
Setelah beberapa hari istirahat Arcell di perbolehkan sekolah sudah tak terhitung berapa kali Arcell merengek ingin sekolah bukan apa dirinya hanya tak ingin absennya paling banyak ijin..
Sudah terlambat sadarnya Cell:)
“Woyy” teriak Arcell di depan kelas,
“Idihhh semangat bener Cell” ucap Rafa
“Ada yang semer mesem keknya Raf” ucap Devan
“Tau aja lo! Hari ini jamkos yukkkk kita happy-happy” Arcell mengeluarkan Mic bluetooth nya.
Percayalah Arcell meminta grandpa nya untuk di jamkoskan pelajaran terakhir tentunya di turuti oleh grandpa maka itulah Arcell yang sudah kembali cerita lagi membuat suasana kelas menjadi cerah.
“Cell turun gak!!” Titah Raga, Arcell naik ke atas meja belum lagi kursi nya di naikkan ke atas meja mmebuat Raga was-was.
“Arcella!! Turun!” Titah Raga lagi
“Cell turun ntar lo jatoh! Gak bisa nonton konser minggu depan!!” Ucap Naya
“Turun princess!!” Ucap Raga penuh penekanan
“Ayo Cell nyanyi kuyy”
“Lagu apa lagu apa geng?”
“Pemanasan dolo ya elahh!”
“Wait-wait ponsel gue bunyi teman!” Arcell meronggoh ponselnya,
...Yeobo❤️(calling)...
^^^“Hal..”^^^
“Turun Arcell!”
“Nanti jatuh sayang”
^^^“Apa gak denger berisik ^^^
^^^di sini” Bohong Arcell^^^
“Queen turun nanti kalo
jatuh bukan bejol tapi pecah
kepala kamu!”
“Turun atau aku samperin
kamu sekarang!”
^^^“Sabar satu lagu dulu!”^^^
“Nurut Arcella!”
^^^“Bentar yeobo!!”^^^
Arcell mengayun-ayunkan kakinya dan ya yang di takutkan orang-orang terjadi kursi Arcell gilang keseimbangan karna terlalu pojok meletakkannya.
__ADS_1
“ARCELLA!!” Teriakan murid-murid di kelas
Jantung Rafael hampir saja copot andai Arcell tak sigap, ornag yang di takutkan kenapa-kenapa malah nyengir.
...“GUE BILANG APA!!” suara Raga terdengar...
...pelan namun penuh penekanan....
...Panggilan terputus...
“Stttttttt Raganteng diem kita mau konser dadakan!” Titah Arcell
“Nay sahabat ku yang paling cantik ayo nyanyi” Naya memutar bola matanya malas ingin sekali dirinya membanting Arcell.
Tak hanya jantung Raga Rafael Naya tetapi? Gio juga jantungnya hampir lepas melihat Arcell terjun bebas dari atas sana.
“Yoooo lagu anu itu loh!!” Ucpa salah satu murid
“Anu anu ambigu tolol” ucap Rafa
“Wait cari di ** dulu”
“Bahasa lo! Di sini banyak cwk!” Ucap Gio
“Tiktok maksudnya” ucap cowo itu seraya terkekeh
“Lama gue play lagu BTS juga nihh!”
“NO!”
“Gak”
“Tidakkk”
“Ya makanya ayo lama banget si”
“Bawa dia kembali dari mahalini Cell”
“Idih galau lo?”
“Anjai menggalau dulu kah ini?”
“Abis ini bikin tiktok ya geng parjamban kita”
Raga berdiri di samping Arcell agar sahabatnya ini tak terlewat batas atau tidak naik-naik lagi, sebenarnya Naya dan Raga dekat tetapi bagi Raga Naya itu hanya sahabatnya seperti Arcell dan komitmen dalam sahabat tak boleh lebih atau tak boleh menaruh rasa dan harapan lebih,
Naya memang tak sedekat Raga dan Arcell dirinya tau diri baru sajak dekat atau kenal dengan keduanya walau sudah tiga tahun lebih beda dengan Arcell dan Raga.
“Three”
“Two”
“One”
“Musikkkkkk” ucap Arcell
Dan asal kalian tau Arcell ini selalu di pantau oleh Rafael walau jarang bertemu tapi Rafael selalu menjaga Arcell kapanpun itu.
“Malam ini aku menanti kedatanganmu mengisi sepiku lama terasa waktu bergulir karena dirimu tak bersamaku” suara merdu Arcell memang tak di ragukan
__ADS_1
Para murid terdiam bukan apa mereka seperti tersihir oleh suara merdu Arcell bahkan Gio dan Raga pun juga terdiam di kursi masing-masing mereka sekelas seperti sedang menyaksikan konser solo IU.
Tak hanya teman sekelas tapi beberapa kelas yang ikut jamkos dan sedang berjalan di koridor ikut berhenti demi mendengarkan bahkan ada yang memvideo mengabadikan moment tersebut.
“Oh, tuhan , tolong lah, bawa dia kembali bersamaku di sini, menjagaku selalu”
“Dengarlah doaku yang tak pernah meminta bawa dia kembali bersama walau hanya sesaat”
“Masih terasa hembus nafasmu saatku gundah kau lipur laraku”
“Kini terasa semakin dama rasa rinduku pada dirimu”
“Oh, tuhan, tolonglah bawa dia kembali bersamaku disini menjagaku selalu”
“Dengarlah doaku yang tak pernah meminta bawa dia kembali bersama walau hanya sesaat”
Tak sengaja mata Arcell bertatapan dengan Gio, terlihat mata cowo itu berkaca-kaca bahkan teman sekelas juga mereka terlalu menghayati mungkin.
“Uhuk-uhukk Astagfirullah uhkti akhi ngapa pada melow si” Tanya Arcell dan tak melanjutkan lagunya
“Anj suara lo Cell baper gue”
“Parah ikut idola cilik gih Cell”
“Merdu banget huaaa”
“Ka Acell sumpah suaranya kek mak gue ngasih duit tanpa minta” Arcell terkekeh
“Ganti lagu deh yang lain napa!” Pinta Arcell
“Lo bisa bahasa Inggris gak Cell?” Tanya teman sekelasnya
“Muka gue kek bule gak?” Mereka mengangguk
“Abang-abang gue kek bule gak?” Mereka mengangguk lagi
“Gue sering ijin lo pada tau gak kemana gue?” Mereka menggeleng
“Yodah nanya doang si” ucap Arcell seraya terkekeh
“Nampol lo boleh gak si Cell?”
“Minta di genjrengg otaknya”
“Untuk lo kesayangan kita Cell”
“Bacot Cell bacot!!”
“Malesin ah!!”
“Semerdeka lo aja Cell” mereka yang tadinya serius kini di buat kesal oleh Arcell,
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
ANJII ARAF NICHHH
...BISMILLAH JODOH...
EH UDAH JODOH YA WKWK
__ADS_1
LANJT LANJT
PADA KANGEN SIAPA NICH**