Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 132


__ADS_3

Arcell menggeliat kecil tanda ingin terbangun, Rafael berada di balkon menikmati pemadangan yang mendung namun tak akan hujan.


“Eugh” lenguh nya


Rafael melirik mematikan rokonya dan menghampiri Arcell mengecup keningnya sekilas detik itu juga Arcell terbangun.


“Morning kiss” ucap Rafael lalu mengecup kening Arcell lagi.


“Morning” Arcell menarik lengan Rafael lalu menaruhnya di kepala tanda minta di elus.


“El boleh gak Acell berharap bahagia trus hidup untuk waktu yang lama?” Rafael tersenyum



“Apapun yang kamu mau sayang”


“Makasih”


“Bangun ayo sarapan, kamu harus makan trus minum obat biar sehat” Arcell mengangguk


“Wait! Kita di mana?” Tanya Arcell panik dan langsung berduduk.


Walau Rafael tak akan melalukan macam-macam ke dirinya tetap saja takut kan .


“Di villa aku”


“Kamu orang kaya ya El?” Tanya Arcell polos


“Kekayaan aku nanti juga jadi milik kamu”


“Nyenyenye”


Mereka sarapan pagi yang terlambat, para maid yang baru pertama kali meliat Rafael seromantis dan sekalem ini di depan Arcell mereka ikut bahagia.


“Woaahhhhhhhhhh” Arcell baru saja turun ke lantai satu sedari tadi dirinya mengajak Rafael berbicara tanpa memperhatikan



“Its real?”

__ADS_1


“El cantik banget” mata Arcell berkaca-kaca melihat pemandangan sebagus ini


Berlari menuju ke depan memperhatikan luasnya lautan di depan matanya, Arcell tak berhenti berucap Subhallah.


“Makan dulu yuk” Rafael memeluk Arcell dari belekang lalu meletakkan kepalanya di lekuk leher Arcell.


“Cantik banget!!” Ucap Arcell lagi


“For you bbygirl” mengecup pipi Arcell.


Rafael langsung menggendong Arcell agar segera menuju meja makan karna sudah terlambat dengan jam sarapan pagi telat makan Maag Arcell bisa kambuh.


“Doa!” Titah Rafael saat Arcell hendak memasukkan makanan


“Eh Astagfirullah lupa” seraya terkekeh lalu meletakkan ke piring lagi sendoknya.


Rafael memimpin doa secara islam, setelah berdoa mereka pun mulai makan, Arcell duduk di depan Rafael.


Selesai makan baru saja Arcell hendka berdiri


tiba-tiba beberapa maid juga pengawal membawa Banner dan kue ulang tahun mereka bak paduan suara menyanyikan lagu happy birthday untuk Arcell.


“El” Arcell menatap Rafael yang di seberangnya, dengan hitungan detik Arcell langsung berdiri dan memeluk Rafael.


Happy birthday babygirl” ucap Rafael dengan suara beratnya seraya mengecup pipi Arcell.


“Tiup lilinnya dulu cantik” Arcell baru ingat dan langsung mendekat ke maid yang membawa kue.


“Huffttt” Senyum manis Arcell terlihat membuat Rafael sedikit geram karna anak buahnya melihat Arcell tersenyum.


“Makasih mba” Dengan tiba-tiba Arcell memeluk maid yang seumuran dengan mommy nya.


Ada tiga maid dan Arcell memeluk nya semua, saat hendak memeluk para pengawal Arcell langsung di tarik mundur oleh Rafael.


“Kalo kamu peluk mereka, kamu gak boleh ke sini lgi sayang” mengecup pipi Arcell seraya menatap ke pengawal yang ada di situ seperti mengatakan dia gadisku!


“Ck apapun untuk Arcell bukan?” Rafael mengangguk dan kembali mengecup pipi Arcell


Seperti candu, Rafael suka sekali mengecup pipi Arcell ada kesenangan tersendiri bagi Rafael saat mencium wajah Arcell.

__ADS_1


“Cantik” panggil Rafael lembut


“Hmmm?” Mata Arcell menatap ke arah mata Rafael,


Rafael menggendong Arcell seperti koala, menuju ke tempat yang tadi Arcell datangi sebelum masuk ke kamar lalu menurunkannya.


“Happy birthday bby girl” ucap Rafael lagi seraya menurunkan Arcell.


Tiba-tiba ada drone menghampiri keduanya, membawa sekotak kecil. Rafael mengambilnya lalu berjongkook di depan Arcell.


“Cantik, babygirl will you merry me?” Tanya Rafael,


Arcell kaget, dirinya bingung harus berkata apa matanya tak bisa di kontrol air mata yang ingin di tahannya tiba-tiba lolos begitu saja. Walau mereka baru kenal beberapa bulan dan dekat tapi perasaan mereka sama.


“Will you merry me Arcella Queenzie smith?” Rafael belum saja di terima udah mengganti nama belakang Arcell seperti nama nya.


“Gak mau hikss” mata Rafael membulat mendengar ucapan Arcell,


Apakah dirinya di tolak? Orang terkaya nomor satu di dunia di tolak? Menggila kamu Cell. Para pengawal juga maid yang bersembunyi di balik pintu seraya menguping juga ikut terkejut.


“Cell?” Arcell masih menangis seraya menutup matanya.


“Serius Cell?” Tanya Rafael lirih


“Gak mau hikss gak mau nolak maksudnya hikss” Jantung Rafael seperti ingin copot beberapa detik lalu,


“Arcella Queenzie Smith will you merry me cantik?” Tanya Rafael sekali lagi memastikan.


“Acell mau El hikss kesel banget di tanya mulu hikss” semua adegan tadi tentunya di abadikan dari berbagai sudut dan juga wajah panik Rafael takut akan di tolak Arcell.


Rafael menarik pelan lengan Arcell untuk memasangkan cincin di jari manisnya, Arcell langsung memeluk Rafael kaget malu dan bahagia campur aduk.


...***🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...ARCELL BOLEH BAHAGIA GAK NIH?...


...BISMILLAHIRRAHMANIRRAHI BAHAGIA...


...DI AMININ BIAR BERKAH...

__ADS_1


...YEGAKK***!...


__ADS_2