
"Arcell mau sendiri, om ngawasin nya dari jauh aja"
Arcell menjadi bahan perhatian orang-orang karna paras nya yang cantik, Karna tak ingin membuang waktu Arcell menuju salon terbaik di mall ini dirinya ingin perawatan rambut dan badan full body pokoknya.
Selesai perawatan,
Arcell menuju tempat biasa anak-anak nangkring yang biasa di sebut Starbucks, karna sebentar lagi pulang sekolah Arcell meminta di jemput kedua abangnya di mall saja,
Karna masih belum di jemput Arcell keliling mall hanya berkeliling tidak berbelanja karna dirinya harus hemat untuk kedepannya siapa tau ada yang lebih penting..
"Nona muda, Bisa kah Kita istirahat dulu?" tanya Sebastian,
"Oh maaf aku lupa kalau kalian sudah tua" ujar Arcell,
Sebastian dan beberapa pengawal menatap tak percaya dengan ucapan nona muda itu,
"Untung cucu bos kalo bukan udah gue lempar dari atas sampe bawah" batin salah satu pengawal,
"Bercanda Om! kita duduk di restoran itu deh. Arcell traktir sebagai ucapan maaf" Arcell pun berjalan lebih dulu ke restoran tersebut,
Mereka makan bersama Arcell Seperti anak kecil karna badan Uncle Sebastian dan beberapa pengawal lebih tinggi sedangkan badan Arcell yang baru SMP tetap saja terlihat mungil lucu..
"Permisi..." salah satu pengunjung menghampiri mereka,
"Ada apa?" tanya Sebastian..
"Om, saya boleh Minta nomor telepon anaknya?"
...Uhukkk uhukkk...
"Minum dulu om" menyodorkan segelas air yang ada di meja,
"No..na??" Sebastian menatap Arcell,
"Maaf ya privasi" Arcell angkat bicara,
"Yahh jangan gitu dong, Instagram nya kalo gitu deh"
"Maaf privasi juga"
"Ya elah sombong banget!!"
"Ekhemm" Semua menoleh ke arah deheman tersebut,
"Who is he?" tanya Alde
(siapa dia?)
"Orang"
"Mas siapa ya?" tanya laki-laki itu,
Karna Aldo mampir dulu beli es boba jadi di sini hanya ada Alde, Alde menyeringai melihat laki-laki itu.
"saya?" Alde melirik dari atas hingga ke bawah.
"Saya pacarnya, mas siapa?" Alde langsung mengalungkan tangannya ke leher Arcell, Laki-laki itu langsung kikuk bingung,
walau laki-laki itu tampan tapi ya masih di atas rata-rata lah twins apalagi bersanding dengan Arcell,
"Whatt!!!! Aldebara?? punya pacar!!!"
"Gak gak gak boleh!!"
"Sumpah tuan muda Gibson?? punya pacar!!"
__ADS_1
"perlu di storyin nih harus!!"
Ucap para kaum hawa yang ada di restoran itu, tentunya mengenal twins,
Arcell menghela nafas panjang, lihatlah tingkah Abang pertamanya ini keterlaluan bukan? terang-terangan membuat dirinya jadi bahan pembicaraan,
"I want to kill you" bisik Arcell,
(aku ingin membunuh mu)
Arcell menutup setengah wajahnya dengan rambut karna banyak yang mengambil momen tersebut untung dirinya segera menyadari itu kalau tidak hilang sudah ketenangannya.
"Ayo pulang" ajak Alde menggandeng tangan Arcell,
"Om Bas bayar bill nya" titah Alde,
"Baik Tuan muda"
Tak bodoh Alde, Alde pun melepaskan jaketnya lalu memakai ke Arcell untuk menutupi wajahnya, dan seketika itu juga banyak gerombolan kaum hawa yang bisa di bilang fans Alde Aldo,,
"Arcell regret asking to pick up !!"
(Arcell nyesel minta jemput !!)
Alde hanya terkekeh mendengar ucapan sang adik, Mereka turun melalui eskalator di lantai 3 saat hendak naik kebetulan Aldo yang membawa es boba melihat gerombolan orang di belakang Alde ,
tentu saja ada pengawal maka itu keduanya tak dapat di sentuh Arcell ingin sekali menggigit otak abangnya itu agar lebih pintar sedikit,
"Astagfirullah pangeran twins!!"
"Aldobara ganteng banget!!"
"YAAAA ALDEBARA!!"
"Siapa cewe nya sih!!"
"Pengen gue jambak tu cewe"
"Alde juga apa-apa sama tu cewe!!"
Arcell mendengar semua cibiran para fans sang Abang , karna lengan Alde melingkar di lehernya sangat mudah bagi Arcell melampiaskan kekesalan nya..
"Akhhhh!!" Rintih Alde pelan seraya menahan sakit nya.
"Ampun cell sakit!!" bisik Alde ,
Arcell melepaskan gigitannya, Mereka sudah berada di lobby mall namun masih saja para fans twins selalu mengikuti mereka.
"Kenapa jadi pada ngikut?"
...Tingg...
...Tingg...
...drttt...
...drttt...
Notifikasi dan telpon dari Jesika sedari tadi menghubungi Alde, Alde tau ponselnya bergetar tadi pertama berbunyi dirinya melihat Jesika yang menghubungi nya malas-malas Alde meladeni Jesika,
Mereka bergegas menuju parkiran lalu meninggalkan mall, Aldo celingak-celinguk bingung apa yang terjadi dirinya hanya mengikuti Abang dan adiknya ini di sela-sela para fans mengerumuni mereka.
"Ada apa sih?" tanya Aldo bingung,
"nih Cell es boba" Aldo memberikan es ke Arcell,
__ADS_1
"Kenapa sih bang Acell?"
Arcell tak menghiraukan dirinya mengecek ponselnya trending Twitter #AldebaraPunyaPacar, Arcell ingin melempar ponselnya ke kepala Alde andai tidak ada dosa dalam hidup ini bisa-bisa dirinya,
"TUHHH KANN AHHHHH ABANG BIKIN GARA-GARA AJA DEHH!!!!" teriak Arcell,
"GAK ADA SEORANG ALDEBARA KALEM PENDIAM ITU GAK ADA!!!" ujar Arcell lagi,
Yap benar yang di katakan oleh Arcell, Alde di luarnya saja pendiam terlihat jelas namun ketika hanya ada Arcell Aldo dan orang tua nya saja sifat murni dan jahilnya Alde melebihi Aldo ..
seperti sekarang lihat kan? walau tak bisa di bilang jahil namun dampak yang di buatnya sangat meresahkan warga negara A, Seorang Aldebara Pradipta Gibson memiliki kekasih,
"Astaga trending!! di Instagram juga sampe masuk akun gosip !" kaget Aldo,
"Sorry princess" gumamnya seraya menahan tawa,
Arcell tak menghiraukan dirinya mematikan ponselnya dan menyenderkan kepalanya, dari pada meladeni abangnya dan membuat kepalanya ingin pecah lebih baik tidur ..
Setiba di rumah,
Sudah ada mobil milik Jesika yang berada di halaman rumah, Sedangkan Arcell masih tertidur.
"Jesika tuh!!" ujar Aldo seraya menunjuk mobil yang terparkir,
"Menyebalkan!" ujar Alde,
Alde masih marah dan kesal dengan Jesika andai mereka bukan teman sejak kecil sudah Alde buat Jesika pergi jauh-jauh darinya.
"Tutup wajah Arcell aku yang akan membawanya ke kamar" Aldo mengangguk menuruti perintah sang Abang karna dirinya pun mulai tak suka dengan Jesika, Jesika terlalu banyak berubah semenjak mereka SMA.
Alde menggendong Arcell ala bridge style, Twins tau pasti Jesika berada di ruang tamu dan tentunya keduanya sengaja melewati ruang tamu walau ya bisa saja lewat pintu samping..
Keduanya berjalan bersamaan, Aldo membawakan tas milik Arcell seraya es boba miliknya Arcell yang sudah di berikan oleh Aldo, Masuk ke dalam Jesika langsung berdiri saat melihat Alde menggendong perempuan, Tangan Jesika mengepal erat sampai terlihat kulitnya memutih.
"Bi Masukin kulkas, cewe Alde nanti mau minum" Ujar Alde sengaja mencari masalah,
"Alde???"
"you're lying right? "
(kamu bohong kan?)
"Open me want to see his face !!"
(Buka!! aku mau liat muka nya!)
Jesika berjalan mendekati Alde namun langsung di hadang oleh Aldo,
"Gue ke kamar dulu"
"Gakk!! Alde Lo bercanda kan!!"
Arcell yang terusik dengan teriakan Jesika itu pun terbangun namun karna wajahnya yang tertutup jaket Alde dirinya hanya bisa menghela nafas kasar,
"Gue Mulu jadi tumbal" batin Arcell,
(Biasalah Cell Lo kan cewe anak ke tiga ya sabar ae lah wkwk)
Alde tak menghiraukan dirinya memencet tombol lift, Jesika sedari tadi mencoba mendekati Alde dan Arcell namun di tahan oleh Aldo, Bibi sedari tadi melihat para remaja ini hanya menggeleng karna tak mengerti apa yang di permalasahan kan.
"do lepas!!"
"Lo apa-apa sih Jes!! Lo itu tamu jangan seenaknya coba!!"
...DEGGG...
__ADS_1
"Assalamualaikum" Jesika yang sedang terkena mental langsung menoleh ke sumber suara begitu pun Aldo..
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...