Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 176


__ADS_3

“El!! Heyy Rafael!!” Arcell menepuk-nepuk pipi Rafael.


Arcell sudah bangun sejak sejam yang lalu mencoba menggerakkan tubuhnya yang masih terasa sakit. Saat bangun ada Rafael di sisi nya sedari itu Arcell menatap wajah Rafael yang ada samping wakahnya.


Namun beberapa menit kemudian Rafael yang tidur tiba-tiba menjerit dan menangis namun keadaannya masih tidur. Arcell panik namun dirinya masih tak bisa bergerak lemas semua badannya.


Berusaha sebisa mungkin dan ya berhasil mengangkat tangannya untuk menepuk-nepuk pipi Rafael.


“Sayang!! Bangun!!” Rintih Arcell.


“Rafael!!” Rafael langsung tersadar matanya menatap tajam lurus.


“Honey??” Panggil Arcell pelan.


Rafael langsung menatap Arcell yang ada di sampingnya, mata keduanya bertemu Rafael masih diam air mata entah ijin atau tidak turun begitu saja.


“Kenapa hmm?” Rafael yang di tanya langsung duduk dan menampar wajahnya.


“Sakit?” Tanya Arcell


“Sa..kit” tangis Rafael pecah seperti anak bayi yang tidak di belikan mainan sambil memeluk Arcell.


“Jang hiks jangan tinggalin aku” tangis Rafael pecah.


“Kamu kenapa hmmm?” Rafael menggeleng namun tetap memeluk Arcell.


Rafael memilih diam tanpa menjawab pertanyaan Arcell, dirinya memeluk keras tanpa ingat kalau harus melaporkan keadaan Arcell ke dokter lebih dulu.


Pagi..


Septian yang bangun lebih dulu dan ingin melihat keadaan sang kakak langsung berteriak histeris.


“KA ACELLL!!!” Teriak nya.

__ADS_1


Sontak Azka dan Rey yang berada di ruangan mendengar teriakan itu langsung panik, keduanya langsung menuju kamar Arcell.


“Haii” sapa Arcell dengan senyum manisnya.


Rafael masih tidur sambil memeluk erat Arcell tak ingin melepaskan sama sekali takut Arcell bakal meninggalkannya dan itu terssa sangat menyakitkan.


“Minggur lo!” Usir Azka karna ingin memeriksa sang adik.


“G” semakin Rafael mengeratkan pelukannya.


“El biar abang cek aku dulu!!” Pinta Arcell.


“Huft!! Aku duduk sini pokoknya gak mau jauh-jauh” duduk di kursi yang ada di dekat temapt tidur.


Rafael menunggu dengan gelisah saat Azka memeriksa sang kekasih padahal Azka abangnya Arcell, tetapi Rafael ingin cepat-cepat memeluk Arcell lagi


“Lama banget Az!” Kesal Rafael.


Bertepatan dengan itu orang tua Arcell dan keluarga besar datang. Fara langsung memeluk sang anak dan menangis tak lupa memanjatkan puji syukur karna anaknya masih bisa melawan mimpi nya.


Rafael langsung duduk di sofa, duduk di samping Nico. Nico menangis dalam diam bukan marah atau apa itu tangis bahagia dari seorang ayah sangat tulus dan khawatir dengan Arcell.


“Dad, El mau nikahin Arcell besok” Nico yang tadinya menangis langsung menatap tajam ke Rafael.


“Punya apa kamu?” Tanya Nico.


“Punya banyak perusahaan yang lebih banyk dari punya daddy, anak tunggal kaya raya, pewaris tunggal satu-satunya dari keluarga Smith. Kesayangan Papa Alex yang bucin sama batu nisan. Harta melimpah. El jamin Arcell gak bakal kecapean tinggal duduk manis ngitung bau duit aja ko sama jaga anak-anak yang imut gemesin nanti”


ucapan Rafael yang awalnya hanya bisik-bisik kini di dengar satu ruangan mana di dalam ruangan itu banyak keluarga Arcell, Sedangkan Arcell sudah menutupi wajahnya malu, kekasihnya ini tidak tau situasi asal ceplas ceplos.


“Kalau saya tidak setuju bagaimana?” Rafael terdiam sebentar lalu berucap lagi.


“Pilihan daddy hanya dua, setuju atau iya saya setuju gitu aja karna dari segi ekonomi dan penghasilan El paling kaya juga wajah tampan El ini bikin Arcell tergila-gila”

__ADS_1


“Dan...” Rafael menjeda ucapannya karna menatap Arcell smabil nyengir dakjal.


“Dan kalau tetap menolak, mungkin perusahaan Gibson bakal bangkrut heheheheheh” dengan bangga nya Rafael berkata.


Bahkan Grandpa saja sampai menggeleng, Nico hanya menghela nafas calon menantu nya ini sangat bar-bar tanpa rasa takut mengatakan hal seperti itu di depan keluarga Gibson.


“Gak boleh besok! Nunggu Arcell puluh benar-benar dulu dan juga kamu harus selesaikan pekerjaan kamu dengan benar lalu baru rencanakan resepsi kalian” ujar Fara.


“MOMMY SETUJU?” Tanya Rafael yang di angguki Fara langsung.


Rafael berdiri hendak memeluk Fara namun dengan cepat Nico menjewer telinga Rafael.


“Nyentuh istri saya! Saya tidak akan segan membuat bangkrut perusahaan Smith” Rafael terkekeh.


“Santai daddy mertua” ujar Rafael no have akhlak.


Nico sudah memberitahu Twins kalau Arcell sudah sadar..


...🌑🌑🌑...


“Ngapain ke sini lo?” Tanya Rafael ke Aldo.


Iya twins, Bagas dan Raga saat mengetahui kabar Arcell sudah siuman langsung bergegas pulang, saat tiba Aldo langsung meminta supir segera menuju rumah sakit. Setiba di rumah sakit Aldo berlari lebih dulu dari abang dan sahabatnya.


“Lah? Jangan ngajak berantem dah El!” Arcell terkekeh.


Aldo yang melihat Arcell terkekeh langsung menangis sambil memeluk sang adik, Fara dan Nico tersenyum melihat mereka tak lama yang lain tiba.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


GIMANA? MASIH PADA GAK MAU BACA? JANGAN KAYA GITU LAGI YA:)


AKU JUGA COBA SEMAKSIMAL MUNGKIN NURUTIN MAU KALIAN.

__ADS_1


AKU JARANG UPDATE KARNA AKU LAGI UTS MAAF BANGET.


AKU MOHON, KALIAN PAHAM KONDISI AKU**


__ADS_2