
"Raga!" Raga dan Alde menoleh padahal cuman Raga yang di panggil tapi reflek saja Alde ikut menoleh,
"Kenapa?" tanya Raga,
"Anjirt kenapa? nih tas Lo sama tas Arcell" Gio nyengir
"Oh iya makasih , maaf ngerepotin"
"Ah Selo Selo aje Selo! oh ya Arcell nya gak ada?"
"anj ni mulut pake keceplosan nanya Arcell" batin Gio,
"Ah maksud nya bukan itu, maksud gue Lu pada ngapain di RS" Alde melirik Gio dari kepala hingga ujung kaki Gio dengan wajah datarnya,
"gue masuk! jangan lama Lo kalo Arcell nyari Lo nanti" Raga mengangguk,
"Ni bocah apa hubungannya dengan Arcell? sampe segitunya banget" batin Gio,
"Gio ngapain si kek orang bego!" batin Devan
"Mommy Arcell melahirkan trus Arcell masuk IGD"
"Hah? ko bisa ?"
"Ya bisa lah Gi namanya human!" sahut Devan
"Brisik Dev! Boleh besuk gak?" tanya Gio
entah kenapa dirinya ingin memastikan bahwa Arcell tidak kenapa-kenapa,
"Raga!!" Salsa menghampiri Raga bersama Helena,
"Bu ketlas ngapain ke sini?" tanya Gio
"Kebetulan aja kenapa?"
"hilih ngikutin kita yaa" ujar Rafa blak-blak an
"eh? enggak sorry ye!"
"Siapa yang sakit Ga?" Raga memijit pelipisnya kepalanya sedikit pusing
sebenarnya Raga tidak terlalu suka di ikuti oleh orang lain selain orang terdekat nya seperti Arcell,
"Tante gue, Lo ngapain di sini?" tanya Raga,
"Ah anu ini temen mama nya Helena masuk rumah sakit" Berbelit-belit Salsa menjelaskan,
"ohh!"
...Drrtttttt...
__ADS_1
...Drrtttttt...
...Drrtttttt...
...Aldo (Calling)...
"Lu dimana??"
"Kita mau ke tempat mommy,
lu ikut gak?"
^^^"Tunggu gua otw!"^^^
^^^"Arc...."^^^
"Hah?"
^^^"gak jadi tunggu gue!"^^^
...panggilan berakhir...
Raga sebenarnya ingin menanyakan tentang Arcell namun di urungkan karna ada Salsa dkk, juga Gio dkk masih belum ada yang tau identitas Arcell sebenarnya hanya guru juga Jesika maka itu Raga mengurungkan niatnya untuk bertanya,
"Gue masuk dulu, oh ya makasih Gi" ujar Raga lalu beranjak pergi
"Bos trus kita ngapain lagi di sini?" Tanya Devan
"Hel masuk gak?" Salsa bimbang dirinya ingin menyusul Raga tetapi pintu yang di masuki Raga pintu IGD ,
Kedua perempuan itu meninggal Gio dkk tanpa menyapa atau berpamitan, Gio pun bingung dirinya harus bagaimana rasa kepo nya tentang keadaan Arcell masih memenuhi isi otaknya,
"Raf Dev lu duluan ke warponem deh, ntar gue nyusul"
"gitu dong dari tadi gue laper tau!" sahut Rafa,
"Trus Lu mau kemana?"
"Mau mulung gue , ya masuk lah banyak tanya!"
"S1alan! yaudah kita duluan hati-hati Lo kali di culik mba suster!"
"Anj kalo masih berbentuk manusi mah gue Bungkus kalo enggak ajak temenan aja"
"SAE lu!"
Mereka pun berpisah di depan pintu IGD , Rafa dan Devan sebenarnya kepo ingin tau apa hubungan Gio dan Arcell namun malas saja bertanya perut lebih penting untuk di isi.
Gio masuk ke dalam ruangan IGD namun tak ada Raga di dalam ruangan itu,
"Permisi sus, saya mau nanya tadi temen saya baru aja masuk ke dalam sini trus kemana ya?"
"Saya gak liat de maaf ya" Gio mengangguk,
__ADS_1
"Abang?" panggil Arcell
"Mereka marah? Arcell di tinggal sendiri? Arcell takut! Raga mana" berucap seraya celingak-celinguk mencari keberadaan twins dan Raga,
"lah itu Arcell tapi ko ke anak ilang ya?" batin Gio lalu terkekeh,
"Hiks maaf hikss maafin Arcell, Arcell gak maksud bikin hikss mommy sakit" menekuk lutut nya lalu menangis tanpa suara sebisa mungkin
"Cell?" panggil Gio,
"Arcell?" panggil nya lagi,
"Siapa ya?" tanya Azka, Arcell yang mendengar suara Azka langsung buru-buru menghapus air matanya,
"Eh?" kaget Arcell kala melihat Gio di sampingnya,
"Temen kamu dek?" Arcell hendak menggeleng namun tiba-tiba mengangguk,
"oh iya, Abang mau ke ruang operasi dulu ada pasien yang harus di operasi, Abang tinggal gapapa?" Arcell mengangguk,
"Temen Arcell kan? Saya titip Ade saya sebentar jagain ya sampe Ade saya yang lain datang" Gio juga refleks mengangguk
Setelah kepergian Azka keduanya hanya diam tak saling bicara seperti orag bisu, Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing tanpa berbicara, Tiba-tiba saja mata Arcell perih saat mengingat kejadian tadi di sekolah rasa bersalah dirinya yang membuat mommy nya sakit,
"Lo gapapa? kalo mau nangis? nangis aja gue gak bakal bilang siapa-siapa ko" tak ada jawaban dari Arcell, Arcell masih menekuk lutut nya,
"Gue tau kita baru kenal bahkan belum bisa di bilang akrab, tapi gue bukan orang bego yang diam liat cewe nangis di hadapan gue! kalo Lo butuh temen curhat gue siap aja ko, bahkan kalo Lo butuh bahu buat menopang masalah Lo, gue juga siap bantu Lo" tangis Arcell menjadi namu tak ada suara tapi tetap ketauan dari tubuhnya yang gemetar kuat ,
"Cell mau peluk gue gak? bukan gue modus tapi kata fyp tikt0k gue kalo cewe nangis itu di peluk biar tenang"
"Gue cape" dua kata yang di ucapkan Arcell membuat Gio semakin bertanya,
Gio yang greget pun memegangi bahu Arcell agar tidak di tekuk lagi, kini keduanya saling bertatapan dengan mata sebab air mata bercucuran di wajah cantik Arcell,
"Udah elah kek bocil deh jangan nangis makin jelek Lo" Gio menarik Arcell ke dalam pelukannya,
bukan berhenti menangis Arcell malah semakin menjadi sampai beberapa pasien bahkan dokter dan perawat yang ada di ruang IGD memperhatikan keduanya,
"Hikss maafin Arcell"
"Cape Arcell cape!! cape banget hikss" Seperti pasir yang tak ada habisnya otak Gio terus menerus mengisi pertanyaan yang sulit di pecahkan,
Gio hanya bisa mengelus dan memberikan ketenangan dengan pelukannya bagaimana pun dirinya juga tak berhak bertanya atau menuntut penjelasan tentang apa yang terjadi dengan Arcell,
"Cell jangan nangis lagi dong, Lo mau apa? nongki di caffe? atau apa? yuk berangkat"
"Atau mau ke mall?"
"Mau ke tempat mommy" kening gio mengkerut bingung,
"nanti deh ya soalnya gue gak tau nyokap Lo di mana" Arcell diam saja,
sedari tadi Arcell terus menerus menangis membuat Gio bingung harus bagaimana,ingin menghubungi Raga tapi tak punya nomornya ya walau ada di grub kelas,
__ADS_1
"hp Lo mana?" Arcell menggeleng di pelukan Gio tanda tak tau,
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...