duduk merokok dan mengelus belati tajam yang siap kapan saja tertancap di kepala salah satu dari mereka bertiga.
“Dan juga, tak hanya organ kalian tapi juga organ tubuh anak istri kalian” ujar Rafael santai.
“Tu..tuan maafkan kita!! Anak istri kita tidak salah apapun!!”
“Betul tuan.. semua kesalahpahaman”
“Kita bisa bicarakan baik-baik”
“Ah haha ya, kita bisa bicarakan baik-baik. Aku akan memanggil beberapa jal4ng untuk menemani kita berbicara” ujar Rafael sambil memberi kode ke sekertarisnya.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
__ADS_1
...TIDAK PATUT DI CONTOH YA WKWK**...