Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 137


__ADS_3

Tak lama bell berbunyi, Arcell tak bersama Raga maupun Abangnya karna hari ini Arcell membawa mobil dan Raga sednag basket.


“Kepanti deh sebentar kangen Septian” gumamnya


Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Penyakit Arcell sudah lebih baik karna setiap hari tiap jam Orang tua abang maupun Rafael menginatkannya minum obat dan tidak membiarkan banyak gerak.


Setiba di panti asuhan..


Septian anak itu sedang duduk di bawah pohon angin sore berhembus sangat sejuk, Arcell menatap Septian terlebih dahulu wajah tampan dan polos anak itu membuat hati Arcell menghangat.


“Tian” panggil Arcell


Septian mendongak setelah memfokuskan matanya dan di lihatnya itu Arcell, Septian langsung berlari menuju ke arah Arcell dan memeluknya.


“Tian kangen banget”


“Kakak juga, kenapa sendirian di luar hmmm?”


“Yang lain lagi di dalam berisik, Tian lagi ngerjain tugas”


“Ayo ke bunda dulu, Ka Acell mau ngajak Tian nginap di rumah Ka Acell” mendengar itu Septian lantas tersenyum lebar dengan cepat mengangguk.


Setelah meminta ijin dengan bunda, Arcell tak lupa memberikan beberapa juta uang ke Bunda untuk panti ini terutama makanan anak-ank.


Keduanya memilih ke supermarket terlebih dahulu padahal sudah belanja kan kemarin Arcell? Belanjaan kali ini untuk di Shouse karna Arcell tak akan pulang bukan karna apa, nanti ketahuan dirinya sering ke panti.


Bukan takut Fara maupun Nico marah mereka tau sebenarnya Arcell sering ke panti namun hanya diam saja tak ingin ikut campur urusan anaknya selagi itu tak membahayakan.


...🌑🌑🌑...


Sepulang sekolah Arcell berencana untuk mengajak Septian ke mall karna saat ini Septian berada di Shouse yang mana di temani oleh Bagas sedangkan twins berada di kantor Nico membantunya bekerja.


Saat ini Arcell sedang berada di parkiran sekolah, sekolah sudah sepi Naya juga sudah pulang duluan karna supirnya menunggu sedari tadi, sedangkan Raga, Haikal dkk, dan Gio dkk sibuk karna Ekskul juga sparing Futsal.


“Arcell” Arcell langsung kaget mendengar namanya dan lagi suara itu sangat di kenalinya.


“Jangan mendekat!!!” Titah Arcell


“Cell ini papah, kamu gak rindu papa Cell?” Ucap Marcell


Arcell mundur selangkah demi selangkah, dirinya berdoa dalam hati semoga ada orang selain dirinya di sekolah ini.


“Shitt mana orang-orang si” batinnya


“El help me!!” Ucapnya pelan


Nafasnya sudah mulai tak karuan jantungnya juga berdetak sangat kencang mengingat pesan Rey yang mana Marcell menjadi gila dan brutall akibat bangkrut tersebut.


Kenapa gak masuk penjara? Gak tau juga wk


“Get out jingan!!” Teriak Arcell


Marcell menarik lengan Arcell, wajah Arcell pucat dirinya tak tau harus bagaimana lagi tenaganya saat ini seperti habis.


...Tinn ...


Arcell membuka kunci mobilnya terlebih dahulu,


...BUGGGGGGG ...


Setelah menendang Marcell, Arcell berlari dengan sekuat tenaga menuju parkiran hanya ada kobilnya saja di situ, ah ada mobil Marcell juga tak jauh dari mobilnya.


“El help hikss”

__ADS_1


“Bang Alde Aldo tolongin Acell hiksss”


...BLAMMMM...


Arcell langsung mengunci mobilnya sebelum menghidupkan Arcell mencoba mencari udara agar sedikit tenang takutnya panic attacknya kambuh di saat seperti ini.


...BUGGGGGGG...


...BUGGGGGGG...


“Arcell buka!!”


“Arcella!”


“Papa mau bicara!!”


“Jangan jadi anak durhaka kamu ya!!!”


...BUGGGGGGGG...


...BRAKKKKKK...


...CHITTTTTTTTTTT...


Arcell menggas mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, Marcell masih tersungkur kaget karna bunyi decitan ban Arcell.


Saat di rasa Marcell tak mengikutinya, Arcell menghubungi Alde agar menjemputnya karna dirinya sudah tak kuat lagi bahkan darah segar keluar dari hidungnya.


...Bang Alde😈(calling)...


“Assalamualaikum”


^^^“Bang!! Tolongin Acell hikss”^^^


“Sekarang kamu dimana?”


^^^“Taman anggrek dekat sekolah”^^^


“Tunggu abang otw sekarang!”


“Jangan di matiin telponnya!”


...“BUKA!!”...


...“BUKA PINTUNYA ARCELL!!”...


^^^“Abanggg hikss cepet hikss”^^^


“Siapa itu Cell!!”


“Abang sudah di jalan!!”


“Tunggu jangan di buka pintunya!!”


...“Mau jadi anak durhaka kamu hah!!...


^^^“Bedarah hikss hidung Acell hikss”^^^


...BUGGGGGGGG...


...BUGGGGGG...


...BRAKKKKKKKK...

__ADS_1


...“Keluar kamu!!!”...


^^^“Gak!! Lepasin !! Lepasin Acelll hikss”^^^


...PLAKKKKKKKK...


“Bangs4t!!!”


^^^“Hikss tolong Acell hikss!! Abang hiks!”^^^


^^^“Lepasin hikss”^^^


“Celll!”


“Arcelll!!”


“Arcelll!!”


Tak ada sahutan dari Arcell lagi membuat Alde semakin tak karuan.


...Panggilan berakhir....


Beberapa menit kemudian Alde sudah tiba di taman yang di maksud Arcell, di situ hanya ada mobil Arcell yang mana kaca di samping kemudi pecah.


“ARCELLAAA!!!”


“Arcellll!!”


“Pak permisi liat yang punya mobil gak!”


“Maaf mas gak liat saya juga nunggu dari tadi soalnya kacanya pecah mana barang-barang di dalam situ, apa jangan-jangan di begal?”


“Shit!!!! Arcell kamu di mana!!!”


...Aldo (calling)...


^^^“Arcell hilang!!”^^^


^^^“Cari”^^^


“Yang bener kalo ngomong jing!!”


^^^“Serius gblk!!”^^^


“Sialan!!”


...Panggilan berakhir...


Kabar hilangnya Arcell sudah ke anak-anak Zervanos semua panik terutama Raga dirinya merasa bersalah andai tadi dirinya mengundurkan diri saja dari sparing basket dan futsal.


“Lacak ponselnya!” Ucap Haikal


“Ponselnya ketinggalan di mobil!” Alde melempar ponsel Arcell ke meja.


“Semua barang Arcell?” Alde mengangguk


“Sialan!!!”


“Anj!!” Mereka saling mengumpat kesal,


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...AYO KITA CACI MAKI MARCELL🙏**...

__ADS_1


__ADS_2