Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 34


__ADS_3

"Hwaaaa ko Lo malah bentak gue si hah!! Lo gak liat kondisi gue sekarang Ga?? Mikir lah dikit"


...JDEARRRRR...


...GRUMMMMM...


"LO YANG GAK MIKIR CELL!! KALO GUE GAK KE SINI GIMANA? HAH!!! AKHHHSHSHHHSSHS" kesal Raga,


"Huh huh hiks huh huh hiks huh uhukk uhukkk" Arcell susah bernafas


"Sialan ni penyakit!" batin Arcell,


"Gue gak paham lagi mau Lo gimana Cell. jangan mentang-mentang banyak yang sayang sama Lo peduli sama Lo! lo bertingkah semau Lo!!"


"Akh!!! GUE GAK GITU ANJ!! LO TAU BETAPA HANCURNYA PERASAAN GUE DI BILANG KAYA GITU HAH!!! GAK BANG ALDE GAK LO SAMA AJA!!!!" Arcell beranjak seraya mengatur nafasnya,


Raga terdiam dirinya ingin sekali memukul orang yang lewat di depannya namun karna ini di kamar tak ada orang selain dirinya dan Arcell,


ralat Arcell pergi meninggalkan kamar dengan nafas tak beraturan Arcell pergi dirinya tak menggunakan Lift tetapi tangga darurat, 5menit berlalu Raga tiba-tiba kepikiran Arcell yang sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja pun bergegas mencarinya.


Pikir Raga Arcell tak pergi jauh tetapi salah perkiraan mencari sepanjang koridor lantai 4 tak bertemu Arcell turun ke lobi pun tak bertemu Arcell .


ponsel Arcell tak bisa di hubungi, ingin berteriak rasanya otak nya serasa mau pecah mana masih muda udah banyak beban hidup.


Yang di cari pun masih di tangga darurat lantai 3 sudah tak kuat lagi nafasnya untung saja bukan anak alay Arcell yang kena panik attack sedikit saja mau meninggoy dirinya hanya sesak nafas sebentar saja.


"Uhukkk gak bisa kaget dikit ni jantung jedag jedug untung gak bisa di slowmo lu jingan!" Gumam Arcell,


Sekitar setengah jam Arcell duduk di tangga itu tanpa ada yang mengetahui hingga dirinya tertidur, sedangkan Raga yang tiba-tiba panik kehilangan Arcell meminta resepsionis untuk mengecek seluruh cctv ,


"Mba bisa minta tolong buat cek cctv gak?"


"Ada keperluan apa ya mas?"


"saya lupa naroh temen saya" spontan Raga berucap resepsionis pun mengerutkan keningnya,


"Eh maksudnya Saya tadi berantem sama temen saya. jadi saya mau ngecek dia kemana soalnya lagi kena panik attack"


"Maaf mas tapi privasi"


"Ya Allah mba! ini penting, kalau temen saya kenapa-napa bukan cuman saya yang ancur mba nih tempat mba kerja juga!!"


"Maaf mas tapi gak bisa!!"


"KALAU GITU SAYA MAU KETEMU MANAGER KALIAN DEH!!" Raga ngegas


"Maaf mas manager kami lagi gak ada di tempat"


"Maaf maaf Mulu mba! temen saya lagi sakit kalo dia meninggoy bakal terjadi perang dunia ke 3 loh!!! ayolahh kerja samanya!!"


"Tapi saya memang gak punya kewenangan mas!"


"Akhh! Awas Lo!" peringat Raga,


Raga mengambil ponsel nya menghubungi ayahnya untuk meminta bantuan karna di dunia ini uang lah yang paling berkuasa, tak ada uang kita di pandang rendah pastinya.


...Ayah ganteng (Calling)...

__ADS_1


^^^"Yahh? Ayah!!"^^^


"Kenapa Ga?"


^^^"Raga butuh bantuan"^^^


"Bantuan apa ?"


^^^"Panik dikit kek yah gimana gitu"^^^


"Astagfirullah Bantuan apa nak??


kamu gapapa kan?"


^^^"lebay!!"^^^


...Tuuuttttttt...


Raga langsung menatap ponselnya saat bunyi tuttt .


"Off baperan!" gumamnya, Namun Raga langsung menghubungi kembali ayahnya,


...Ayah Ganteng (calling)...


"Apa lagi?"


^^^"Ko ngegas sama anaknya!^^^


^^^bilang mamah nih??"^^^


"Perasaan anak gue dulu gak gini"


^^^"tolong Ayah hub manager^^^


^^^Eston hotel , soalnya Arcell ngambek^^^


^^^mana lagi hujan kaya gini"^^^


"Ngapain kalian di hotel?"


"Ingat Ga baru SMP kalian itu!!"


"Badan gede gapapa asal jangan


perut Arcell yang gede !!!"


^^^"Astagfirullah Ayah otaknya subhanallah"^^^


^^^"Tolong ya ayah? demi anak mu^^^


^^^yang tak kalah gantengnya^^^


^^^dengan dirimu muach!"^^^


"Ga mau gak suka gelayy"


^^^"Heh gini nih kalo kurang^^^

__ADS_1


^^^pengawasan dari mamah^^^


^^^jadi kurang gelay"^^^


"Belay!! udah ah ayah sibuk!"


...Tutttttt...


Raga sengaja tak mencari keluar karna di luar hujan dan tak mungkin kalau Arcell pergi dari hotel.


"2 kemungkinan , si bocah benar-benar pergi dari hotel atau ke tempat temannya yang tadi siapa tuh namanya lupa gue!!" batin Raga,


Tiba-tiba saja Raga yang sedang duduk mengecek ponselnya tiba-tiba di datangi beberapa orang berjas dengan terburu-buru apalagi nafasnya tak karuan,


"Tu..huh tutuan muda" Raga langsung mendongak


"Ma..mari kami antar ke ruang cctv" ucap mereka gemetar,


Bagaimana tidak gemetar? Raga anak tunggal dari keluarga Eston dan pastinya hotel ini milik keluarga nya bukan? kenapa resepsionis tidak tau kalau Raga pemiliknya?


Karna Raga terlalu pintar dan terlalu tampan hingga dirinya tak di kenali oleh anak buah nya sendiri, ya padahal hanya para petinggi saja yang mengetahui kalau Raga adalah anak dari Tuan Eston, walau beberapa orang mengetahui juga namun mengetahui ketampanan nya saja.


"1jam yang lalu putarkan"



Tatapan Raga yang serius menatap layar komputer memutarkan rekaman beberapa menit yang lalu,


"Stop!" ucapnya Raga memastikan memasuki pintu mana Arcell,


"Kamera yang ada di depan Pintu darurat setiap lantai" ucapnya, Di lihatnya Arcell tak ada keluar dari pintu darurat manapun dirinya menggerutu kesal.


"Sialan!!" Raga langsung berlari menuju pintu darurat, tak pergi sendiri manager tadi dan beberapa orang ikut berlari juga.


Sedangkan mba-mba resepsionis sudah terlanjur bisa di bilang kasar dengan anak CEO wajah mereka pucat dan panik,


Hanya butuh 2menit Raga menemukan Arcell yang sudah tertidur pulas di anak tangga seperti bocah terlantar.


"Cell bangun!" Arcell tak menjawab maybe karna ngantuk sekali.


"emm!! gemes banget sih pengen cubit GINJALNYA!! Gerutu Raga


Walau sekesal apapun Raga tetap saja dirinya menggendong bayi banyak tingkah ini kembali menuju kamarnya, Manager tadi ikut kemanapun Raga pergi,


setiba di dalam kamar,


Raga merebahkan Arcell terlebih dahulu. setelah selesai dirinya keluar menghampiri orang yang mengikuti dirinya sedari tadi,


"kalian sudah boleh pergi. Sorry saya merepotkan kalian"


"Tidak apa-apa Tuan muda, Ada yang bisa kita bantu lagi?" Raga memikirkan sesuatu,


"Kamar yang itu cek in kan, pakaian 1 set untuk cewe 1 set untuk cowo, makan malam tambahan sup" Manager mengangguk,


"kalo bukan karna anak bos udah gue lempar lu dari lantai 4 kek min seol yang di penthouse tuh" batin manager,


"Baik tuan muda, kami permisi"

__ADS_1


"Oke makasih" Raga menutup pintu sesaat mereka sudah pergi.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2