Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 165


__ADS_3

Arcell dan yang lainnya sudah kembali ke rumah masih-masing, baru saja pulang Arcell sudah di jemput oleh Rafael.


Rafael menjelaskan kesalah pahaman mereka kemarin yang mana Arcell mimpi kalau Rafael selingkuh, keduanya berada di mansion Rafael saat ini. Rafael sedang mandi karna memang dirinya baru tiba di Indonesia dan juga Arcell baru pulang.


“Nona silahkan di minum” Arcell tersenyum .


“Makasih”


“Sama-sama nona”


Arcell tak masuk ke kamar Rafael karna dirinya ingin duduk santai di halaman belakang sudah jarang dirinya ke sini makanya rindu suasana rumah ini.


Sebisa mungkin Arcell di sini tak batuk agar tidak membuat khawatir siapapun, Rafael menitipkan ponselnya ke Arcell dan juga siapa tau Arcell mau mengeceknya.


“Ngantuk” gumam Arcell.


Saat Arcell hendak beranjak dari kursinya tiba-tiba Rafael memeluknya dari belakang.


“Kangen banget” bisik Rafael.


“Kepala aku pusing” jujur Arcell,


“Kenapa?” Arcell menggeleng.


Arcell berbalik keduanya saling berhadapan, memeluk Rafael erat seraya mencium aroma khas milik Rafael di tubuhnya.


“Berapa hari di sini?” Tanya Arcell.


“Untuk sekarang gak tau kayaknya bakal lama di sini”


“El, jangan tinggalin aku ya? Tapi kalo kamu emang mau ninggalin aku kasih tau alasannya biar aku yang ninggalin kamu”


“Apasih by ngomong apa? Aku gak bakal ninggalin kamu” Rafael mengecup lama kening Arcell.


“Ngantuk El” Rafael mengangguk lalu menggendong Arcell ala bridal style.

__ADS_1


Keduanya menuju kamar utama, kamar utama itu milik Rafael hari sudah hampir malam dan Arcell baru juga sampai rumah beberapa menit sudah di jemput Rafael lagi untuk ikut dirinya.


“Peluk” pinta Arcell kala Rafael hendak meninggalkan dirinya setelah merebahkan Arcell yang tertidur.


Rafael naik ke atas tempat tidur ikut rebahan dan Arcell memeluknya, seketika bayangan-bayangan awal mereka bertemu hingga sampi sat ini teringat jelas oleh Arcell.


“Makasih El” Rafael terkekeh mendengar suara Arcell.


“Makasih mulu, gak usah bilang makasih sayang. Apapun itu selagi aku bisa akan aku usahakan” Arcell semakin mengeratkan pelukannya.


Awalnya Rafael hendak menemani Arcell sampai tertidur namun ternyata dirinya ikut tertidur juga. Keduanya saling berpelukan.


Rafael tentu sudah ijin dengan kedua orang tua Arcell juga sudah memberitahu hubungannya dengan Arcell, Fara dan Nico setuju saja asalkan Arcell senang dan di jaga.


Di tengah malam,


Arcell terbangun ya seperti ini lah Arcell pasti bakal terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Rafael? Rafael masih tidur sepertinya kelelahan dan kurang tidur.


Berjalan menuju balkon kamar, menikmati angin malam yang rutin Arcell lakukan setiap malam saat dirinya terbangun. Duduk di balkon kamar.


“Uhukk uhukkk hachuu” Arcell terkekeh.


Rafael masih tidur namun saat dirinya ingin memeluk Arcell, Arcell tak berada di sampingnya. Buru-buru Rafael bangun dan mencari keberadaan Arcell di kamar mandi namun tak ada.


“Sayang!!” Teriak Rafael,


Arcell yang duduk di pagar balkon sampai kaget mendengar teriakan Rafael untung saja dirinya tidak jatuh ke bawah bsia rembuk badannya.


“SAYANGGG!!” Arcell terkekeh sambil mendekap mulutnya menahan tawa.


Rafael panik mencari Arcell bahkan suaranya tak terdengar lagi di dalam kamar sepertinya Rafael pergi dari kamar.


“HONEY!!!”


“Nyonyaa”

__ADS_1


“NONA MUDA” teriak para maid dan pengawal.


“Ah maafkan aku El” Arcell meminta maaf karna Rafael membuat seisi rumah bangun.


Rafael masuk kembali ke dalam kamar mencari Arcell dan dirinya baru ingat kalau kamarnya ada balkon. Karna tertutup gorden hitam makanya tak terlihat.


“SAYANG!!” Rafael langsung menurunkan Arcell dan memeluknya.


“Aku cariin tau!! Jangan tinggalin aku!!” ujar Rafael.


“Iya maaf”


“Ngapain kamu di sini hmm? Dingin angin malam gak baik buat tubuh”


“Ayo masuk nanti kamu sakit” Arcell menurut saja sambil di gendong Rafael ala koala mereka masuk.


Rafael juga sudah menberitahu pekerja rumah kalau Arcell sudah ketemu, Rafael terus menerus memeluk Arcell tanpa mau melepaskan.


“Jangan kaya gitu lagi” Arcell mengangguk.


Kaya gitu lagi maksudnya ninggalin Rafael yang tidur tanpa bilang mau kemana-kemana.


Arcell mengelus rambut Rafael sampai tak terasa Rafael kembali tertidur, sedangkan Arcell masih terjaga matanya ngantuk namun tak bisa tidur.


“Tidur sayang” gumam Rafael dalam tidurnya sambil mengeratkan pelukannya ke tubuh Arcell.


Arcell pun juga memeluk tubuh Rafael sambil mencium aroma tubuh kekasihnya itu yang sangat candu. Arcell lun ikut tertidur dan merasa aman dalam pelukan Rafael.


Kadang jika Arcell terbangun atau tidak bisa tidur dari magrib sampai ke subuh itu karna selalu overthinking dengan segala sesuatu, kadang juga kejadian dimana Arcell di culik oleh Marcell teringat membuat Arclel trauma.


Itulah salah satu yang membuat Arcell selalu terjaga jika malam, walau berada di dalam rumah dan merasa aman tapi Arcell bisa menjadi ketakutan sendiri dan bisa juga tidak merasakan apa-apa tidak takut atau apapun di kamarnya.


Keduanya kembali tidur nyenyak dan saling memeluk satu sama lain, Arcell damai dalam tidurnya yang sambil memeluk Rafael. Sampai tak terasa sudah pagi hari.


Rafael sudah bangun namun posisi tidurnya masih sama, Rafael bergerak naik sedikit untuk menyesuaikan tinggi tidurnya dengan Arcell. Memperhatikan wajah Arcell yang sedang tidur sesekali mengecup pipi dan kening Arcell.

__ADS_1


“MasyaAllah cantiknya calon istriku” gumam Rafael.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


__ADS_2