Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 118


__ADS_3

"Haus?" Arcell menggeleng


"Ngantuk" ucap Arcell


"yaudah tidur dulu"


"Abang gak ninggalin Arcell kan?"


"enggak Abang tidur di sini"


"Kemarin kenapa bisa kaya gitu hmm?"


"Kecapean" emang benar Arcell kecapean apalagi saat di pantai kan sudah serasa gak enak badan.


"pipi kamu siapa yang pukul ?" Arcell diam


"siapa hmm?" tanya Alde lagi


"Abang" panggil Arcell


"kenapa hmm?" Arcell tersenyum manis


"peluk" pinta nya. Alde berdiri dan ikut rebahan di tempat tidur itu



hanya ada mereka berdua di ruangan Arcell, Fara dan Aldo pergi mencari makan.


"pipi Arcell di tampar sama..." menjeda ucapannya


"Kalo Acell kasih tau? Abang mau apain?"


"Acell mau nya Abang apain dia?"


"menderita"


"kasih Abang alasan? kenapa harus kaya gitu?"


"karna Arcell orang jahat, kejahatan harus di balas kejahatan" gumam Arcell seraya mendekatkan wajahnya ke pundak Alde


"Kita gak pernah di ajarin kaya gitu princess" Alde mencoba menghilangkan niat Arcell yang ingin membuat orang tersebut menderita.


"whatever, if not Arcell there must be someone who makes that person suffer "


("Terserah, kalau bukan Arcell pasti ada seseorang yang membuat orang itu menderita)


Alde tersentak mendengar ucapan Arcell, mencerna semua ucapan Arcell dan membiarkan saja apa yang di inginkan sang adik selagi tak melewati batas.


...🌚🌚🌚...


"Kal ntar malam ke tempat Acell gak?" tanya Arpan,


mereka duduk di parkiran sekolah, mereka sedang berencana untuk nongki dulu sebelum pulang ke rumah.


"gak dulu, Lo lupa? kita harus nyusun liburan sama anak-anak ? besok udah terakhir ulangan" ucap Haikal


"tau lo Pan" Saat mereka sedang berbicara, anggota inti Zervanos menghampiri mereka


"ada apa nich" ucap Adit


"mau ngajak gibah, Mayan nambah dosa mau gak?" jawab Rafa

__ADS_1


"idihhh Sabi si " Adit dan Rafa saling tos,


iya Anggota Zervanos sudah mulai akrab dengan Tiga sepupu Arcell ini apalagi mereka sama-sama geng motor.


"Warponem dulu gan" ajak Devan


"Three two one Goo" ucap Arpan


Di warponem sudah ada beberapa anak Zervanos yang berbeda sekolah.


"to the point Cok, kita sibuk juga cok" ucap Adit


Gio dan inti Zervanos menceritakan semuanya yang Helena bicarakan kemarin seraya menangis.


"Sialan! gue udah curiga sama tu cewe!" ucap Haikal dengan tangan terkepal


"Lo pada mau gimana?" tanya Gio


"Gue hubungin Abang Arcell dulu" Haikal berdiri dan berjalan agak jauh dari mereka


...Alde (calling)...


...***Nomor yang anda tuju sedang sibuk...


...cobalah beberapa saat lagi***....


Haikal menatap ponsel, karna Alde tak bisa di hubungi dirinya pun menghubungi Aldo


...Aldo (calling)...


"assalamualaikum kenapa?"


^^^"Lo di mana Do?"^^^


"kenapa?"


^^^"Lo bisa ke warung dekat sekolah?"^^^


"ngapa emang?"


^^^"bahas masalah Acell"^^^


"Oke tunggu, gue anter mommy


ke dalam dulu sekalian ngeliat


keadaan Arcell"


^^^"kita tunggu Do"^^^


...Panggilan berakhir...


Aldo menyusul mommy yang sudah jalan beberapa langkah di depan.


"Siapa bang?" tanya Fara


"Itu Haikal minta Abang ke angkringan"


"Abis sholat magrib aja bilangin baru ke situ tanggung"


"iya mom nanti Abang bilang"

__ADS_1


...S...


...K...


...I...


...P...


Arcell tertidur di pelukan Alde, Alde hanya bermain game sesekali mengelus rambut Arcell dan mengecup sayang adiknya.


Walau mereka tak sedarah, Alde Sangat sayang dengan Arcell bahkan bisa di bilang melebihi apapun.


...click...


"Assalamualaikum" ucap Fara,


"tidur Acell nya bang?" tanya Fara ke Alde,


"iya mom" Fara tak mempermasalahkan kedekatan Arcell dengan twins yang sangat dekat seperti ini sudah sering terjadi.


Aldo masuk langsung menatap Alde tak suka, kenapa? karna Alde enak sekali memeluk Arcell sedangkan dirinya? sudah lama tak di peluk Arcell.


"Iri bilang! gosah melotot mata lu" ucap Alde


"Mommy" rengek Aldo


"Abang jangan ngerengek udah besar" ucap Fara seraya tertawa


...🌚🌚🌚...


"lama anjir hampir lumutan kita nunggu lu pada doang!" gerutu Haikal


Aldo mengeluarkan ponselnya dan memencet pesan suara yang sudah di rekam nya saat hendak berangkat tadi.


"MOMMY YANG MINTA MEREKA ABIS MAGRIB BARU KE ANGKRINGAN! KALO MAU MARAH SINI KE TEMPAT MOMMY!" pesan suara yang Aldo rekam yaitu suara Fara.


"To the point! Daddy sama bang Azka aja di RS"


"ya Allah andai gua berani gibeng lu, gua gibeng bang" ucap Rafa


Mereka pun mulai membahas dari awal yang mana Helena menangis di pinggir jalan sampai di mana mereka tau kalau Salsa yang memang masuk ke dalam setelah Arcell masuk dan keluar, juga saat Helena bertanya apa yang di lakukan Salsa di dalam hanya menjawab cuman ngobrol biasa.


"Sekarang Salsa Salsa itu mana?" tanya Aldo


"Bokap dia kan masuk rumah sakit, mungkin di RS dia nya" ucap Devan


"Siapa bokapnya?" tanya Alde


"Ganara Dirgantara" Alde mengangguk


"rencana Lo apa selanjutnya?" tanya Gio


"makasih info nya, sisa nya biar kita yang urus" ucap Aldo


Alde mengeluarkan uang berwarna merah Sepuluh lembar lalu meletakkan di meja.


"buat kalian, makasih udah peduli sama Ade gue" ucap Alde


Mereka nampak menolak tapi Alde memaksa dan setelah itu Alde juga Aldo pergi meninggalkan warponem tersebut.


...***🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


...MAAFFF SEKALI LAGII KALO PENDEK...


...PAJAK JANGAN LUPA***!...


__ADS_2