Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 179


__ADS_3

“Bang” panggil Arcell


Alde mendekati ke arah sang adik, kini mereka semua berada di halaman belakang. Alde memeluk erat sang adik.


“Abang sayang ade” bisik Alde ke Arcell.


“Acell juga sayang abang”


Merek semua berbincang, Alde sangat menyanyabgi sang adik begitupun Aldo mereka merasa tak rela jika Arcell harus menikah muda.


“Gi, kuy balik” ajak Rafa.


“Kuyy” ujar Gio.


“Cell kita balik ya, makasih dan semoga lancar sampe hari h dan juga bahagia terus Cell” pamit Rafa.


“Kalo Rafael jahat kabarin gue! Gue jadiin sop daging nanti” Ucap Gio sambil mengacak-acak rambut Arcell.


“Tancu Gi” ujar Arcell.


Mereka semua mulai bubar dari rumah Arcell bahkan Rafael juga ikut bubar bersama ayahnya, Alex memaksa Rafael untuk segera pulang agar tidak terlalu lengket dengan Arcell terpaksa dirinya memaksa sang anak pulang.


“Sejahat apapun bokap lo? Dia terap bokap lo” Arcell membaca salah satu postingan.


“Ck, ucap seorang anak yang keluarganya harmonis” ujar Arcell sambil terkekeh.


“Tian kalo di suruh pilih ikut ka Acell apa mommy di sini?” Septian langsung menatap Arcell.


“Ikut ka Acell boleh kan? Tian suka di sini tapi Tian mau sama ka Acell terus”


“Boleh dong, sekarang Tian bobo udah malam besok sekolah” Septian mengangguk.


Arcell berada di kamar Septian sekedar menemani sang adik sampai tertidur lalu dirinya akan masuk ke dalam kamar Azell memeriksa sang adik bungsu dan mengetuk kamar kedua abangnya.


Seperti sekarang setelah beberapa menit memastikan Septian benar tertidur Arcell berjalan menuju kamar abang twinsnya.

__ADS_1


Terkadang kedua abangnya ini belum tidur karna tugas kuliah mereka yang mengharusnya untuk bangun.


“Bang” panggil Arcell smabil mengetuk pelan.


Karna tak ada tanda-tanda ada yang bangun Arcell memilih untuk pergi ke kamarnya langsung, di kamar Arcell duduk di sofa yang ada di kamarnya.


“Selama setahun lebih nyembunyikan sakit, lo hebat Cell. Jalananin kaya biasa ya buat orang terdekat lo bahagia apapun endingnya nanti setidaknya lo udah bikin kebahagiaan di mereka”


Arcell meminum inat terlebih dahulu lalu beranjak untuk pergi tidur, besok adalah hari sibuknya dia akan menyiapkan beberapa keperluan pernikahannya dengan Rafael.


Baju dan yang lain sudah jadi semua seminggu yang lalu jadi tinggal beberapa saja yang perlu di kerjakan sampai menuju hari H nya.


Malam begitu damai bagi Arcell..


...🌑🌑🌑...


“Acell bawa mobil sendiri yaaaaa!” Pinta Arcell


“Gak!”


“Jangan” ucap para raja-raja di rumah.


“Di antar supi aja ka” ujar Fara.


Arcell menghela nafasnya, orang tuanya masih trauma tak mengijinkan Arcell menyetir sendiri. Padahal Arcell sudah baik-baik saja.


“Tapi mom dad! Arcell mau nyetir sendiri biar gak ngerepotin”


“Gak ada! Gak ngerepotin itu! Itu kewajiban mereka Arcell” ujar Aldo.


“Mau kemanapun harus di antar gak boleh naik mobil atau motor sendiri” ujar Nico.


Arcell pasrah saja menurut ucapan kedua orang tuanya dari pada kenapa-kenapa. Hari ini jadwal Arcell perawatan niatnya minta temani kedua abang dan adiknya tapi sepertinya abang-abangnya ini sibuk.


“Mau abang temenin?” Tanya Aldo tiba-tiba.

__ADS_1


“Mau hehehe” Aldo yang gemas langsung mengacak-acak rambut sang adik.


“Lo gapapa ke perusahaan sendiri kan? Kerjaan gue nanti malam gue selesain” ujar Aldo ke Alde.


Alde sebenarnya ingin menemani juga tetapi dirinya tak bisa karna hari ini jadwal dirinya yang berada di perusahaan.


“Udah bilang ke El belum?” Tanya Fara ke Arcell.


“Udah, trus El bilang gak bisa nemenin masf dia sibuk mau ketemu klien nanti nyusul kalo udah selesai”


“Kapan berangkatnya?” Tanya Alde.


“Ini selesai makan langsung jalan sekalian ngabisin duit abang sama El hehehehe”


“Jangan boros ya ka” Fara mengingatkan.


“Mommy bilang jangan boros tapi El malah nyuruh Acell boros jangan ngirit katanya” Fara dan Nico hanya menggeleng.


Menantunya ini benar-benar, walau begitu Arcell tetap akan mengirit dan tentu pastinya akan menabung takutnya nanti ada yang mengincar El dan Arcell di ceraikan masa tak ada simpanan.


“Tian ikut ya?”


“Kamu kan sekolah” ujar Arcell.


“Nanti pulang sekolah kita jalan-jalan” ucap Arcell lagi karna melihat wajah Septian yang tidak enak.


Setelah sarapan Alde dan Septian bernagkat pergi ke kantor tetapi Alde lebih dulu mengantarkan Septian, sedangkan Nico sekarang berada di rumah saja sesekali mengecek keadaan kantoe memastikan kerjaan semua beres dan sesuai.


“Kalian berangkat sekarang?” Twnya Fara ke Aldo dan Arcell.


“Gak mom, gak jadi nanti siangan Aja mau bobo cantik dulu” ujar Arcell.


“Aduhaiiii” ujar Aldo yang gemas.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


NIKMATIN WAKTUNYA YA BESTIEE**


__ADS_2