
...**INGAT GENG INGAT...
...KOMENTAR KALIAN SAMA LIKE NYA DI INGAT...
...APA PERLU AKU INGATIN MAKAN JUGA SAMA MINUM:)...
...BIAR SEKALIAN GITU...
...KLEAN AKU ROMANTISIN🙃**...
...ASTAGFIRULLAH GAK BOLEH KAYA GITU...
Setiba di rumah mereka pun langsung masuk ke dalam kamar dan maid yang sudah berada di rumah ini sejak Opa meninggalkan mereka yang menyusun semua barang belanjaan.
...◼️◼️◼️◼️◼️...
Twins dan Raga berangkat bersama sudah biasa terjadi dan sudah biasa juga mereka jadi perbincangan murid murid sekolah, dan Arcell tidak terlalu memperdulikan biarkan mereka memecah teori sendiri asal tak berlebihan karna sejak Opa meninggal kepribadian Arcell di rumah dan di luar rumah sangat berbeda lebih dingin dan bisa saja bertindak kasar langsung kalau sudah eneg.
"CEELAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Naya padahal Arcell baru beberapa langkah dari mobil
"Cell nyontek pr mtk dong gue lupa ngerjain gegara maraton cerita KESAYANAGAN TUAN MUDA MAFIA tadi malam"
"boleh yaaaa" Arcell hanya pasrah sahabatnya ini suka sekali maraton baca novel di Mangatoon walau begitu Arcell selalu memakluminya.
"iya tapi jajanin gue batagor"
"deal, apasih uang enggak buat lo cell" ucap Naya dengan cengirannya
Twins hanya tersenyum melihat sang adik sudah mulai kembali ceria dari pada muka di tekuk terus ke ambeyen.
Dikelas,
meja Arcell yang biasanya bersih tanpa coretan tiba-tiba banyak sekali coretan seperti.
...CEWEK GATELL...
...MURAHAN...
...PELAKOR...
...TITISAN DAKJAL...
...L0NT3...
...J4L4NG...
dan yang terakhir sangat membuat Arcell murka yaitu
...ANAK HARAM...
...ANAK PUNGUT...
kata-kta itu yang sangat di benci Arcell dari dulu sampai sekarang,
Raga yang baru datang bersamaan dengan Gio dkk baru datang hanya berjalan menuju meja mereka masing-masing baru dua langkah tiba-tiba fokus mereka ke arah Arcell yang mana
...BRAKKKKKK...
__ADS_1
Arcell membalik mejanya terlihat dari sorot mata Arcell tak ada sisi polos ny yang ada aura kemarahan terlihat dari nya polosnya itu, Raga langsung bergegas menghampiri Arcell,
"GUE TANYA KE LO PADA SIAPA YANG NYORET MEJA GUE"
semua murid di kelas diam tak menjawab iya mereka seketika takut melihat Arcell marah untuk pertama kalinya lagi dan lagi.
"GAK ADA YANG BISA JAWAB ATAU NGASIH TAU?" Masih saja mereka diam namun dari luar kelas Vanessa tersenyum senang melihat adegan ini.
"cuman coretan doang sampe segitunya banget" gumam Salsa yang dapat terdengar jelas oleh Arcell karna kelas sangat sunyi bahkan detak jam saja terdengar jelas, mata Arcell yang penuh kemarahan mantap tajam Salsa
"setuju banget Sal" kini Helena ikut-ikutan
"Lo ya Sal?" tanya Arcell dengan nada santai
"kalo iya kenapa? kalo enggak kenapa" tanya Salsa,
iya Salsa ikut dalam mencoret meja Arcell,tadi pagi dirinya memergoki Vanessa yang mencoret meja milik Arcell dan setelah itu berbincang karna mereka sama-sama tak suka dengan Arcell, karna orang yang mereka suka seperti Raga dan Gio malah suka atau dekat dengan Arcell.
...BRUGGGG...
"Akh!!!" ringis Salsa kala ponsel iPhone 12 pro max Arcell dengan santai mendarat di kepala Salsa.
"ngajak ribut Lo ya?"
"Gue? kalo iya kenapa! kalo enggak kenapa?"
"Asal Lo pada tau ya! Arcell itu gak sebaik gak secantik yang kalian tau ! karna apa? dia itu pelakor!" ucap Salsa,
"HEH MULUT LO DI JAGA YA SAL!" kesal Naya ,
"Apa? emang kenyataan ko!"
"Asal Lo semua tau. Gio itu udah tunangan sama Vanessa dan Arcell datang itu di sebut apa? PELAKOR kan?" Gio yang tak tau apa-apa namanya di sebut pun ikut bersuara.
"Vanessa? siapa tuh?" tanya Gio
"Bos Lo punya tunangan?"
"Bentar bentar gue inget inget dulu Raf" ujar Gio
"seingat gue gak ada" ujar Gio lagi,
"GIO!!" teriak Vanessa dari depan pintu,
"KAMU BENERAN LUPA SAMA JANJI KITA? KITA UDAH TUNANGAN GI" Gio mengerutkan keningnya
"Anj Lo bos tunangan gak bilang-bilang"
"Kita tunangan waktu itu sebelum aku pindah ke sini nyusul kamu!"
"HEH HALU LU KETINGGIAN ASTAGFIRULLAH MAAF KASAR" ujar Gio, Gio menatap Arcell sekilas karna dirinya agak takut juga kalau Arcell marah apalagi menangis bisa aja lusa namanya tak ada di dalam kartu keluarga lagi.
"Udah drama Lo?" Tanya Arcell yang sudah hampir mendekat ke Vanessa entah sejak kapan dirinya berjalan.
"ADA APA INI? KEMBALI KE TEMPAT DUDUK ATAU KALIAN MAU SAYA JEMUR? "
seketika mereka kembali ke meja masing-masing kecuali Arcell Raga Gio Vanessa yang masih berdiri di depan pintu, Raga yang sudah siap siaga menahan tubuh Arcell agar tak menyerang lawannya begitupun Gio.
"KENAPA MASIH DI SINI HAH!!" teriak guru itu lagi
__ADS_1
baru mereka bubar dari tempat berdiri tadi,
wajah Arcell masih saja datar kek aspal. canda Cell !!
Meja Arcell sudah kembali semula di rapikan oleh Naya tadi, Raga melirik sekilas lagi meja Arcell matanya terfokus ke kata-kata haram dan Sekarang Raga tau kenapa Arcell langsung Darah tinggi.
"Buka halaman 20" titah sang guru,
...◼️◼️◼️◼️◼️...
"Ga hari ini ada rapat OSIS, bareng ke ruangan OSIS yuk?"
"oke" cuek Raga,
"Cell kantin yuk" ajak Naya,
"Lo aja Nay gue masih kenyang"
"Kan gue janji jajanin sugar baby gue batagor"
"Hmm yaudah ayo" Naya pun mengangguk senang
Raga menatap Arcell yang melewati nya ada rasa bersalah karna tak bisa melindungi Arcell dari apapun, Gio dkk sudah tak ada di kelas sejak guru keluar mereka nangkring di gang sebelum sekolah saat ini.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...
...GAK PERLU DI INGETIN LAGI KAN?...
...BILANG IYA BENERAN DEH...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...AKU GOROK SUMPAH AKU GOROK ONLINE**...