
Rafael yang sedang menikmati makanan buatan Arcell pun menoleh ke arah ponsel Arcell,
...Bang Aldo (calling)...
"angkat Cell" titah Rafael,
"Enggak biarin"
"Cell"
"iya sabar minum dulu" kesal Arcell
Arcell mengangkat panggilan dari Aldo tersebut,
...Bang Aldo (calling)...
"Hallo?"
"Cell dimana?"
"gak sekolah?"
^^^"tadi Arcell ada urusan"^^^
..."Woy liat Acell gak?"...
..."kita nyari nih dari tadi"...
..."lagi di hubungi Kal"...
..."lah?"...
"urusan apa?"
..."sabar Dit gua lagi ngomong!"...
"Woy dimana Lo? ngadi-ngadi ye!
sini gak Lo ke sekolah!"
"sementang sekolah punya bapak Lo!"
"seenak jidat ijin Mulu!"
^^^"gue sibuk"^^^
"sibuk ape lu? ngukur jalan?"
^^^"Gue mau pergi ke Korsel"^^^
^^^"bye"^^^
...panggilan berakhir...
Seketika Adit yang mendengar ucapan Arcell pun langsung mengerutkan keningnya, begitupun dengan yang lain karna mereka tak dapat mendengar ucapan Arcell.
"Apa kata Arcell?" tanya Raga yang sedari tadi menahan diri
"Katanya mau pergi ke Korsel?" ucap Adit
"Korsel apaan dah?" tanya Arpan
"KOREA SELATAN BEGO !" kesal Bagas itu saja tidak tau,
"Eh? wait? Korsel? anj!!" mereka langsung buru-buru menuju parkiran
bahkan Alde yang sedari tadi menyadari sudah lebih dulu berada di parkiran, untung saja mereka menggunakan motor sport milik masing-masing.
...BRUMMM...
...BRUMMMM...
...BRUMMMMM...
bunyi knalpot racing bergumam di seluruh parkiran bahkan terdengar hingga kelas, menjadikan mereka pusat perhatian murid-murid di sekolah tersebut,
__ADS_1
"Kenapa tuh mereka? tumben banget" ucap Devan
"Anj hampir kena motor gue!!" ucap Rafa panik
Gio yang berada di Selasar lantai dua memperhatikan mereka, sekilas otaknya memikirkan Arcell . ah Arcell?
"Arcell" gumamnya
"Lo pada liat Arcell gak?" teriak Gio ke dalam kelas
"Gak ada"
"gak"
"Woy ketua kelas! Arcell mana?" tanya Gio ke Salsa
"mana gue tempe"
"Nay , Arcell mana?"
"Gak ada dari pagi"
"Shit!!!!" Gio langsung berlari meninggalkan Teman-teman nya.
...🌚🌚🌚...
"Gue harus pergi dulu" ucap Arcell
"mau kemana Lo?"
"twins bisa lacak gue, gue gak mau apart ini ketauan"
"gue ikut"
"gak ada! Lo tunggu sini, ntar gue balik lagi" mau tak mau Rafael mengangguk setuju.
Masih dengan seragam sekolah nya, Arcell meninggalkan area apartemen nya, Arcell menduga pasti twins sudah berada di perjalanan entah tujuannya ke mana yang pasti kalau Arcell menghidupkan ponselnya twins pasti bakal melacak keberadaan dirinya.
Arcell melupakan kalau Rafael itu hacker ah sudahlah, buru-buru Arcell mencari tempat yang tak di curigai kedua abangnya tersebut.
dirinya pun menuju McD yang tak jauh dari lokasi apartemen nya, tak peduli dirinya jadi bahan pembicaraan atau tatapan tatapan pengunjung lain karna memakai seragam sekolah dan tentu nya saat ini masih jam belajar.
Selang beberapa saat..
Twins, Raga, Bagas, dan tiga sepupu Arcell tiba di McD tersebut, wajah datar mereka tanpa ada sedikitpun senyum terpancar bukan membuat orang takut, tapi sebaliknya membuat para kaum hawa tentunya menjerit kala melihat wajah bak pangeran mereka.
Aldo berdiri di samping Arcell, tangannya mengecek suhu tubuh sang adik tanpa berucap sepatah kata pun.
"udah pinter sekarang Lo ya?" ucap Haikal,
"Apaan sih! gue lagi makan juga!"
"pulang! ngapain bolos keliaran di luar!" titah Aldo
"Abang gak liat Ade lagi makan?"
"di bungkus! bawa pulang!"
"enggak, Arcell mau makan di sini"
"Do udah" titah Alde
mereka semua menghela nafas, Arcell keras kepala dan tak bisa di ajak berdebat. mereka bakal kalah kalau berdebat atau adu mulut dengan Arcell , Arcell yang kalian kenal sekarang adalah salah satu dari banyak nya Arcell dalam diri itu.
"Balik gih ngapain juga ngikutin Arcell" titah Arcell
"Balik? santai banget mulut Lo!" ucap Adit
"kita balik ke sekolah sama-sama!" titah Raga,
"Gue mager sekolah"
"Kenapa? ada yang buat kamu malas di sekolah? siapa? sebut namanya biar Abang bilang Daddy keluarin!!" ucap Aldo yang sudah mulai tak bisa mengontrol kesal nya
Smirk di wajah Arcell terlihat sekilas,
__ADS_1
"Arcell mau pindah sekolah" ucap Arcell santai
"Hah?"
"what?"
"gue rasa ni anak udah gila"
"ngadi-ngadi mulut Lo!" cengok mereka semua, Alde hanya bereaksi dengan helaan nafas.
Gio berada tak jauh dari mereka mendengarkan pembicaraan tersebut, Gio juga kaget mendengar ucapan dari Arcell yang ingin pindah sekolah.
"gak bakal gue biarin Lo pindah sekolah Cell! " batin Gio,
Alde merasa ponselnya bergetar,
...Drttttttt...
...Drttttttt...
...Daddy (calling)...
^^^"Assalamualaikum, hallo dad?"^^^
"Kalian di mana De?"
"Daddy di sekolah"
^^^"Lagi di McD"^^^
"ngapain?"
"Balik ke sekolah gak!"
"jangan bikin Daddy marah bang!"
^^^"iya"^^^
"Daddy tunggu!"
^^^"iya"^^^
...panggilan berakhir...
"Daddy bang?" tanya Aldo,
"balik ke sekolah semua!" titah Alde, Arcell tersedak mendengar ucapan Alde.
"Kenapa?" tanya Arcell tanpa dosa,
"Daddy di sekolah" Susah susah Arcell menelan ludah nya,
"Arcell ijin gak ikut" ucap Arcell
"No! Daddy minta semuanya" Arcell pasrah
Mata Arcell tak sengaja bertatapan dengan Gio, yang juga menatapnya, entah apa yang d pikirkan Gio saat ini.
" Sialan" batin Arcell
...🌚🌚🌚...
Mereka bertujuh langsung menuju ke ruang kepala sekolah kenapa? karna baru saja tiba nama mereka sudah di panggil untuk menuju ruang kepsek.
"duduk!" titah Nico,
mereka serempak duduk, menurut Arcell saat ini Daddy nya sangat menyeramkan apalagi sedang serius.
"Pada ngapain di McD jam sekolah hmm?"
"Itu Dad, Tadi waktu di jalan mau ke sekolah Mag Arcell kambuh trus Arcell putar balik. Abang dan yang lain cuman ngikutin Arcell , dan Arcell lupa ngasih tau mereka"
Arcell berbohong demi menyelamatkan diri sendiri dan yang lain tentunya, dan ini juga kesalahan dirinya karna membolos akhirnya terciduk.
"trus sekarang udah makan kan? atau ke RS aja di cek?" terlihat jelas dari wajah Nico sangat khawatir mendengar ucapan Arcell.
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...