
Arcell dan ketiga sepupu nya mengendap-endap keluar rumah, memastikan semuanya tidur dan sengaja memarkirkan mobil di luar.
Haikal menghubungi Lucas, mengatakan kalau mereka otw sirkuit.
...Lucas Aditya Bakhri (chat)...
^^^" kita otw bang"^^^
"oke hati-hati"
"kalo Lo pada kenapaΒ² gue
di amuk Rezqa ntar"
^^^"aman"^^^
read.
Arcell mematikan ponselnya agar tak dapat di lacak oleh Rafael. Mereka tiba di sirkuit....
"apa kabar Queen" ucap Lucas
"baik tentunya" mereka saling tos
"Lo main gak?" tanya Lucas
"gue nonton aja"
"yahh padahal Event kali ini hadiahnya Mayan"
"main aja elah Lo Mah sok-sokan nolak Mulu!" ucap Adit
"gue nonton aja"
"yaudah bagus, Lo juga baru sembuh" ucap Arpan
"sembuh? Lo sakit Cell?" Arcell mengangguk
"sakit apa?"
"asma doang" ucap Arcell lebih dulu agar ketiga sepupunya tidak bilang.
"nih pake kaget" Lucas melapas jaketnya
"baru tuh udah di cuci juga aman" Arcell mengangguk
mereka hanya nonton saja, dua jam berlalu tiba-tiba Arcell berucap ke Lucas untuk main satu putaran tapi baru saja hendak berucap dirinya melihat bayangan seperti orang yang sangat di kenalnya,
" Rafael !! mampus!!!!" Rafael menatapnya tajam
"Woy ayo balik!!" ajak Arcell kepada ketiga sepupu nya sesekali Arcell melirik ke arah sebrang yang mana tempat Rafael berada tadi
" ilang? halusinasi doang?" batin Arcell
"Lo Napa Cell" tanya Haikal
"ayo pulang!!" ajak Arcell sedikit merengek
__ADS_1
"baru juga sampe Cell" ucap Adit
"yaudah sini kunci mobil gue pulang sendiri" Haikal memberikan kunci mobil
Arcell berjalan menuju parkiran sesekali melirik ke belakang samping, saat Arcell hampir tiba di parkiran Rafael langsung menariknya.
Arcell tak memberontak karna tau itu Rafael, dari mana tau? parfum Rafael itu khas sendiri dan mahal maka itu Arcell hapal baunya. menarik Arcell ke arah mobilnya,
"masuk" Arcell kekeh tak mau masuk
"Masuk Arcell" lembut namun penuh penekanan
"gak mau!"
"Arcella Queenzie Gibson! masuk cantik" Arcell langsung masuk
Setelah memastikan Arcell masuk Rafael meminta salah satu anak buahnya untuk menjaga mobil Haikal yang mana kunci mobilnya juga di titipkan.
...BLAMMM...
Pintu mobil di bagian supir di tutup kencang membuat Arcell sedikit kaget, Rafael melepas jaket.
"pake ini lepas yang itu!" titah Rafael
"gak mau"
"Cell gue gak mau marahin Lo! jadi nurut!" mata Arcell sudah berkaca-kaca namun tetap menurut ucapan Rafael
"Lo udah janji kan sama gue? kenapa masih ngeyel hmmm?"
"iya Lo gak ikut balapan tapi Lo nonton kan? Arcell mengangguk
"Lo tau? susah nya gue nyingkirin para cowo yang mau nonton di samping Lo kecuali sepupu Lo!"
"buat apa juga Lo kek gitu ke gue! kita gak ada hubungan apa apa El" Rafael diam menahan amarahnya.
"IYA KITA GAK ADA HUBUNGAN APA-APA CELL! TAPI GUE SAYANG SAMA LO! SUKA SAMA LO! LO TAU ITU TAPI LO GAK MAU MEMPERJELAS NYA!!" Arcell kaget saat Rafael berteriak untung nya kedap suara mobil Rafael.
"Cell" Rafael langsung melemah dan merasa bersalah kala Arcell menangis
"Stttt maafin gue Cell, gue kelepasan! gue cuman gak mau Lo kenapa-kenapa" Rafael memeluk Arcell
"udah okey? jangan nangis plis gue minta maaf" Arcell masih menangis tak bisa berhenti.
"Maafin gue Cell" Arcell mengangguk
"gue anter pulang ya?"
"nunggu Haikal dan yang lain aja" ucap Arcell dengan suara khas habis nangis
"yaudah tidur gih nanti aku bangunin"
"jangan tinggalin aku sendiri" ucap Arcell seraya menggenggam tangan Rafael
"iya cantik"
__ADS_1
...πππ...
Hari ini mereka semua akan mengadakan makan-makan, Bagas sedari tadi sibuk bergaya dengan di fotokan Raga.
"Kata Oma kalo foto trus bisa buat umur kita makin pendek" ucap Arcell seraya terkekeh
"lambe mu! gue geprek Sabi Cell"
"ABANGGGGG!!" teriak Arcell tak terlalu nyaring
"Kenapa hmmm?" Alde sudah berdiri di samping tiang seraya berkacak pinggang
"masa bibir Arcell yang seksi ini mau di geprek sama bang Bagas" dengan gaya ingin menangis
"ngajak baku hantam? atau baku tumbuk Lo Gas?" bukan Alde tetapi Aldo dengan mengarahkan sapu ke arah Bagas
"kalem bro kalem! gue tau ini kampung Lo pada tapi ga gini juga!" ucap Bagas
"Ceburin ke sungai depan Sabi si Do" kompor Adit
"ngadi-ngadi gila Lo Dit!!" Bagas berancang-ancang untuk kabur
"Lo ganggu Princess nya kita berarti udah terima konsekuensi nya dong bro" ucap Haikal
Arcell mengabadikan momen Bagas di gendongan mereka rame-rame, pasrah Bagas pasrah.
"hp gue cok sama dompet astagfirullah!!!" meronta-ronta saat mau tiba di depan sungai
"Cell pegang" Arpan memberikan ponsel dan yang lainnya.
...BYUURRRR...
"anjirrr dingin parah Lo pada!!!" Bagas menggigil kedinginan
Mata Aldo dan Bagas saling lirik dan sedetik kemudian keduanya mengangguk, target selanjutnya Raga.
"Anj apa-apaan!!" meronta-ronta namun tetap saja lima orang vs satu bakal kalah, Alde tak ikut hanya berdiri di samping Arcell sedari tadi.
"Gila gue gak mau!!"
"MOMMY!!!!" Rengek Raga, tawa Arcell pecah kalah melihat Raga merengek. Raga yang mendengar tawa Arcell yang sudah lama tak di dengar pun pasrah di ceburin juga,
namun sebelum tercebur Raga menggenggam erat tangan Aldo juga Adit hingga keduanya ikut tercebur.
" bego hp gue masih di kantong" ucap Aldo seraya mengeluarkan ponsel nya
mereka langsung bergerombol menunggu ponsel Aldo dan Untung nya tak kenapa-napa tu ponsel.
"BAGUS YA BAGUS!! MANDI SANA BARU MAKAN !!" teriak Fara dari lantai dua melihat anak-anak nya basah-basahan di bawah.
...**π€ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE π€...
...GIO DAN ARCELL WALAU TAK BISA BERSANDING SETIDAKNYA BISA MENJADI SAHABAT YAKAN GAN!!...
...SETUJU AJA KAN?...
...AWAS AJA GAK SETUJU KITA END SEKARANG WKWK**...
__ADS_1