Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 131


__ADS_3

...Huaaa kalian baik banget sumpah❤️...


...Baca komentar bab sebelumnya banyak yang ngucapin semangat makasih bnget banget banget bismillah ya gak tau juga ini ending kedepannya bingung alurnya wkwk...


...Tapi makasih makasih maksihhh banyak❤️❤️...


...🌑🌑🌑...


Arcell tau kalau Rafael tak bisa datang karna kesibukan padahal Arcell sudah mengancam jangan bekerja namun Rafael ya Rafael untuk saat ini tak bisa di ancam.


Banyak tumpukan Kado di dalam kamar Arcell kanar Arcell ulang tahun terdengar hingga ke rekan bisnis dan anak buah di kantor-kantor milik Nico yang mana membuat mereka langsung mengirimkan kado saat itu juga.


Jadilah tumpukan-tumpukan yang ada di kamar Arcell, sebenarnya Arcell tak mengharapkan kado yang di harapkannya semua orang mengetahui keberadaannya dan kenal dirinya walau Arcell juga tak berharap menjadi seperti ini.


Sekarang pukul 01.28 dini hari,


Arcell masih bangun karna memang Insomnia akut Arcell melekat di tubuhnya, ponsel Arcell berbunyi lagi.


...Nomor tak di kenal (chat)...


“Arcella!”


“Ini Saya Marcell papa kamu”


“Selamat ulang tahun anakku”


“Kamu sudah besar ternyata”


“Arcell mau ketemu papa?”


“Papa punya hadiah untuk kamu”


“Kematian mu adalah hadiah yang


selalu aku inginkan!”


...Anda memblokir nomor ini...


Arcell melempar ponselnya ke dinding hingga pecah, matanya memerah tajam ingin sekali membunuh Marcell dengan tangannya sendiri.


“Papa? Your dream!”


Arcell meminum beberapa pil obat agar dirinya bisa tertidur cepat dan memulai hari baru besok entah apa kejadian yang akan datang,

__ADS_1


“Good nite everyone” gumamnya


Tak memperdulikan ponsel yang sudah hancur akibat lemparan kuat Arcell ke dinding. Meredupkan lampu kamarnya agar dirinya cepat tertidur.


...🌑🌑🌑...


Pagi buta bahkan matahari belum terlihat, Rafael menghubungi Arcell untuk menemuinya, Karna Rafael dengan suara seperti di kejar warga membuat Penyakit panik nya kambuh untung tak berselang lama.


Di sini lah keduanya saat ini, sehabis menjemput Arcell tadi Rafael meminta Arcell untuk tidur saja karna perjalanan nya cukup jauh. Namun yang namanya Arcell kalau pertanyaannya belum di jawab mana bisa menurut.


“Kamu dari mana?”


“Ada kerjaan tadi”


“Dimana?”


“Kalimantan”


“Kerjaan apa?”


“Cek perusahaan”


“Trus kenapa langsung jemput aku?”


“Sayang tidur ya?” Rafael sudah terlewat sabar Arcell sedari tadi mengoceh terus menerus.


“Udah ya? Tidur ayo! Masih ada tiga jam sayang”


Rafael tak menyetir karna terlalu lelah untuknya kalau memaksa takutnya Arcell tak seperti yang di harapkan.


“Sini peluk” ucap Rafael lagi tapi wajah Arcell masih cemberut sedetik kemudian langsung meneluk Rafael.


“Jangan sakit lagi ya cantik! Kan udah ada aku di sini gak kemana-mana jadi kamu harus sehat harus pokoknya!” Setelah berucap Rafael mengecup kening Arcell lama seraya menyalurkan kekuatan agar Arcell semangat.


Rafael sudah meminta ijin dengan orang tua Arcell saat dirinya masih di bandara Tjilik riwut tadi malam akan mengajak Arcell pergi ke suatu tempat, awalnya Fara tak membolehkan namun saat Rafael memastikan dengan cara Video Call Fara langsung setuju.


Twins tak tau kalau adiknya tak ada di rumah biarlah ucap Rafael dari pada baku hantam keduanya akan susah wkwk.


Di sinilah keduanya...


Villa milik keluarga smith di tengah pulau tentunya pulau itu juga milik keluarga smith. Rafael menggendong tubuh Arcell ala bridal style menuju kapal.


Arcell sangat menyukai Lautan biru dan tenang Rafael tau itu dari kepribadian Arcell juga saat liburan bersama abang-abangnya.

__ADS_1


“Selamat datang tuan” sapa nahkoda dan beberapa staff lainnya di dermaga yang hanya di balas anggukan,


Rafael akan bersikap cuek dingin bahkan acuh jika dengan orang lain berbeda saat dengan Arcell,


Di waktu yang sama..


Gio menghubungi Arcell mengucapkan selamat ulang tahun yang kesekian kalinya, Gio tak bisa menghilangkan Arcell dari pikirannya namun juga tak bisa untuk bersama nya karna mereka berbeda.


“Morning anj” ucap Rafa,


Iya mereka tidur di markas Zervanos karna tadi malam sehabis ulang tahun Arcell mereka langsung menuju arena balap dan baru pulang.


“Masih subuh cok jangan berisik!” Kesal Abrar yang kaget akan teriakan Rafa.


Menikmati angin subuh seraya menunggu azan berkumandang mereka semua bangun mencuci muka seraya nyemil dan mabar .


“Gi lo kalo di suruh pilih Arcell atau Nabila? Pilih siapa?” Tanya Nuel


“Arcell” ucap Gio seraya nyebat


“Trus kenapa lo nurut terus sama Nabila?” Pertanyaan itu dapat membuat Gio menghela nafas panjang.


“Nabila licik Nu gue tau itu makanya gak mau biarin dia lukain Arcell, biar gue yang di pandang jelek oleh para pembaca karna gue narik ulur Arcell tapi gapapa” Gio berdiri untuk mengambil wudhu


“Sholat Nu” titah nya sebelum menjauh


Beberapa saat setelah berwudhu Gio kembali dan masih melihat Nuel yang duduk santai, yang lain sudah berada di musolla markas menunggu azan.


“Mau jadi apa lo Nu! Wudhu sholat” dengan nada kesal


“Lah?”


“Lah lah lah! Ayo keburu waktunya abis!”


“Gue kristen Gi lo lupa?”


“Hah? Oh iya sorry lupa hehe” Nuel hanya menggeleng lalu lanjut bermain game


Selesai sholat,


mereka menungggu matahari terbit agr pulang sama-sama.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


...YO MAAF YAAA...


...SIBUK BANGET NGURUS KULIAH😭 MABA SOALNYA HUAAA LANGSUNG KACAU JADWAL AKU😭...


__ADS_2