Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 60


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu keluarga Gibson yang mana akan di laksanakan nya syukuran sekaligus pemberian nama untuk si bungsu, keluarga besar sudah berkumpul. tak hanya keluarga besar tetapi juga mengundang para anak yatim dan tetangga tentunya.



"Cantiknya cucu Opa" saat Opa melihat Babygirl yang berada dalam keranjang tidur


"Kalo Acell cantik gak?" tanya Arcell yang cemburu saat adiknya saja di puji,


"Tentu, Cucu cucu Opa itu ganteng dan cantik cantik" Arcell tersenyum


Arcell sangat menyayangi Opa dan Oma keduanya sangat-sangat berarti bagi Arcell bahkan kadang Arcell meminta keduanya untuk tinggal serumah tetapi Oma tak mau dengan alasan kasian rumah Oma sendirian katanya,


Acara di mulai,


Nico membawa baby girl ke depan ustadz untuk di berikan nama sebelum itu rambutnya di potong sedikit, Baby girl seperti tidak terganggu oleh orang-orang malah tidurnya lebih nyenyak seperti tak ada gangguan.


Skip selesai Acara..


Nama sang adik sudah di berikan, namanya adalah.


...Razella Fadipta Gibson ...


...(Azella)...


Namanya mirip dengan Arcell bukan marah Arcell malah senang adiknya memiliki nama seperti dirinya agar nanti kalau di panggil bisa salah ucap,


...◼️◼️◼️◼️◼️...


Beberapa bulan sudah di lalui kini mereka semua memasuki musim ujian kenaikan kelas, sebelum ujian mereka mengadakan pensi terlebih dahulu maka itu saat ini sedang ada bazar di sekolah dan beberapa lomba yang di laksanakan, Sekolah lain pun ikut berpartisipasi dalam bazar maupun Lomba yang di laksanakan seperti Futsal, Basket yang lebih unggul dalam lomba kali ini,


oh ya Arcell dengan orang kelas masih sama cuek dan tidak terlalu memperdulikan sekitar selagi dirinya tidak di ganggu masih Arcell yang sama. Sering berbeda pendapat dengan Raga tetapi Raga memilih mengalah agar tidak terjadi hal seperti waktu itu,


Sedangkan dengan Gio, mulai akrab tapi tak seakrab dengan Raga dan mereka beberapa kali saja berkomunikasi entah di real life atau dari aplikasi.


"Cell fotoin dong" ucap Naya seraya memberikan ponselnya



"tancu bby girl" ucap Naya setelah selesai di fotokan,


"Nay gue lagi dong" memberikan ponselnya dan Naya memberikan ponselnya untuk di pegang kan



"Makasih"


keduanya berjalan jalan mencari cemilan juga keberadaan Raga yang sebagai panitia juga pemain inti basket namun masih belum lomba di mulai,


...BRUKKKK...


Untung saja Arcell di tarik seseorang jadi tidak jatuh ke tanah akibat tubrukan seseorang itu,


"gapapa Cell?" tanya nya saat ini Arcell dalam pelukan Gio,

__ADS_1


"hmm?? eh gapapa" lalu menjauh dari dekapan Gio,


"Heh jalan pake mata dong! temen gue kalo jatuh trus mukanya lecet Lo mau tanggung jawab!!" ucap Naya kesal selalu saja orang-orang menubruk sahabatnya ini tanpa rasa bersalah,


"Makanya jangan di tengah jalan ganggu orang lewat!"


"Udah Sal emang kitanya yang gak liat!"


"Bukan salah kita Hel mereka aja yang di tengah jalan gak tau pada buru-buru"


"Ada apenihh" Rafa datang seraya memakan Sosis bakar miliknya


"Udah Nay mending kita ke tempat lain aja di sini pengap" ujar Arcell


"Pengap?" tanya Naya yang bingung padahal mendung dan sejuk cuaca hari ini,


"gak ngerasa Lo? udara penuh dengan ke irian seseorang memenuhi sekitar" lalu tersenyum remeh ke Arah Salsa wajahnya sudah masam,


"Iya Cell yuk pergi tuk" seraya menggandeng tangan Arcell


Mereka membeli Minuman juga cemilan yang ada di bazar, banyak di dalam kresek berisikan cemilan Arcell Naya saja menggeleng bingung banyak makan namun Arcell tak gendut gendut.


"Di makan di mana Cell?" tanya Naya


"Gue mau makan di rooftop"


...Drtttt...


...Drttttttt...


"Duhh gue udah bilang gak mau ikut malah di telpon Mulu!!" kesal Naya,


"Kenapa Nay?"


"Ini ketua tim Cheerleaders minta gue ikut soalnya mereka kekurangan orang"


"yaudah ikut aja lagian lo juga bisa kan"


"bisa tapi masa gue tinggal Lo nya"


"Udah sana gue gapapa"


"nanti gue juga nonton ko"


"Yaudah gue pergi dulu ya?" Arcell mengangguk,


Naya mengikuti ekskul Cheerleaders namun tak ingin ikut tampil lebih memilih jadi pemain cadangan karna malas saja wajahnya di perhatikan banyak orang,


"Ka samyang nya 1 ya tambahan bon cabe level 5" ucap Arcell,


"Oke ka tunggu ya" Arcell mengangguk.


Dari beberapa stan terlihat twins dan Bagas juga Jesika berjalan ke arah ke arah Arcell yang sedang duduk menunggu pesanan padahal di tangannya sudah beberapa kresek makanan , terlalu fokus dengan ponselnya tak menyadari kalau sudah berada di samping Arcell,

__ADS_1


Alde dan Aldo memperhatikan sang adik yang asik bermain ponsel scroll tiktok tanpa menyadari kehadiran twins,


"Ade Abang ngapain di sini" bisik Aldo bahkan bisa terjadi kesalahpahaman jika di lihat dari arah sebaliknya


"Astagfirullah kaget!!!" gerutu Arcell,


"Ka ini Samyang level 5 nya" Mata Twins melotot mendengar ucapan itu, bahkan Jesika yang berada dari beberapa langkah juga Bagas karna membeli cemilan di stan dekat situ langsung menoleh,


"Hmmmmmmmm!!!!" gumam Keduanya,


"sini mba!" ujar Aldo mengambil samyang nya


"Berapa?" tanya Alde


"25k Ka" Alde mengambil uang berwarna biru di dalam dompetnya lalu memberikan,


"Itu punya Arcell!!" ucap Arcell saat berdiri ingin mengambil samyang di tempat Aldo,


keakraban twins dkk sudah di ketahui oleh anak-anak sekolah sejak semester pertama namun identitas Arcell sebenarnya tidak, yang murid-murid seantero sekolah tau kalau Mereka cocok saja berteman cantik dan tampan.


"Gak ada! mau masuk rumah sakit lagi hah?" gertak Aldo


"Dikit doang level 5 bang!!" rengeknya


"Gak! sekali enggak ya enggak!!"


Sebulan sebelum nya Arcell masuk rumah sakit karna jarang makan lalu saat makan, yang di makannya pedas pedas juga mie.


"Gue kurung juga lu!!" Mata Arcell melotot


"Zef Zefre!!" teriak Aldo


"Kenapa Do?"


"Sini bocah kalo di panggil ke sini" Zefre pun menghampiri mereka,


"Kenapa Do" ulangnya lagi


"Nih makan Samyang level 5 Lo suka pedas kan ? gue liat di channel ytb lu mukbang samyang kemarin"


"Serius Lo ngasih gue?"


"Iye..." belum selesai Arcell sudah memotong


"Itu kan punya Arcell!"


"Bawa jauh-jauh Zef!" titah Alde


"Oke makasih!"


Arcell menatap keduanya bergantian lalu beranjak pergi dari mereka, padahal dirinya lagi pengen makan pedas.


"Kalo dia balik lagi jangan di jualin! awas aja Lo pada ngejual ke dia trus dia masuk rumah sakit! gue tuntut warung Lo!" titah Aldo membuat mereka mengangguk saja takut kena marah.

__ADS_1


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2