Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 175


__ADS_3

Rafael terduduk lemas bahkan Fara dan Oma pingsan, Haikal, Adit dan Arpan menangis. Dunia mereka serasa hancur mendengar bunyi garis lurus dari monitor itu.


“Cell!! Arcell hey!!!” Azka mencoba mengejutkan jantung Arcell dengan alat namun nihil,


Rafael memberi kode ke sekertarisnya untuk mencari Grace si dalang dari semua ini segera dan eksekusi. Dirinya benar-benar tak bisa berpikir jernih.


“Arcell heyy!!” Azka tak henti-hentinya mencoba menekan alat kejut itu.


“Ka Acell” tangis Septian.


Rey terduduk lemas semua yang mendengar kabar tersebut pun langsung lemas bahkan pingsan. Arcell perempuan kesayangan keluarga besar, anak yang cantik baik dan suka menolong.


“Cell abang mohon hikss” tangis Azka.


Azka menangis sejadi-jadinya, Rafael? Dirinya menangis dalam diam, Semuanya kacau. Rafael sudah merencakanan jika Arcell bangun dirinya akan langsung menyelenggarakan pernikahan walaupun Arcell masih sekolah.


“Anak aku!!!!!! Hikss anak aku!! Acellll!!!” Tangis Fara.


“GAKKKKKK!!! ACELL SAYANG HEY BANGUN!!!” Nico memeluk sang istri agar tenang.


Fara histeris begitupun oma bahkan Haikal saja sampai menangis sejadi-jadinya.


Rey mencoba menghubungi Altwins yang saat ini berada di German.


...Bang Aldo(calling)...


^^^Bang hikss^^^


^^^Ka Acell ud hikss ^^^


Kenapa Rey?


jangan bikin panik lo!!


^^^Ka Acell udah hikss gak ada!!^^^


Ngelawak lo?


gue geprek tau rasa lo!!


...ACELLL BANGUN SAYANG HIKSS...


...suara Fara terdengar jelas di telpon itu,...


Lo bohong kan?


lo jangan macam-macam dah!!

__ADS_1


^^^Bang!!^^^


Anj!! Sialan!!! Fvckk!!!


gak mungkinn!!! Ade gue kuat cok!!!


^^^Bang!! Pulang ya!!^^^


Iya!!


...Panggilan berakhir...


Rey kembali mentap ruangan Arcell sambil duduk di lantai tangisnya tanpa suara sambil memeluk Septian yang sedari tadi menangis.


Di waktu yang sama, German.


“Gak hikss gak mungkin!!!” Sambil membereskan koper nya Aldo menangis juga bergumam.


“Gak mungkin!!”


Aldo keluar kamar meninggalkan kamarnya begitu saja bahkan kopernya masih berantakan. Mengetuk kamar Alde.


“Kenapa?” Tanya Alde.


“Hikss Acell udah gak hikss gak ada hikss”


...PRANGGGGG!!!...


“Jangan bercanda lo!” Ujar Raga.


“Ngapain gue bercanda kya gitu anj!!” Ucap Aldo.


“Beres-beres kita balik ke Indo!!” Perintah Alde, Alde mencoba berpikir tenang walu hatinya juga hancur mendengar berita ini.


Bagas yang mendengar keributan pun langsung keluar dari kamar, terlihat Aldo yang menangis di pelukan Alde sejadi-jadinya. Raga yang menutupi wajahnya.


“Kenapa nih? Perasaan baru tadi dah balik dah kaya gini aja cok” ujar Bagas.


“Beresin barang lo Gas, kita balik” ujar Alde.


Mereka pun langsung beres-beres, Bagas hanya mengikuti perintah Alde saja karna terlihat seperti sangat serius.


...🌑🌑🌑...


Arcella Queenzie Gibson, Tanggal 17 oktober 2021 pukul 04.00 wib.


Rafael membayangkannya saja sangat pilu, tak ingin jauh dari Arcell. Mencoba sebisa mungkin tidak marah ataupun mengamuk saat ini.

__ADS_1


“Ikhlasin El” Alexander memeluk sang anak.


“Papa tau kan papa tau kalau El sayang banget ke Arcell!! Acell juga janji pa!! Janji kalau El balik ke Indo kita bakal rencanain hari pernikahan!!” Alexander menenangkan Rafael.


“Jangan egois El, udah takdir nya kaya gitu”


“Kamu harus ikhlasin biar Arcell tenang di sana boy!”


“Gak bisa pa gak bisa!!!!” Lirih Rafael.


Arcell sudah di nyatakan meninggal dunia namun Rafael menentang dan meminta untuk tetap di pasang semua alat medis di tubuhnya.


“El ikhlasin ya? Arcell nya udah gak sakit lagi” Alexander mencoba memberikan pemahaman ke Rafael agar anaknya mau melepaskan semua infus dan lainnya yang ada di tubuh Arcell.


Kenapa kaya gitu? Karna di depan pintu ruangan Arcell di jaga sepuluh orang bodyguard bahkan keluarga Arcell tak di perbolehkan masuk kecuali oma, grandpa dan orang tuanya.


Rafael juga memaksa ke orang tua Arcell untuk terap memasang semua alat itu menurut Rafael pasti ada harapan dan pasti Arcell akan sadar.


Namun sudah siang seperti ini Arcell tak menunjukkan tanda kalau dia akan segera bangun, Fara juga sudah membujuk Rafael karna dirinya juga mulai menerima kenyataan yang mana ikhlas. Tetapi Rafael tetap Rafael, si keras kepala dan hanya menurut dengan Arcell saja.


“Mom Dad!!” Alde dan Aldo mendekati ke orang tuanya.


“Bohong kan?” Tanya Aldo.


“Mom bilang itu bohong kan? Ini prank kan? Kamera di man kamera?” Racau Aldo.


“De Do hiks ade kalian hikss” tangis Fara kembali pecah.


Aldo berjalan menuju ruangan Arcell, menerobos masuk Rafael memberi kode agar anak buahnya memberikan lewat.


“PRINCESS!!”


“Sayang!!”


“Adek abang yang cantik heyy!!”


“HEYY ACELL!!” Aldo menepuk-nepuk pipi Arcell pelan.


“Dingin? Ac nya kekencangan!!” Racau Aldo.


“Do” panggil Raga.


“Ga ac nya terlalu dingin! Ade gue kedinginan matiin dulu deh” Ujar Aldo.


Dada Raga sesak melihat Arcell yang sudah mulai pucat dirinya tak bisa hidup jika tak ada Arcell. dunia nya serasa berhenti begitu saja, air mata Raga turun tanpa ijin.


“Raga!! Lo denger gue gak!! Minta dokter matiin ac nya!!” Ucap Aldo ngegas dada nya sudah naik turun karna semua tampak hancur.

__ADS_1


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...MAAF GAIS GAK SESUAI KEINGINAN KALIAN🙏**...


__ADS_2