Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 142


__ADS_3

Arcell sedang mengurus beberapa berkas untuk mengajak Septian pulang ke rumah, Iya Arcell mengadopsi Septian tentunya Arcell sudah minta persetujuan dari orang tua dan Abangnya untuk mengangkat Septian menjadi adiknya dan Arcell bilang kalau semua biaya dirinya yang menanggung bahkan biaya untuk Septian jajan Arcell yang tanggung namun Nico menolak dirinya tak mungkin membiarkan Arcell bekerja di usia dini.


"Tian ayo keburu malam nanti kita gak jadi ke Mall" ucap Alana mereka berada di Shouse saat ini


"Nay lo jadi ikut kan" Naya mengangguk


"mau kemana?" tanya Raga dan Bagas bersamaan karna mereka baru datang


"ke mall" ucap Arcell


"bertiga aja?" tanya Raga lagi


"iya masa rame-rame"


Naya malu dirinya menunduk saat bertemu Raga, dirinya merasa sangat hina berhadapan dengan Raga maupun yang lain, Raga Bagas dan twins sudah di beritahu tentangkeadaan Naya mereka kaget juga marah bahkan mereka berencana untuk menghancurkan kedua orang Naya namun Naya meminta untuk tidak melakukan apapun.


bahkan Naya saat ini sudah putus sekolah dengan alasan pindah sekolah padahal dirinya hanya di rumah saja, kehamilan Naya memang masih baru namun badan Naya yang berisi bahkan perutnya sudah sedikit menonjol membuatnya takut kalau ada yang tau. Naya juga tak pernah pulang kerumah sejak dirinya tau kalau sedang hamil.


oke back topic!


di sinilah ketiganya sekarang Mall Aston, 


"lo mau apa Nay?" tanya Arcell


“Gak tau masih bingung” Naya jika hanya bersama Arcell tak pernah malu-malu seperti dirinya dan para abang Arcell.


“Tian mau apa?”


“Mau buku” Arcell mengangguk lalu mereka menuju Gramedia


Pengawal bayangan Arcell selalu nengikuti mereka kali ini lebih ketat bahkan tak hanya dua pengawal ada delapan pengawal yang selalu mengikuti dirinya. Rafael tak mau kalau Arcell kenapa-kenapa lagi.


Saat ini Rafael tak berada di tanah air, pekerjaan Rafael yang tak selalu menetap membuat merka ldr. Arcell percaya kalau Rafael itu tidak mungkin macam-macam di luar sana.


“Gue mau beli novel deh” ucap Naya


“Beli nanti gue bayar” ucap Arcell

__ADS_1


“Gak ya Cell! Gue ada duit, jangan ngira gue bego banget njir!” Arcell terkekeh,


Naya memiliki tabungan sendiri dan tidak di ketahui orang tuanya bahkan tidak sedikit makanya fine-fine saja Naya jauh dari rumah.


Setelah membeli beberapa buku tulis untuk Septian juga novel yang di inginkan Naya mereka pun menuju restoran sudah waktunya makan malam.


“Cell rencana gue mau beli apart gimana” ucap Naya


“Jangan dulu Nay, lo tau kan bonyok lo lagi nyari-nyari lo”


“Tapi gue gak mungkin di rumah lo terus Cell”


“Gapapa elah lo kek sama siapa aja!”


“Gue malu sama abang lo, Raga dan bang Bagas”


“Ngapain malu? Lo juga denger kan kemarin waktu mereka tau kalo lo hamil reaksi mereka gimana? Mereka udah anggep lo ade juga Nay sama kaya gue” Naya mengangguk dirinya tak tau mau bagaimana lagi.


...🌑🌑🌑...


Jam istirahat,


“Ga cape gendong dong”


“Beban lo!” Ucap Raga namun tetap berjongkok agar Arcell naik ke punggungnya


“Ga” panggil Arcell


“Apa”


“Ko ngegas gitu jawabnya!”


“Apa Arcell!” Ulang Raga


“Menurut lo Naya gimana? Gue tau lo ada rasa ke Naya tapi sekarang dengan kondisi Naya kaya gini lo gimana?” Ingin Rasanya Raga membanting tubuh Arcell saat ini juga sahabatnya ini terlalu banyak bacot.


“Gue bakal selalu ada di sisi Naya jika dia butuh bantuan gue Cell, masalah perasaan ya gak bisa di apain. Kalo pun Naya emang gak bisa sama tu cowo insyallah gue juga gak janji si gue yang jadiin dia istri”

__ADS_1


“Kalo gak bisa? Ya gue ikhlasin. Lo tau gue gimana Cell pasti paham” Arcel mengangguk mendengar penuturan kata dari Raga, Arcell mengecup pipi Raga sekils lalu memberontak turun dari gendongan Raga.


“Kejar gue! Yang terakhir sampe kantin harus beliin ice cream!!” Teriak Arcell yang sudah berada jauh di depan.


Raga berlari menyusul Arcel, mereka menjadi pusat perhatian bahkan ada yang sengaja stop memperhatikan keduanya.


“Hosh hosh hosh gue menang” ucap Arcell


“Menang lo curang”


“Idihh gak terima bilang bos”


“Mau makan apa?” Tanya Raga mengalihkan pembahasan dari pada melanjutkan perdebatan yang tak ada habisnya dengan Arcell.


“Seblak”


“Gak ada seblak-seblak Cell”


“Numpang duduk sini bolehkan broh?” Tanya Rafa


“Duduk aja gosah pake bilang” sinis Arcell


“Mau seblak Ga!!” Ucap Arcell lagi


“Seblak trus mau jadi apa lo?” Tanya Gio


“Tau lo Cell seblak mulu” Rafa ikut-ikutan memojokkan Arcell


“Ko lo pada malah bela Raga si? Harusnya kan gue! Gue yang ijinin lo pada duduk di sini?”


“Lo gak liat Cell, noh tuh!” Ucap Devan seraya mengarahkan telunjuknya ke arah kedai seblak yang tutup


“T u t u p tutup” ucap Devan


“Ngeselin lo Van! Sana lo!” Kesal Arcell


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


MENURUT KALIAN CERITANYA KEK GMN? MKIN JELEK KH**:)


__ADS_2