Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 108


__ADS_3

...BUGGG...


...BUGGGG...


...BUGGG...


...BRAKKKK...


...PRANGGGGG...


"Tusukan di balasan tusukan!"


...SREKKKKKK...


"Akhh!"


"Andai gue psikopat! gue bunuh Lo di sini sekarang juga sialan!!"


...BRUGGGG...



Waktu dini Hari,


Rafael gelisah dirinya tak suka melihat Arcell terluka bahkan menangis. ya walau mereka baru beberapa bulan kenal tapi bagi Rafael , Arcell itu spesial baginya.


Melacak keberadaan tiga laki-laki tersebut yang mana menusuk Arcell itu, dan ya ketemu di sini lah mereka sekarang gudang tua.


dengan bermodalkan chat salah satu dari mereka dengan berencana membeli barang(narkotika) merekapun terpancing.


"Kirim mereka ke penjara!" Bodyguard Rafael pun mengangguk


Rafael tak langsung pulang, dirinya mampir ke rumah sakit Ghouspital. untuk mengecek keadaan Arcell .


"Lo siapa?" tanya Aldo yang baru saja hendak keluar ruangan Arcell


"Ruangan Anjelo bukan?" tanya Rafael panik namun telihat kalem


"oh, bukan di sini Arcell" Rafael mengangguk


"Sorry salah ruangan gue, kirain tempat temen gue" Aldo mengangguk.


...🌚🌚🌚...


Setelah dua hari di rawat,


Arcell masih tak boleh banyak gerak karna jahitannya masih belum kering semua.


"Lo di begal Cell?"


"Lo gapapa kan?"


"hwaa kenapa sih Lo hobi banget luka"


"Lo sama luka itu kek pasangan tau!"


"Bisa gak jangan terluka lagi Cell"


"Gak bisa" simpel Arcell


Naya tak tahan ingin memakan Arcell hidup-hidup rasanya,


"Gila katanya ada murid baru lagi"


"Cewe cowo?"


"gak tau masih belum tau"


"misterius cok!!"


"Lambe star aja gak bisa nemuin identitas ni orang"


"Really?"


"Eh eh itu bukan?"


Rafael melepaskan helm dan merapikan rambutnya, Arcell yang berada di lantai dua langsung terkaget, Tak ada kabar berita tentang Rafael selama dua hari ini tiba-tiba sudah daftar sekolah,


padahal umur Rafael itu beda setahun dengan Azka namun wajahnya masih baby face bukan?


"kebanyakan murid baru gue rasa di sekolah kita" ucap Rafa


"Motornya anj pasti mahal" ucap Abrar


"Subhanallah tu muka Badas banget" ucap Nuel


"ingat gender El ingat" Devan mengingatkan

__ADS_1


Gio memperhatikan Rafael lalu memperhatikan Arcell karna saat ini Gio berada di lapangan basket yang tak jauh dari keduanya.


Rafael tersenyum ke arah Arcell yang mana membuat kaum hawa menjerit tentunya, Arcell buru-buru pergi dari tempatnya di ikuti Naya .


"why? go to school again! " tanya Arcell


(kenapa? pake sekolah lagi?)


"Cell Lo kenal?" bisik Naya,


"Nay gue mau ngomong berdua sama dia, Lo gapapa kan gue tinggal sendiri?" Naya mengerutkan keningnya


"tapi ingat luka Lo baru sembuh!" setelah berujar Naya pergi


Arcell menarik Rafael ke halaman belakang sekolah yang jarang sekali ada orang karna katanya horor ada mba kunti di situ.


"Kenapa hmmm?" tanya Rafael



Rafael langsung menekan pipi Arcell, gemas wajah marah Arcell bagi orang-orang sedikit judes tapi bagi Rafael itu sangat lucu.


"Udah gak usah sekolah lagi kenapa si !!!"


"Gabut Cell"


"Gak usah! kalo gabut mending Lo kerja!!"


"pengangguran Lo! mau makan apa ntar Lo hah!!"


"Cerewet banget, gue cium juga Lo!"


...DEGGG...


Arcell mundur beberapa langkah, ada keparnoan bagi Arcell mendengar kata tersebut,


"Bercanda elah! sini deh" Rafael merentangkan tangan nya.


"Duhh gemes" ucap Rafael



"gimana luka nya?"


"udah gak sakit ko" bohong Arcell


"enggak bisa Abang antar jemput soalnya"


"gak ada penolakan"


"Tap.."


"gue gak suka di tolak!"


"iyaaaaaa"


Bell istirahat berbunyi, tadi kelas Arcell jamkos maka itu bisa berkeliaran seenaknya,


...🌚🌚🌚...


Arcell berjalan menuju koridor kelas Twins,


...BRUKKK ...


"anj Lo ya! buta mata Lo hah!!" Pricilla si ratu bully, dia baru balik dari pertukaran pelajar di German,


"Ck" desis Arcell


"Minta maaf gak!!" titah nya


"Maaf gue terlalu berharga buat sampah kek Lo!" ucap Arcell


"baru Ade kelas aja belagu Lo!! gak di ajarin sopan santun Lo!!"


"Sttttttt" Arcell menaruh jari telunjuk ke mulutnya seraya berdecit


"mulut Lo bau ajab, dosa gue gak kuat nyium nya!!" Pricilla dan dua anteknya tersentak melihat keberanian Arcell


"MAKSUD LO AP!!!" tangan kanan nya siap ingin menampar wajah Arcell, namun dengan gesit Arcell menahannya


"Lo sentuh gue, gue jamin besok Lo gak bakal bisa makan"


"Ck, gue gak takut. Seret dia ke toilet!!" titah Pricilla ke Indah dan Sarah antek-antek nya.


...CLIK...


pintu toilet di kunci agar tak ada yang bisa masuk,

__ADS_1


"gue udah bilang kan? sentuh gue dengan tangan Lo? gue jamin gak bakal bisa makan?"


...KREKKKK...


...PLAKKKKK...


...PLAKKKK ...


...KREAKKK...


"AKHHHH!" bukan Arcell yang merintih melainkan Pricilla akibat lengan nya di printil juga wajahnya di tampar Arcell,


"sebelum mau berlagak! liat dulu lawan Lo siapa!"


...BRUKKK...


Pricilla terduduk dengan tangan kanan nya tergeser dari tempat biasanya, SAE pikiri diri deh gmn wk


Arcella meninggalkan toilet tersebut.


" Kata mommy : kalo orang mau nampar kita, kita harus nampar dia duluan dan harus lebih keras! hormati orang lain ketika dia menghormati kita." batin Arcell


wejangan dari Fara selalu Arcell ingat maka itu Arcell tak pernah takut akan apapun kecuali Tuhan dan orang yang menghormati sesama nya.


...Drttttttt...


Rafael (calling)


"Ada yang lebih lama dari


ini gak? gue lumutan nih"


^^^"Gue lupa! sabar"^^^


"Hmmm"


...panggilan berakhir...


Arcell mengetuk pintu lab IPA karna hari ini mereka twins ada kelas tambahan maka itu Arcell ingin pulang duluan.


"Ada apa?"


"Aldebara nya ada Bu?"


"Ada, sebentar"


"Aldebara ada yang nyari"


Alde yang tadinya fokus dengan tugasnya langsung menoleh ke arah pintu sekilas siluet tubuh Arcell yang sangat di kenal twins langsung beranjak menghampiri..


"Saya ijin Keluar bentar Bu" guru tersebut mengangguk


"Kenapa hmm" seraya mengelus rambut Arcell


"Arcell pulang duluan sama temen Arcell ya?"


"siapa?"


"Anak baru , Abang tau kan? kan satu angkatan sama Abang"


"Kamu kenal?"


"maybe, boleh ya? Arcell udah Janji soalnya"


"langsung pulang tapi? ke rumah Oma atau Daddy?"


"Oma" Alde mengangguk


"kalo ada apa-apa langsung telpon Abang?"


"Okey, bang jangan lupa janji Abang"


"iya nanti pulang les langsung jenguk"


...Cup...


"Makasih" Arcell mengecup pipi Alde lalu pergi begitu saja .untung saja tak ada yang melihat mungkin,


...🖤 Jangan like dan komen 🖤...


***GIMANA NIHH?


PADA OLENG GAK?


...ARRAF KEKNYA SABI***...


PAJAK JANGAN LUPA!

__ADS_1


__ADS_2