
...SENENG GAK KLEAN?...
...PASTI SENENG DONG YA KANN...
...KALO SENANG MAKA SAATNYA WKWKWKWK...
...DAH SILAHKAN BACA🙏...
Semua yang ada di ruangan gemas melihat bayi mungil dan berisi tersebut, pipi nya seperti hendak tumpah.
“Aduhayy bestiee gue udah jadi mahmudd!!” Ujar Arcell yang langsung di hadiahi tawa kecil oleh Naya.
“Thur! Gue kasih kesempatan buat lo untuk bahagiain sahabat gue! Kalo sampai lo sakitin dia..” Arcell menjeda ucapannya lalu melangkah mendekati Arthur lalu berbisik.
“Gue yang bakal hancurin hidup lo saat itu juga” lanjut Arcell.
“Iya paham Cell” Arcell mengangguk.
“Nay gue gak bisa lama di sini gapapa kan?” Karna memang sudah ada keluarga Arthur dan keluarga Naya.
Arcell tak suka berdekatan dengan kedua orang tua Naya bukan apa ada rasa ingin menggenjreng keduanya ketika mengingat apa yang mereka lakukan ke Naya.
“Iya Cell, Gapapa hati-hati ya! Kabarin gue” Arcell mengangguk.
Arcell akan pergi mengecek beberapa aset miliknya yang hanay di ketahui beberap orang saja, orang tuanya bahkan abang dan sahabatnya tak tau begitupun keluarganya.
“Cell” Arcell tersentak kaget.
“Kaget gue bege!! Kebiasaan orang salam dulu!!”
“Ya maaf abisnya lo gue panggil-panggil kek budeg banget” ujar Gio.
“Ka Acelll!!! Rindu bangettt” Gea langsung memeluk Arcell.
“Ka Acell juga rinduu” membalas pelukan Gea.
“Ngapain lo di sini?” Tanya Gio.
“Nyari kuyang”
“Matamu!!” Gio menyonyor kepala Arcell.
“Gue buru-buru nih, Ge ka Acell duluan ya”
“Iya ka hatihati ya” ujar Gea.
“Hati-hati Cell” Arcell mengangguk.
Arcell buru-buru menuju parkiran dirinya tak jadi ke beberapa aset miliknya dan langsung menuju bandara, Rafael hari ini akan datang setelah satu buln mereka ldr Korsel Indo kini mereka akan bertemu.
Mobil Arcell melaju dengan kecepatan sedang, masih ada satu jam lagi Rafael akan mendarat. Rafael tak menggunakan pesawat pribadinya maka itu Arcell akan memberikan kejutan dengan cara menjemput sang kekasih.
__ADS_1
...Drttttttt...
...Oma (calling)...
Ponsel Arcell berbunyi namun Arcell masih fokus menyetir karna memang jalanan saat ini padat.
^^^“Hallo oma?”^^^
“Dimana Cell?”
^^^“Di jalan om..”^^^
...BRAKKKK...
...“Aaaaaaaaa!!!”...
...“Astagfirullahh!!”...
“Celll”
“Arcell suara apa itu?”
“Kamu gapapa?”
“Cell?”
...Panggilan berkahir...
Tak ada jawaban dari Arcell,
“Mati lo!” Batin seseorang
Mobil Arcell hancur karna terguling beberapa kali, keadaan Arcell di dalam mobil mengkhawatirkan.
“Mas tolongin itu di mobil ada orangnya!!”
“Ambulan panggil ambulan!!”
“Neng bertahan ya!!”
“Tabrak lari ya? Ada yang ngejar pelakunya?”
“Ada tadi mang semoga aja dapat”
Kepala Arcell pusing darah bercucuran sedari tadi badan Arcell terbalik karna memang posisi mobilnya terbalik. Pengawal yang di tugaskan Rafael sudah tidak menjaga lagi karna Arcell yang meminta dirinya ingin lebih bebas tanpa ada orang yang mengikuti. Itupun baru satu minggu setelah perdebatan keduanya, dan ternyata takdir berkata lain.
“Neng sabar sebentar ya”
“Uhukkk uhukkk” tangan kanan Arcell tak bisa di gerakkan.
“Mommy sakit” batin Arcell.
__ADS_1
“Aduhh!!! Buruan tolongin mas kasian itu darahnya banyak keluar!!”
Para ibu-ibu dan mas-mas yang ada di situ berusaha mengeluarkan Arcell agar tak terjadi hal yang tidak terduga mereka buru-buru mengeluarkannya.
Tangan kanan Arcell sepertinya retak karna susah di gerakkan, kepalanya terbentur dan lagi kedua kakinya tadi terkapit jadi sepertinya juga retak.
“Oma” gumam Arcell kala mengingat dirinya tadi bertelponan dengan Oma.
“Uhukkkk uhukkkk” dada Arcell semakin sakit dan nyeri seperti di tusuk-tusuk jarum.
...Click...
Arcell di keluarkan pelan-pelan, di bawa agak jauh dari mobil karna takutnya mobil itu meledak.
“Neng ini password hp nya berapa?” Arcell tak bisa berucap tenggorokannya sakit kepala nya sangat pusing mungkin karena bnyak darah yang keluar. tangannya juga sulit di gerakkan.
Di waktu yang sama...
Haikal sedang jalani-jalan bersama kekasihnya dan tak sengaja melihat gerombolan orang, iya Haikal melewati jalan yang terjadinya kecelakaan.
“Nepi dulu ya Ca, mau liat” ujar Haikal.
“Neng neng jangan tutup mat harus sadar” ujar bapak-bapak.
“Istighfar neng istighfar bentar lagi ambulan datang” Haikal menerobos masuk di gerombolan itu. Karna membelakangi jadi Haikal agak susah melihat siapa yang kecelakaan.
“Cewe pak?” Tanya Haikal
“Iya mas, tabrak lari”
“Tabrakan sama apa mas?”
“Mobil sama mobil, mobil neng nya udah pas karna lampu ijo kan nah dari arah kanan ada mobil melaju kencang trus nabrak si neng” Haikal penasaran pun langsung berjalan ke samping.
“Arcell” Dunia Haikal seperti runtuh kala melihat siapa yang ada di pngkuan ibu-ibu itu. Haikal langsung berjongkok dan membawa ke dekapannya
“Cell” Arcell mencoba melihat siapa yang memanggilnya.
Mata Arcell berkaca-kaca dan menangis kala Haikal langsung memeluknya.
“Sakit Kal” tangisnya, Haikal mengangguk.
“Tahan ya tahan gue mohon”
“Mas kenal?” Haikal mengangguk.
“Ade saya” ujar Haikal sambil menahan tangisnya.
Terdengar bunyi ambulan mendekat, Arcell langsung di bawa ke dalam mobil dengan tak sadarkan diri karna banyak darah terbuang.
...**đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...
__ADS_1
...AKU TAU KALIAN SEPERTI NYA INGIN MARAH MAKA ITU...
...AKU PERSILAHKAN WAKTU DAN TEMPAT DI KOMENTAR WKWKWK**...