
Rafael dan Arcell audah berada di mansion, niat awal mereka setelah tiba di mansion adalah untuk makan tapi di undur sebentar karna Arcell tertidur, Rafael menggendong Arcell menuju kamar.
Setiba di kamar, Rafael langsung merebahkan Arcell di tempat tidur setelah itu dirinya langsung menuju kamar mandi untuk mandi,
Beberapa menit kemudian Arcell sudah terbangun di lihatnya Rafael yang berada di sampingnya sambil bermain game,
“Eum aku hoam ketiduran ya? Maaf” Rafael melirik sekilas lalu mematikan ponselnya walau masih di dalam game.
Cup
“Ayo makan malam” Rafael langsung menggendong tubuh Arcell,
“Turunin El aku mau jalan kaki aja” seakan tuli Rafael terus saja menggendong Arcell.
Setiba mereka di meja makan,
para maid sudah menyiapkan makan malam mereka. Arcell. Mood Arcell tiba-tiba berubah wajahnya seketika jutek.
“Makan sayang” titah Rafael
“Hmm” Rafael yang baru saja hendak memasukkan makannya ke mulut langsung di urungkan seraya menatap Arcell.
“Kenapa sayang?”
“Kepala aku pusing” Rafael meminta Arcell untuk mendekati dirinya dan Arcell menurut.
“Duduk sini”ujar Rafael seraya menepuk-nepuk paha nya.
Arcell duduk di pangkuan Rafael kepalanya di sembunyikan di lekuk leher Rafael, entah kenapa Arcell ingin memeluk Rafael terus.
“Aku suapin ya?” Arcell menggeleng
“Aku kenyang”
“Makan ya dikit aja”
“Kenyang sayang” Rafael blushing mendengar ucapan Arcell apalagi suara nya seperti anak kecil membuat Rafael gemas dan baper.
“Buatkan susu hangat dan tambahkan madu sedikit” titah Rafael ke maid.
“Akh! Sakit by” Rafael kaget kala Arcell mengigit bahu nya.
“NGESELIN!” Arcell mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
“Mau apa hmm?”
“Mau ke Disneyland” ceplos Arcell
“Oke hari sabtu depan kita berangkat sama yang lain juga” Arcell mendongak sedikit lalu menatap matap Rafael.
“Serius? Naya juga? Tian abang mommy daddy oma grandpa juga? Raga dan bang Bagas juga?” Rafael nampak berpikir sejenak lalu mengangguk.
“I love you El” Arcell mengecup pipi El beberapa kali lalu memeluknya senang.
...🌑🌑🌑...
“BANG ALDO!!!” Teriak Arcell kesal
Bagaimana tidak kesal Arcell sedang main ps bersama Alde, namun Alde sedang berada di kamar mandi hanya ada mereka berempat di kamar game. Aldo Arcell, Azell dan Tian tiba-tiba saat Arcell mau memakan snack Aldo dengan sopannya kentut di depan Arcell saat lewat.
“AMPON CELL!!”
“Jangan lari-lari di dalam rumah bang!!” Teriak Fara
“BANG ALDO JOROK BANGET!!!”
“Kan gak sengajaaaa!!!”
“Tetep aja!!!”
BUGGGG
“Cell hp mahal itu!!” Tegur Fara
“Abisnya kesel!!!”
...Dingdong...
“Bu anu di depan” ucap mamang yang masuk tergesa-gesa.
“Kenapa mang?” Tanya Aldo
“Anu den di depan ada..”
“Ada apa mang? Ondel-ondel?”tanya Aldo
“Atau topeng monyet” Arcell ikut bertanya
__ADS_1
“Bukan atuh! Itu di depan ada polisi” gugup mamang.
“Ya suruh masuk atuh mang masa di biarin di depan” ujar Fara santai,
Mamang mempersilahkan para polisi itu masuk ke dalam, Arcell sudah mengirimkan pesan ke grub keluarga dan Rafael mengatakan kalau di rumah mereka sekarang ada beberapa polisi dan preman.
Tiba-tiba pengawal bayangan Arcell ikut masuk dan berada di sisi Arcell membentengi keluarga Arcell, preman yang di bawa orang tua Naya sontak langsung pucat kala melihat empat pria berbadan kekar itu.
Dengan sekali deheman beberapa preman itu langsung undur diri pamit panik tentu saja entah bagaimana nasib mereka nanti jika bos besar murka.
“Saya dari kepolisian ingin meminta nona Arcell ikut ke kantor untuk di introgasi” Ujar polisi itu
“Ada surat dari atasannya pak?” Pinta Fara, polisi itu memberikan surat tersebut.
“Ada apa ini?” Tanya Grandpa yang datang bersama Nico.
“Ah pak Georgi” ucap Ayah Naya
“Prana! Apa maksud anda membawa banyak preman juga polisi kerumah anak saya!” Tanya Grandpa
“ANAK ANDA SUDAH MENYEMBUNYIKAN ANAK SAYA!” Dengan tak sopan mama tiri Naya berteriak di hadapan Grandpa,
“Jangan berteriak ke ayah saya!” Ujar Nico penuh penekanan,
Dirinya saja tak pernah meneriaki Georgi bahkan kakak nya saja tak pernah meneriaki atau membentak Georgi.
“Benar kan! Kalian menyembunyikan anak saya!!” Alde langsung maju menghadap ke mama Naya .
“Apa anda tidak punya etika? Ini rumah orang! Kalau tak bisa sopan untuk kedua kalinya, saya bukan menyeret anda untuk keluar melainkan menendang anda dengan kaki saya sendiri” Alde tak peduli dengan polisi yang ada saat ini.
“Abang gue ni bos” gumam Arcell yang tentu dapat di dengar oleh Aldo karna mereka bersebelahan.
“Mau di selesaikan secara apa, Prana?” Tanya Grandpa
“Eh? Ah secara baik-baik saja tuan” takut-takut Prana berucap.
“Sudah semiggu lebih anak saya tidak pulang! Kalian pasti menculik nya!!”
“Grandpa, Arcell gak mau di selesaikan secara baik-baik” pinta Arcell dengan gaya imut bahkan saat ini sedang bersembunyi di belakang Aldo.
“Kenapa princess?” Tanya Grandpa lembut
Polisi yang berada di situ seperti debu yang tak di anggap bagaimana tidak mereka juga takut-takut untuk menyela grandpa apalagi mereka ke sini. Mereka masih ingin aman bukan karna apa, Grandpa ini sangat-sangat menakutkan bagi mereka dengan sekali menghubungi orang saja apapun informasi yang sulit di dapat pasti langsung dapat.
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...MAAF Y MAAF ...