
Setelah acara selesai, Rafael kembali ke kamar, untung Rafael memiliki kunci duplikat kamarnya jadi kalau Arcell tertidur tidak perlu membangunkannya.
Rafael di ajak untuk minum-minum tetapi menolak karna tak ingin Arcell merasa tak nyaman melihat dirinya mabuk.
Saat masuk Rafael tak mendengar suara apapaun hanya keheningan di dalam kamar, semakin masuk ke dalam barulah terlihat Arcell, Septian dan Razell tertidur pulas.
Rafael tersenyum melihat ketiganya tertidur, seperti gambaran ketika Arcell menemani anak-anaknya tidur.
“Cantiknya” gumam Rafael.
Rafael memilih untuk mandi terlebih dahulu karna badannya sudah sangat lengket, nanti malam sepertinya akan ada makan malam bersama keluarga besar.
Walau tinggal sejam lagi kira-kira makan malam akan di laksanakan, Arcell yang tadinya tertidur mendengar percikan air dari kamar mandi langsung terbangun.
Di lihatnya ada ponsel Rafael di atas meja yang mana berarti suami nya itu sudah kembali ke kamar anjai suami gak tuhhh.
“El?” Panggil Arcell memastikan.
“Rafael” tak mendengar jawaban Arcell pun kembali memanggil Rafael.
Arcell kembali mundur ke arah meja dirinya lupa untuk minum obat agar daya tahan tubuh dan penyakitnya tidak kambuh,
Obat Arcell sudah di pindah ke botol vitamin makanya tak ada yang curiga, tpai percayalah Arcell sudah tidak apa-apa penyakitnya walau tak bisa di sembuhkan tapi tidak separah setahun hang lalu.
“Kamu udah bangun” tanya El sambil handukan kelaur dari kamar.
“Hmm”
“Mandi gih nanti isi perut baru olahraga” bisik Rafael yang mana membuat bulu kuduk Arcell meremang.
“Gak ada ya! Ga ada olahraga!” Ujar Arcell sambil mendorong Rafael pelan.
“Dih ko gak ada!”
“Lagi pms! Dah sana jauh-jauh nanti ni bedua bangun”
“Bertiga tau yang bangun” ujar Rafael mengode ke arah bawah sekilas.
__ADS_1
“Rafael iih!!!” Kesal Arcell.
Rafael tersenyum puas melihat Arcell yang blushing itu, Rafael menuju lemari untung mengambil pakaiannya.
“Bangunin Tian sama Razellnya mau makan malam sama keluarga besar sebelum pulang” ujar Rafael.
“Y” Terdengar kekehan lembut dari Rafael karna mendapat respon cuek dari Arcell.
Arcell mandi dan Rafael duduk di depan laptopnya karna harus mengecek takutnya ada berkas yang harus segera dirinya tanda tangani.
Itupun tanpa sepengetahuan Arcell, selama hari penikahan sebenarnya Rafael tak di perbolehkan oleh Arcell bekerja takutnya kecapean dan jatuh sakit.
“Mo dotdot” ujar Azell bangun dari tidurnya sambil duduk mengumpulkan nyawanya. Rafael langsung sigap membuatkan dodot untuk Azell.
Karna jika Azell sudah berucap sekali namun tak ada yang memberikannya percayalah dia akan menangis kencang, bayi umur tiga tahun ini mereportkan bukan wkwkwkwk.
“Ini dodotnya bobo lagi ya?” Azell naik ke pangkuan Rafael sambil meminum susunya.
Arcell sudah siap dengan pakaiannya cuman tinggal make up saja, melihat Rafael yang senderan sambil memangku Azell yang kembali tertidur pun membuat Arcell tersenyum.
“Hilih” ujar Arcell.
...🌑🌑🌑...
Makan malam keluarga besar memang sangat menegangkan tapi berbeda untuk hari ini dan malam ini semua terus berbincang tanpa beban.
Membahas permasalahan sepele hingga masalah perusahaan mereka, Nico dan Alex berencana mendirikan satu perusahaan yang mana mereka mendanai semuanya.
“Berapa ronde ntar Bang” tanya Haikal blak-blakan.
“Sesuai bulan lahir Arcell” Alde dan Aldo tersedak air minum mendengar jawaban Rafael, Untung tak ada perempuan hanya para laki-laki di sini.
“Gue gebukin lu!!” Ujar Aldo.
“Arcell bulan berapa si lahir? September atau oktober ya” ujar Adit
“Oktober” ujar Arpan.
__ADS_1
“Oktober bulan? 10? GILA BAEK-BAEK LO BANG!!” Ujar Adit ngegas.
“Gue tandain muka lo!!” Ujar Aldo.
“Jangan berlebihan” ucap Alde.
“Sans! Gue bercanda doang” Rafael juga tak mungkin sampai membuat Arcell kecapean berolahraga itupun kalau dirinya tak kelepasan.
Astagfirullah akhi bahas apa ini wkwkwk
Back to topic..
Sekitar pukul 20.45 wib mereka pun kembali ke kamar masing-masing ada juga yang berada di coffe and caffe itu.
Arcell sedang rebahan di atas ranjang sambil scroll aplikasi Vlive dirinya ingin mencari video Run BTS yang belum di tontonnya.
“El” panggil Arcell.
Arcell bangkit dari rebahannya berjalan mendekati Rafael yang sedang memandanginya sedari tadi.
Arcell duduk di bawah yang mana Rafael berada di kursi itupun seketika kaget dan sedikit panik.
“Ngapain duduk di situ! Sini duduk di samping aku sayang” Arcell menggeleng.
“El makasih banyak ya, kamu udah nerima aku apa adanya. Aku yang peny..” belum selesai Arcell berucap Rafael langsung mencium bibir Arcell sekilas.
“Kamu lanjutin ucapan kamu, aku *****-***** nih” ancam Rafael.
“Gak jadi gak jadi ampun yaaaa” ujar Arcell sambil berdiri kembali ke ranjang.
“Gemes banget sii” gumam Rafael.
“Gimis bingit sii” Arcell mengikuti gaya bicara Rafael yang mana membuat Rafael semakin gemas.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
HAYOLOHHHH**
__ADS_1