Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 159


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu semua murid yaitu hari dimana semua teman-temannya akan menjadi budek tuli dan bisu. Ingin sekali menampol mereka dengan papan ulangan namun hati tak enak.


“Sit sity oi purfffttt”


“Cell lo udah?”


“Belom”


“Itu yang bisik-bisik mau ibu keluarin” seketika kelas hening.


Raga seketika menulikan pendengarannya, sebenarnya Arcell dan Raga ini sednag berkompetisi siapa yang akan ranking satu dan dua tentunya.


Setiap di tanya nomor sekian sekian oleh temannya Arcell selalu jawab belum, emang teman dakjal satu ini juga meresahkan minta di timpuk.


Ulangan berjalan seperti biasa, kini semua murid sedang berada di kantin, lapangan selasar dan kelas. Mereka berkumpul untuk belajar pelajaran berikutnya.bPelajaran yang sangat menguras otak mereka yaitu matematika sudah terlewat tentunya.


“Gi ko lo budek banget si?” Tanya Rafa


“Sengaja gue mah, soalnya lo sekalinya di kasih jawaban tuman mo semua”


“Kan kita besfrend cok”


“Untuk seminggu kedepan tidak”


Mereka berada di kantin Arcell seperti ratu yang di kelilingi para most wanted sekolah. Fokus dengan makanannya tak peduli celotehanDevan dan Rafa yang mengeluh kaarna tak dapat banyak contekan.


...TRINGGGGG...


mereka pun kembali ke kelas, seharian ini Nabila tak menampakkan batang hidungnya di hadapan anggota Revardoz maupun Arcell. Padahal Arcell ingin sekali melampiaskan gabutnya dengan adu argumen bersama Nabila.


Ulangan di mulai, Arcell masih sama agak sedikit tuli dan juga tidak terlalu pelit memberikan jawaban ke teman-temannya walau bisa di hitung pakai jari dirinya memberikan jawaban ke teman yang bertanya dengan dirinya.


...🌑🌑🌑...


“Bang Aldo!!” Kesal Arcell


“Ya elah Cell dikit doang masa gak boleh nyicip!”

__ADS_1


“Aduhh nanti bang!! Arcell lagi ngehias kuenya abang jangan di coel-coel mulu iih!!”


“Abisnya enak Cel”


“Tian jagain kue kita! Jangan biarin titan abnormal ini mendekat!!!” Septian mengangguk dirinya menghalangi Aldo untuk tidak mendekati kue mereka.


“Azell gigit bang Aldo!” Azell langsung menggigit lengan Aldo.


“Duhh ni gigi-gigi bocil rapet bener!!!!” Aldo kesakitan rasanya lengannya yang di gigit Azell seperti belobang.


Mereka berperang melawan Aldo yang sedari tadi menganggu mereka menghias kue, iya Arcell membuat kue entah kenapa dirinya gabut pengen makan kue ulang tahun yang di bikinnya sendiri.


“Bang Aldo iih ngeselin banget sumpah!!!” Aldo menoel-noel pinggang Arcell menganggu adiknya ini.


Fara datang ke dapur melihat keempat anaknya ini yang sibuk di dapur bahkan dapur sudah seperti kapal pecah, Alde tak ada karna sedang tidur siang di kamar.


“Mom abang tuh!! Ganggu dari tadi”


“Do!” Tegur Fara kalem.


“Hehehe iya mom gak lagi deh” Aldo angkat tangan lalu menggendong Azell pergi dari situ membiarkan Arcell dan Tian yang membuat kue ulang tahun versi mereka tersebut.


“Kaya biasa mom, bersaing dengan kutu kupret Raga” membuat Fara terkekeh,


“Siapa yang kutu kupret hmm” Arcell sedikit terkejut mendengar suara Raga.


“Sama siapa Ga?” Tanya Fara.


“Sama motor mom”


“Kan mom? Emang kutu kupret dia ini mah!!”


“Mommy tinggal dulu Azell belun bobo siang” ketiganya mengangguk.


“Ga, Naya bilang ke gue kalo dia mau ke German”


“Demi apa?”

__ADS_1


“Demi motor burik kesayangan lo”


“Serius!”


“Gue ngomong serius tapi respon lo ko gitu si?”


“Gak tau gue Cell, rasa gue ke dia kaya udah pudar gitu. Gue anggep dia kaya temen sahabat biasa aja sekarang”


“Gak mau lebih lo?”


“Gak dulu keknya” Arcell mengangguk saja.


Arcell juga tau permasalahan di keluarga Aston atau keluarga Raga tak berat namun malas saja membahasnya.


“Pulang sekolah besok gue mo ketemu mami” ujar Arcell.


“Yee telat lo! Mami sama papi kesayangan lo baru aja ke singapure barusan”


“Huaaaaaa berasa anak angkat gue di tinggal mulu”


“Uhukk-uhukk kan emang anak pungut lu” Septian hanya fokus merapikan barang-barang yang sudah di gunakan, menaruhnya ke wastafel tak memperdulikan keduanya.


“Ngadi-ngadi gue laporin lu ke mami biar gak dapat wang jajan!”


“Kan ada lo, sebagai anak pungut bokap nyokap gue, lo harus bayarin gue!!” Ujar Raga.


Beginilah keduanya jika sudah berkumpul, Raga yang tadinya pendiam jadi paling bacot jika bersama Arcell.


“Tian coba rasa” pinta Arcell,


Mereka membuat nastar juga cake ulang tahun tentunya mereka juga membuat dessert, Arcell sudah di minta istirahat oleh mommy dan abang-abangnya namun tak menurut katanya dirinya pengen bikin kue.


Rafael tak ada menghubungi dirinya, dan Arcell percaya dnegan Rafael dia tidak akan berselingkuh di belakangnya.


...**🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...MAAF YA G UP KMRIN KRNA LGI G ENAK BADAN SM G DPT KONSEP YANG COCOK AJA....

__ADS_1


...MKNYA KDNG AKU MINTA KALIAN KOMENTAR, ENTAH SARAN ATAU PENDAPAT KALIAN UNTUK KEDEPANNYA CERITA INI ....


...JUGA BIAR AKU DAPAT IMAJINASI NYA**....


__ADS_2