Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 129


__ADS_3

“ maaf El “batin Arcell,


Terlihat Rafael yang terduduk di sisi ranjang menghadap ke arah langit malam,



Tangan El penuh bercak darah pasti tadi El menghantam semua kaca yang ada di dekatnya terliht di beberapa dinding darah El jug cermin yang sudah pecah .


“Haii boy” Arcell sebenarnya merasa badannya sangat tak nyaman tapi demi Rafael yang selalu ada di saat terpuruk Arcell paksa agar Rafael juga merasakan apa yang di rasakan Arcell yang mana selalu ada orang yang peduli dengan dirinya.


“Rafael” panggil Arcell pelan seraya selangkah demi selangkah mendekati Rafael


“Its okay boy, kamu jangan nyalahi diri kamu sendiri dong ini semua emang udah takdir. Kalaupun aku benar-benar udah gak ada setidaknya kita pernah bersama” Entah sejak kapan Arcell tak menyadari pergerakan Rafael yang saat ini sudah memeluknya erat bahkan sampai membuat Arcell susah bernafas.


“No! Kamu gak boleh tinggalin aku!! Kamu gak boleh lakukan hal kaya gitu lagi, Arcella!” Arcell mengangguk


“Aku suka bau amis darah segar” ucap Arcell karna mencium bau darah yang mana bau itu di akibatkan dari luka Rafael


“El, kalo kamu kaya gini lagi aku bakal jauhin kamu sampai kamu gak bisa gapai aku” Rafael menggeleng


“Maaf maaf maaf, Acell Maaf” Arcell baru pertama kali melihat Rafael serapuh ini.


“Janji?” Ucap Arcell lalu melanjutkn kalimat lain di dalam hatinya


“Janji ya El, kalo pun aku udah gak ada kamu gak boleh lukai diri kamu! Aku juga berharap ending kita bahagia El semoga ya” batinnya


Rafael menggendong Arcell menuju kamar lain, kamar Rafael sangat-sangat mengerikan banyak pecahan kaca.


Arcell mengobati luka Rafael seraya menahan pusing di kepalanya, sesekali Rafael mengecup dahi nya.


“Taraaaa sudah” mencoba sebisa mungkin ceria agar Rafael tak menyadari kalau Arcell sedang sakit


“Ayo makan trus kita tidur! Besok kamu gak usah kerja di rumah aja! Kamu harus istirahat okey?” Rafael mengangguk lalu mengecup pipi Arcell yang sudah tak terlalu berisi.


“Makan malam yang terlambat” saat keduanya sudah berada di meja makan,


Arcell sengaja mengajak Rafael makan di meja makan kenapa? Karna Arcell tau para maid dan pengawal yang ada di mansion itu ingin mengetahui keadaan tuan muda mereka.


“Ekhmm!” Arcell menahan diri agar tidka terbatuk. Bukan berdehem ya.


“Ayo doa! Abis itu minum obat terus tidur deh” mata Arcell buram beberapa detik namun langsung kembali normal Arcell tak mengatakan itu ke Rafael.

__ADS_1


Mereka menikmati makan malam yang terlambat ini, Rafael tak henti-hentinya menggenggam tangan Arcell sesekali mengecupnya.


“Ekhmm uhukk” Rafael terkekeh lalu mengambilkan minum buat Arcell.


“Jangan liatin aku kaya gitu! Jadi keselek kan!!” Ucap Arcell sedikit berbohong karna memang Arcell saltinh namun bersamaan batuk .


“Mau pipis! Kamu tunggu sini” titah Arcell buru-buru menuju ke toilet dekat dapur.


“Uhukk uhukk”


“Uhukkk” batuk terkahir Arcell tutupi dengan tangannya lalu di liatnya ada bercak darah di telapak tangannya yang tadi menutupi mulutnya.


“Gwencana Cell, its okay lo pasti sembuh ko” gumamnya lalu membersihkan darah tersebut


Berlari menuju meja makan walau sambil memaksakan diri agar tak oleng karna mata dan kepalanya pusing juga beberapa kali penglihatan nya memburam.


“Ko kamu abis duluan!”


...Cup...


“Kamu lama”


“Tunggu bentar ya aku abisin punya aku” Rafael mengangguk


Rafael meletakkan telapak tangannya di dahi Arcell,


“Panas” Arcell mengangguk


“Tidur ayo! Besok aku harus sekolah” Rafael memeluk Arcell erat,


“El nikah yuk” celetuk Arcell Random


“Kamu serius?” Tanya Rafael bukan apa Rafael kaget tumben sekali Arcell berkata seperti ini kemarin-kemarin aja jawabnya enggak.


“Nanti dulu deh! Aku pikir-pikir lagi” ucap Arcell seraya terkekeh,


Rafael menggigit pipi Arcell gemas, setelah beberapa saat hening tak ada suara nafas Arcell kembali teratur. Melirik Arcell yang ada dalam dekapannya ternayata Arcell sudah tidur.


...🌑🌑🌑...


...Cupp...

__ADS_1


“Asaalamualaikum, hati-hati di jalan! Acell berangkat El! Jangan kerja!!” Arcell langsung lari mengibrit menahan malu nya


Rafael yang kembali sadar akibat kecupan singkat Arcell terkekeh memperhatikan Arcell yang berbalik lalu menjulurkan lidahnya mengejek.


Di waktu yang sama...


Keluarga Gibson sibuk mendekor untuk ulang tahun Arcell , iya hari ini ulang tahun Arcell yang ke tujuh belas.


“Mom balonnya ngeri banget!!!” Ucap Aldo seraya mengarahkan balon di genggamannya


“Aldo ya! Awas nanti meledak Do mommy takut”


DORRRR


membuat Fara terperanjat langsung memeluk Nico sedangkan Azell? Adik kecilnya itu malah tetawa bahagia.


“Maaf mom hehe” Fara hanya menggeleng


“Mas, Aldo iih ngeselin” adu Fara


“Do mau Daddy sita motor baru kamu?” Tanya Nico


“Ancamannya ga asik banget”


Hari ini hari jum'at pelajaran di sekolah hanya satu dan itupun guru nya jarang masuk. Naya memeluk Arcell lama


“Gwencana Nunna” ucap Naya seraya melepaskan pelukannya


“Nee” ucap Arcell lalu keduanya tertawa,


“Cell lo udah tau gak!! Ternyata ya ternyataaa jungkook gak cuman punya enam tapi lapan! Eighpack bukan sixpack!!!!”


“Udah tau Nay, resah banget gue liatnya” keduanya kembali tertawa


“Abis ini ke mall yuk, keknya ada yang baru di toko nya Eonni” Naya mengangguk


Satu kelas Arcell di undang oleh Fara, iya teman satu kelasnya sudah tau siapa Arcell dan mereka tak berani membicarakan atau mencari masalah dengan Arcell.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN **🖤...


...HAYOOOOOO ADA YANG SENYAM SENYUM KAHHHH?...

__ADS_1


MENURUT KALIAN APA ARCELL BAHAGIA**?


__ADS_2