Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 171


__ADS_3

Hari demi hari sudah berlalu, keadaan Fisik sudah mulai membaik tapi Arcell masih belum sadarkan. Tiga minggu sudah Arcell berbaring di rumah sakit.


Keadaan Arcell bisa di bilang parah apalagi penyakit sebelumnya yang hampir tak bisa di sembuhkan. Sifat kedua abangnya yang dulu periang dan banyak bicara kini menjadi pendiam.


“Cell bangun ya? Abang kangen” Aldo mengelus lembut pucuk kepala Arcell.


“BTS mau konser loh Cell, masa kamu gak mau nonton” Aldo terus bergumam sendirian.


“Kangen di ceramahin Arcell”


“Tau gak Tian sampe sakit karna nangisin ade terus”


“Masa gak niat bangun? Betah banget ya di sana? Yakali Cell kita di tinggalin kan gak lucu” Aldo sudah bergumam tak jelas selama dua jam lebih.


Percayalah setelah Aldo nanti pasti ada lagi orang yang berbicara sendiri di dalam ruangan ini entah satu atau dua jam bahkan lebih.


Berbicara seolah lawan bicara menjawab pertanyaan atau mendengarkan semua pembicaraan yang di bicarakan.


“Do” panggil Alde.


“Kenapa?”


“Gimana?”


“Masih sama” Alde mengangguk.


Besok keduanya harus ke German ada beberapa urusan dan harus mereka yang menghadiri padahal keduanya tak ingin meninggalkan Arcell. Tapi mau bagaimana tak bisa di wakilkan bahkan Bagas dan Raga juga ikut karna memang mereka yang memiliki bisnis sekaligus menjadi pengusaha muda.

__ADS_1


Padahal kalau Arcell sehat, dia juga bakal ikut mereka berlima terdaftar menjadi pengusaha muda dan masuk top10 terbaik di asia.


“Cell abang nemenin bocah satu ini dulu ya? Kalo ada apa-apa tinggal calling-calling abang ya nanti abang otw” bisik Aldo ke telinga Arcell.


Fara selalu menangis melihat interaksi anak-anaknya yang masih setia menunggu Arcell bangun, beberapa hari lalu ada ibu-ibu yang kesal karna melihat banyak dikter memprioritaskan keadaan Arcell.


Padahal dokter yang memprioritaskan itu dokter pribadi keluarga Smith atau memang di wajibkan mengurus Arcell itupun Rafael yang menugaskan.


“Kenapa gak di biarin mati aja anak ibu? Kan buang-buang duit aja trus juga dia pasti kesakitan!!” Ujar sang ibu-ibu itu dengan emosi karna anaknya di abaikan oleh dokter Kim.


Fara sudah siap ingin menampar wajah ibu-ibu itu namun langsung di tahan oleh Nico, agar tak memperkeruh suasana.


Setelah itu, Arcell di pindahkan ke lantai dua dan lantai itu khusus untuk keluarga Gibson dan kerabat jika perlu privasi atau ketenangan.


Untung saja di saat itu tak ada Rafael, andaikan ada mungkin kalimat-kalimat kasar yang ibu-ibu itu keluarkan adalah kalimat terakhir yang bisa di dengar.


Membicarakan tentang Rafael, Rafael semakin dingin dan tak tersentuh. Para Karyawan sudah mengetahui kalau keadaan tunangan bos mereka sedang koma setelah kejadian dimana Grace datang ke perusahaannya.


Kenapa? Karna sifat Rafael juga aura Rafael bagi mereka itu mengerikan. Membuat mereka selalu merinding seperti ada aura ingin membunuh siapa saja yang menghalangi bahkan menatap nya walau sekilas.


Cuman satu perempuan yang gencar mendekati Rafael dan sering di usir tak di biarkan masuk ke dalam perusahaan Rafael.


...🌑🌑🌑...


“Cucu oma cantik bangun ya? Katanya mau jalan-jalan lagi sama oma”


“Oma kangen tau!!”

__ADS_1


“Acell udah gak sayang oma ya? Sampe gak mau bangun”


“Oma selalu berdoa biar Acell cepat bangun”


“Oma makan makanan yang Acell larang lagi tau, kenapa oma makan? Biar Acell bangun dan negur oma marahin oma” air mata oma mulai turun tanpa ijin.


“Acelll”


“Acell nya oma, cantiknya oma bangun yukk”


“Sampe ulang tahun kamu aja! Kamu kewatin gimana Cell bangun dong” oma meracau sambil terisak.


Tangis oma begitu pilu, siapa saja yang melihat dan mendengar pasti akan ikut menangis. Seperti saat ini Fara dan Nico berada di luar lintu dapat melihat oma dan Arcell yang di dalam.


“Mas hiks kapan anak aku bangun hikss” tangis Fara.


“Kita berdoa aja ya dek, semoga anak kita segera bangun” Fara mengangguk sambil menangis.


Nico mengajak Fara duduk mengingat kondisi istrinya ini juga perlu istirahat karna selalu menangis jika melihat dan terbayang keadaan Ardell kritis.


Alde Aldo sudah pulang kerumah, Azell dan Tian berada di rumah karna mereka masih kecil jika mereka sering di bawa ke rumah sakit bakal rentan terkena penyakit maka itu di tinggalkan di rumah.


Karna Alde Aldo ke German, maka Rafael membawa pekerjaanya ke rumah sakit karna Fara harus membagi dua waktunya ke Arcell dan ke Tian juga Azell yang di rumah.


Rafael sudah menjadikan salah satu kamar pasien sebagai kamar pribadinya, bahkan sampai ayahnya saja geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang bucin akut.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


CELL LO GA MAU BANGUN HMM?


...BANYAK YANG RINDU SAMA LO! LO GAK NIAT BUKA MATA LAGI? SAKIT YA? TAHAN YA CELL JANGAN NYERAH😭**...


__ADS_2