Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 182


__ADS_3

Dua hari setelah mereka menikahhhhh....


Rafael belum sama sekali menyentuh Arcell karna Arcell masih belum siap katanya. Dan Rafael tak masalah dengan itu selagi Arcell nyaman.


“AAAAAAAAAAAA!!!”


...BUGGGG...


...BRUKKKK...


Rafael yang berada di ruang kerja seketika panik berlari keluar bahkan penjaga dan para maid langsung berlari ke sumber suara.


“ARCELL!!!” Kaget Rafael yang melihat Arcell tersungkur kedepan terdengar isak tangis dari Arcell.


“Heyy! Sayang liat aku!!” Titah Rafael.


“Kenapa hmm?” Tanya Rafael karna Arcell menggeleng.


“Tuan itu darah!!” Panik salah satu maid.


Rafael langsung menggendong paksa Arcell sampai mata mereka bertatapan, hidung Arcell mimisan keluar banyak darah.


“Kenapa lari-lari si? Udah di bilang jangan lari-lari di dalam rumah kamu mah” Rafael menegur Arcell.


“Panggil dokter kim!” Perintah Rafael ke penjaga.


“Ada kecoak!!! Aku kaget trus gak liat kalo ada tiang di situ trus kejedug trus aku jatuh!!! Kamu juga malah marahin aku!!!” Tangis Arcell pecah setelah berucap dimikian.


Rafael menggendong Arcell seperti anak koala juga meminta Arcell mendongak ke atas agar darah nya tidak terus menerus keluar.


“Kalian dengar kan? Cari kecoa itu sampai dapat!” Para maid dan penjaga langsung mengangguk.


Membawa Arcell ke dalam kamar selagi menunggu dokter Kim datang, Rafael awalnya panik namun sekarang sudha tidak terlalu.


“Udah gak mimisan! Cape ngedongak ke atas kek orang gila aku tau gak!” Rafael menghela nafasnya.


“Iya sayang, kamu mau apa? Coklat? Atau apa? Mau liburan?” Arcell kini yang menghela nafas,


“Bisa gak kamu kalo aku badmood jangan di tawarin mau liburan, mau ketemu bias aku. Kita tuh harus nabung biar buat anak nanti” Rafael hampir saja tersungkur kebelakang karna kaget.


“Honey, bikin dede yuk” ajak Arcell seketika.


Arcell kicep, sepertinya dirinya salah berkata yang mana di salah artikan oleh Rafael. Rafael mengunci otomatis pintu kamar dan menutup seluruh jendela secara otomatis.


“El!” Panik Arcell.

__ADS_1


“Hmm?”


“Aku lagi minisan”


“Kenapa sayang?”


“El iih takut!!”


“Takut kenapa hmmm?” Badan Arcell panas dingin.


“Sayang!!” Rintih Arcell yang mana semakin membuat Rafael semakin bergairah.


“Okey!! Okey bentar!! Aku nafas dulu sabar nanti dulu!!” Rafael tersenyum jahil.


“Udah siap?” Tanya Rafael santai.


“Belum tapi kewajiban istri kan” Rafael tersenyum.


“Gak sakit kan?” Arcell berucap.


“Enggk tau aku” ujar Rafael.


“Ko gak tau si” Arcell yang tadinya gugup kini semakin gugup.


“Gak papa by” Rafael mencoba membuat Arcell nyaman.


...🌑🌑🌑...


Twins datang ke rumah Rafael untuk melihat sang adik karna sudah jarang bertemu membuat mereka harus mencari waktu luang untuk berkumpul.


“Tian, Kakak kamu mana?” Tanya Aldo.


“Lagi istirahat kata bang El, bang”


“Tumben ke sini” tanya El yang baru keluar dari lift.


“Arcell mana?” Tanya Alde.


“Gak sopan, gue nanya malah nanya balik” Alde memutar bola matanya malas.


“Lagi tidur kecapean” twins langsung menatap Rafael.


“Sepuluh ronde?” Ceplos Aldo


“Enggak beberapa doang” untung saja Septian tidak ada di situ karna pembicaraan bukan untuk di dengar anak di bawah umur.

__ADS_1


“Gue gibeng juga lu!” Ujar Aldo gemas.


Beberapa doang itu kan tidak tau berapa pastinya, sampai Arcell kecapean berarti sangat banyak. Alde menatap tajam Rafael yang santai duduk menikmati cococarn nya.


“Huft!!” Twins bersamaan menghela nafas mereka tak bisa berpikir baik mengingat jika Rafael berlebihan.


“Gimana kerjasama dengan perusahaan cripto?” Tanya Rafael.


“Mereka masih tidak mau di temui” ujar Alde.


“Mereka?”


“Ceo nya” ujar Aldo.


Rafael mengambil ponselnya meminta sekertarisnya untuk menghubungi Hito ceo perusahaan cripto, bukan apa Hito ini teman Rafael orangnya memang susah sekali di temui jika menurut Hito perusahaan itu tidak meyakinkan.


...Ting...


Ponsel Alde mendapatkan notif...


“Perusahaan cripto meminta untuk bertemu” keduanya langsung menatap ke Rafael.


Umur Rafael dan twins itu berbeda beberapa tahun, entah di sebut abang Rafael itu atau adik ipar. Namun keduanya tetap sama saja tak banyak artinya.


“Gcompany anak perusahaan dari Gibson company, gue harap lo berdua bisa menjalankannya dengan baik”


“Hubungi gue kalo ada perlu apapun” ucap Rafael lagi.


Setelah pembicaraan itu mereka pun sibuk dengan urusan masing-masing.


“Gak niat cari pacar?” Tanya Rafael sambil ngevape.


“Terlalu sibuk gak bisa mikir cinta selain cinta keluarga” ujar Aldo.


“Ck, lo pada udah berumur bukan remaja lagi”


“RAFAELLLLLLL” teriakan Arcell menggema.


Membuat mereka kembali panik, oh iya kejadian dimana Arcell mimisan itu sudah di obati dan di cek oleh dokter Kim semua baik-baik saja tidak parah dan barulah setelah itu Rafael mengeksekusi Arcell wkwkw.


“Apa say...” Rafael menjeda ucapannya saat ingin masuk ke dalam kamar.


“Lo berdua dilarang masuk!!” Perintah Rafael.


Rafael baru ingat, dirinya meninggalkan Arcell yang tertidur pulas tanpa busana hanya di tutupi selimut saja.

__ADS_1


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


MAAF YAA LAMAA**


__ADS_2