
Fara setiap hari rutin mengelap tubuh Arcell walaupun tak mandi beberapa minggu Arcell masih tetap cantik dan putih. Nico sering bolak-balik Rumah sakit kantor dan kerumah. Fara juga begitu mengecek keadaan Arcell lalu meminta Haikal, Arpan dan Adit menjaga Arcell.
Terkadang juga Rafael yang memilih menjaga Arcell, membawa semua pekerjaannya ke rumah sakit jika tak ada lagi yang bisa membantu menjaga Arcell.
Oma dan Grandpa tak di perbolehkan setiap hari karna sudah tua dan takutnya kecapean lalu sakit. Fara dan Nico meminta kedua orang tua itu untuk tidak terlalu sering besuk.
“Anak mommy cantik, bangun yuk sayang”
“Kata grandpa kalo kamu bangun bakal di beliin tiket konser Bangtan-Bangtan kesukaan kamu itu”
“Azell juga mau ulangtahun masa kamu gak mau ikut ngerayain si sayang”
“Rafael curhat Cell ke mommy, kalau dia suka di ganggu cewe ganjen namanya mommy lupa kalo gak Gelas atau Beras lupa mommy”
“Dan juga kata Rafael, dia juga pelaku yang mengakibatkan kamu kecelakaan! Mommy marah waktu Rafael cerita pengen nyari dia tapi kata Rafael, si gelas-gelas itu udah dalam pantauan dia”
“Rafael nunggu kamu bangun, biar kamu yang nentuin apa hukuman buat gelas itu kata Rafael” Fara berbicara sendirian. Entah Arcell mendengar atau tidak yang pasti Fara sering sekali mengajak Arcell berbicara.
Karna sudah semakin Sore sebentar lagi Rafael datang, Fara pun mulai beres-beres. Rafael sudah seperti suami Arcell yang selalu menjaga Arcell walau Arcell masih betah terlelap.
“Tan... eh anu Mom” sapa Rey.
“Udah makan bang?” Tanya Fara ke Rey.
“Udah mom”
“Kirain mommy belum, jangan telat makan ya” Rey mengangguk.
“Tian ikut mommy apa tinggal di sini?” Tanya Fara ke Septian.
“Di sini aja mom, besok hari sabtu jadi libur sekolah”
“Bang nanti beliin makan ade ya? Ini uangnya mommy mau pulang dulu Azell sama baby sitter di rumah soalnya” Rey mengangguk.
Fara pulang telebih dahulu karna memang mereka bergantian berjaga, dan juga sebentar lagi Rafael datang mungkin sudah di perjalanan. Rafael tak pernah absen untuk menjaga Arcell.
...🌑🌑🌑...
Rafael merebahkan tubuhnya di samping Arcell dengan hati-hati, memeluk sang kekasih dengansangat kembut sesekali mengecup keningnya.
“Suga BTS katanya mau dating, kamu gak mau cegah?” Bisik Rafael.
“Jungkook peliharaan namanya Jeon Bam, Yeontan tersingkirkan dari peradaban kayaknya by gak terlihat lagi”
Rafael terus bergumam sampai tak terdengar ocehannya dan berganti dengan dengkuran halus. Rey dan Septian berada di kamar sebelah khusus untuk keluarga.
__ADS_1
Karna sudah tengah malam makanya mereka memilih tidur, Rafael tidur lebih cepat dari biasanya karna dirinya cape sekali.
Pukul 03.00 wib...
Ada tanda pergerakan di jari-jari Arcell namun seperkian detik saja. Tak ada yang menyadari karna semua orang yang menjaganya tidur.
Beberapa menit kemudian Rafael terbangun, dirinya harus segera menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai. Duduk di sofa yang berada dekat dengan ranjang Arcell.
Arcell perlahan membuka matanya. Rafael kaget tentu saja ini yang dirinya tunggu sejak lama.
“Sayangg!” Panggil Rafael lembut.
“Ha..us” Rafael langsung mengambilkan minum untun Arcell tak lupa menekan bell darurat agar dokter segera datang.
Orang tua Arcell dan keluarga yang mendengar kabar Arcell sudah bangun langsung berangkat menuju rumah sakit. Kecuali twins, Bagas dan Raga juga Gio dkk.
Naya tersenyum bahagia melihat Arcell yang sudah sadarkan diri, dirinya ingin sekali berbincang perihal anaknya yang sudah beberapa minggu ini menunggu nama.
“Makasih banyak ya Allah” tangis oma sambil di peluk om Barak.
Arcell masih di tangani, Rafael terus berada di sisi Arcell agak munduran agar tak mengangguk dikter memeriksa. Azka dan semua keluarga sampai menangis haru melihat Arcell kembali sadar.
...UHUKK ...
...UHUKK...
“Maaf” lirihnya tanpa suara.
“Kamu pasti sembuh sayang” ujar Rafael.
...UHUKK...
...UHUKK...
“Huftt hufttt” nafas Arcell tercekat.
“Mom Oma” panggil Arcell lirih.
Keduanya langsung masuk berdiri di samping Arcell,
“Maafin Acell kalo Acell uhukk banyak salah”
“Mommy! Oma Acell mau di peluk” sambil tersenyum Arcell memintanya.
“Di laci kamar Acell ada sesuatu, tolong Mommy kasih ke orang yang ada di nama ya kalau Acell udah gak ada” Rafael berjalan sambil mendekati Arcell.
__ADS_1
“Jangan ngomong aneh-aneh sayang! Dok gimana keadaan tunangan saya!!” Tanya Rafael.
Dokter itu hanya diam saja tak bisa menjawab apalagi aura yang di keluarkan Rafael benar-benar membuat mereka yang di dekatnya merinding.
“El jangan gitu! Sini peluk dulu” Rafael langsung memeluk Arcell.
“Ada atau gak nya aku! Kamu harus bahagia ya! Cari perempuan yang lebih baik dari aku, yang gak penyakitan kaya aku” Rafael menggeleng.
“Jangan ngomong aneh-aneh aku bilang!!”
“El, titip Tian, Azell dan Rey ya mereka adik-adik kesayangan aku hikss jagain keluarga aku terutama Oma ya. Aku janji sama oma kalau kita mau ke Makkah sama-sama tapi kayaknya aku gak bisa hehhe”
“Kamu gak boleh ninggalin aku!!!”
Tiba-tiba alat pendeteksi jantung itu menjadi garis lurus....
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...WAKTU DAN TEMPAT DI PERSILAHKAN 🙏...
...DI KOLOM KOMENTAR YA WKWK...
...END....
.......
.......
.......
.......
...END kenapa tetap di scroll...
.......
.......
.......
.......
.......
...kenapa di scroll?...
__ADS_1
...aku cuman bercanda end nya😭**...