
Mereka sudah siap untuk membagikan nasi kotak tinggal menunggu tim para cowo yang sedang sholat dan ada juga beberapa yang tidak ikut sholat karna beda keyakinan.
“Cell ada tamu di depan” ucap Nana.
“Nyari siapa ya?”
“Ini paket dari tuan muda buat nona” Arcell mengerutkan keningnya.
“Oke makasih, ah ya tunggu sebentar” ucap Arcell,
Arcell kembali ke depan seraya memberikan dua kotak nasi, setelah pamit Arcell langsung menuju kamarnya untuk membuka kotak yang katanya dari tuan muda, tentu tuan muda itu adalah Rafael.
Arcel lebih dulu membaca surat yang memang tulisan tangan, dirinya menduga kalau tulisan tangan itu adalah tulisan Rafael sendiri.
“Bby lusa aku akan jemput kamu jadi pilih salah satu di antara tiga gaun itu, kita akan ke pesta pernikahan sahabat lamaku”
-El
Baru mengecek gaun-gaun tersebut ponsel Arcell berbunyi,
...Drttttttt...
...Drttttttt...
...Yeobo❤️(calling)...
Halo? Sayang?
^^^Iya hadir^^^
Kamu udah liat gaunnya?
aku harap kamu pilih salah satu,
Jangan yang terbuka ya?
Kabarin aku kalo udah pilih
biar aku bisa pake yang sama
warnanya
^^^Iya sayang^^^
Okeyy
^^^Aku mau sibuk dulu bye bby^^^
Hmmmmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmm
__ADS_1
mmmmmmmmmmmmmm
...Panggilan berakhir...
Mereka sudah memasukkan ke dalam mobil, terkumpul 350 nasi Kotak dan tentu sudah di doakan agar yang ikut menyumbang atau yang ikut dalam sedekah jum'at berkah mendapat pahala.
“Yang cewe tiga orang sama gue” ujar Arcell.
Mereka membagi orang-orang, di dalam mobil terdapat empat atau enam orang karna mobil arcell adalah mobil honda civic tak banyak yang bisa masuk atau di muat.
Setelah semua siap mereka berpamitan ke oma dan tentu peralatan yang di gunakan sudah di cuci oleh mereka tadi walau ada maid di rumah oma tetap mereka tak boleh membebani maid.
...Ting...
...Yeobo❤️(calling)...
Send pic.
Di dorm
lagi siap-siap mau landing
Ganteng kan pacar kamu?
^^^iya hati-hati^^^
^^^Y^^^
...Read....
Arcell sedang sibuk Rafael malah banyak tingkah mencari perhatiannya bukan Arcell tak suka cuman situasinya sedang berbeda, El tidak sibuk sednagkan Arcell sibuk.
Tokk
Tok
Tokk
“Panti kan?” Tanya Gio,
Iya Riverdoz mereka menggunakan kendaraan agar memudahkan mereka juga.
“Iya, tapi bagi dua deh temen-temen lo ada yang ngikutin yang lain”
“Iya tau, kan ini baru sampe depan gang”
“Iyain biar fast”
Mereka berpisah kalah lampu sudah berganti hijau, mereka menuju ke berbagai tempat yang berbeda. Karna setiap kelompok yang membagikan itu berbeda-beda. Tentu setelah selesai nanti mereka akan kumpul kembali.
...🌑🌑🌑...
Mereka sedang berkumpul di salah satu rumah makan milik Arcell yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Rafael.
__ADS_1
“Semuanya makasih kalian udah berpartisipasi dalam jum'at berkah kita yang dadakan ini” mereka semua berkata iya.
“Semoga ulangan tengah semester kita lancar, dan teman-teman yang agak pintar kita tidak tuli” ucap Arcell lagi.
“Sayangnya lo gak ada di sini Nay” batin Arcell.
“Eh Cell Naya kenapa gak ikut? Dia gak di Indo ya?” Arcell mengangguk.
“Dia di Indo cuman gak tau kemarin waktu gue ajak katanya lagi kerkol gak bisa”
“Telpon Naya aja Cell, biarpun dia udah pindah, dia tetap temen kita lah” Arcell tersenyum langsung menelpon Naya.
“NAYA GUE RINDU!!!”
“NENG NAYNAY SOMBONG AMAT!!!” Suara itu adalah suara Rafa,
“Huaa gua juga rindu kalian”
“Sok sibuk lo Nay”
“Emang sibuk su!”
“Kumpul lagi kuy!!” Ajak Gina
“Gue lusa mau keluar negeri pertukaran pelajar”
“Anjir tumben pinter lu” Naya memberikan jari tengah.
“Ya gimana ya gabut”
“Gue mo prepare dulu udahan ya? See u bestai”
“See u tai” ucap mereka semua.
Mereka menikmati makan malam bersama, Gio duduk di samping kiri Arcell sedangkan Raga di samping kanan.
“Tadi ya ada kakek-kakek kasian dia ambil abrang bekas mana cuaca panas, waktu kita kasih nasi kota mereka langsung seneng banget” ucap Rani sambil berkaca-kaca karna mereka mengingat kejadian tadi siang.
“Iya njir, tadi juga gue liat nenek-nenek kayaknya pokoknya dia tua mungutin berasbyang jatuh karna plastiknya sobek. Gue gak kuat anjir langsung nangis” ucap Wina.
“Kalian data kan? Rumah nya dimana siapa tau kedepannya kita open donasi?” Mereka mengangguki ucapan Arcell.
Setelah makan malam mereka langsung berpisah di parkiran terserah kemana mereka setelah ini yang pasti Arcell bakal pulang kerumah oma.
“Lo pulang atau ke Shouse?” Tanya Arcell ke Raga.
“Pulang, gue lusa mau ke hotel Aston mau ikut?”
“Gak bisa sorry, minggu depan gimana?” Raga mengangguk.
“Ayok Cell!!” Teriak Arpan karna Arcell lama sekali berjalannya.
Ketiga sepupunya akan menginap juga di rumah Oma, sudah lama mereka tak tidur di rumah oma tapi tentunya Arcell pulang kerumah dulu untuk menjemput Septian.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
MF KLO G ASIK**!
__ADS_1