
"Jesika Anara Kiasa" sebut Arcell,
"Di rumah Lo gak di didik dengan baik ya? kalo ngomong sama yang lebih tua itu harus pake Kakak! hormati yang lebih tua!"
"Gila hormat ya?" ucap Arcell santai seraya membersihkan lutut nya,
"Maksud Lo apa!!" Jesika ingin menjambak rambut kuncir kuda Arcell namun langsung di cekal seseorang,
"Lo apa-apaan si Jes!!" ujar Bagas,
Bagas baru saja tiba dan memarkirkan motornya tiba-tiba saja anak-anak mulai dari yang SMP hingga SMA berlarian menuju gerombolan orang,
karna kepo Bagas pun juga bergegas menuju gerombolan itu, dan apa yang di lihatnya? sangat sangat ramai sebelum Bagas menyadari kalau dua perempuan itu Arcell dan Jesika,
"Lepasin Gas!!" ujar Jesika,
Arcell yang tadi memberikan lutut serta rok nya pun kembali mendongak karna mendengar nama seseorang yang di sebutkan Jesika,
"Lo gila hah!!" ujar Bagas,
"Lo gak tau apa-apa diam gas!!"
"Ehekmm!!" Arcell berdehem,
"Eh Bang Bagas" ujar Arcell seraya tersenyum,
"jangan sok akrab deh Lo sama Bagas!!" ujar Jesika tak terima,
"Bang ajarin temennya jangan gila hormat, Gue sama dia cuman beda umur kalo skill boleh di coba" ujar Arcell lalu berbalik,
"Aaaawh!!" rintih Arcell karna rambutnya di Jambak oleh Jesika dengan tangan yang satunya,
"LEPASIN !!!" pinta Arcell
"Sok ke cantik Lo!! rasain!!" Bagas mencoba melepaskan cengkraman tangan Jesika dari rambut Arcell,
"De Do Ga kemana si Lo anj!!" batin Bagas,
"Gue gak boleh nangis gak boleh!!" batin Arcell ,
Rambutnya di tarik dengan kencang siapa yang tak ingin menangis sakit woy sakit.
"LO APA-APAAN JES!!!" Teriak Alde dengan penuh amarah mencengkeram kuat tangan Jesika yang menjambak rambut Arcell,
Jesika seketika tertegun dan melepaskan cengkraman tangan yang menjambak rambut Arcell.
"Gu..Gue ! gak dia yang salah De Dia dorong gue!!" ujar Jesika
"Gak usah mutar balik fakta Lo anj!!!"
Alde Aldo langsung reflek menoleh ke Arcell karna Arcell berkata kasar, Arcell yang di tatap kedua abangnya langsung menunduk,
"Maaf" gumamnya pelan,
"BUBAR BUBAR!!" teriak Aldo, membubarkan gerombolan siswa siswi seantero sekolah,
"Acell balik kelas!" Ucapnya langsung beranjak pergi,
"MAU KEMANA LO HAH! urusan kita belum selesai" teriak Jesika,
"SHUT UP!" ujar Alde,
(TUTUP MULUT LO!)
Selepas meninggalkan Twins dkk, Arcell tak masuk ke kelas melainkan ke Rooftop air mata yang di tahannya sedari tadi Akhir nya turun seijin keinginan nya..
...**15 panggilan tak terjawab dari Raga jelek...
132 pesan yang belum di baca dari Bang Alde
50 pesan yang belum di baca dari Bang Aldo
__ADS_1
10 panggilan tak terjawab dari bang Aldo**,
"Hikss Rambut Acell kan jadi jelek!!" gumamnya,
BRAKKK
pintu Rooftop terbuka kasar,,
"Acell Laporin hikks ke Mommy hiks liat aja hikss Omaa hikss"
Raga langsung memeluk Arcell sesaat setelah menemukan keberadaan Arcell,
"Hikss sakit Hwaaa" Raga mengelus punggung Arcell lembut
...(bayangin bayangin se sweet ini Raga ke Arcell!!!!)...
"Sttt yang mana yang sakit hmm?" tanya Raga lembut,
"Udah ya jangan nangis lagi?"
"mana Arcell yang gue kenal ?"
"Kan Gue, Twins Bagas udah bilang konsekuensi dari Lo jadi nerd beda saat SD Cell"
"jangan nangis dong"
"Sakit Ga Rambut gue rontok hikss!!"
"Trus mau nya gimana? ke salon? yaudah ayo ke salon tapi tunggu pulang sekolah"
"Hikss gak mau masuk kelas!!"
"Ya Allah Cell Lo itu cantik sumpah gak ada minusnya tau"
"Ada mau nya Lo hikss muji gue gitu hikss Mommy!!!!"
"Udah nangisnya udah!!" Arcell langsung dia tak menangis lagi di dalam pelukan Raga,
Arcell sampai tertidur karna kelelahan menangis dan berdebat dengan Raga, sampai-sampai Raga merapikan rambut Arcell yang tadinya acak-acakan agar tidak ngebatin lagi,
bersamaan dengan itu di tempat lain...
Alde Aldo tidak menghiraukan ucapan Jesika, Keduanya tak bisa memaafkan kelakuan Jesika ke Arcell untuk pertama kalinya mereka marah sangat marah dengan Jesika,
"Gas tolongin gue! gue gak mau di diemin sama Alde dan Aldo!"
"Lo juga ngelunjak! apa sih salah Arcell ke Lo?" Bagas pun juga kesal sebenarnya dengan Jesika,
"Lo kenal tu cewe?"
"Banget malahan" batin Bagas,
"Siapa yang gak kenal nerd di sekolah ini?" elak Bagas,
"Coba jelasin awal permasalahan!" ujar Bagas,
Jesika pun menjelaskan awal masalah, tentunya itu di dengar oleh Twins karna duduk mereka berdekatan saja.
"Gitu!!" ujar Jesika ,
"Ck, pembelaan diri" ujar Alde beranjak pergi di ikuti Aldo, Bertepatan dengan Beranjak nya twins bell istirahat berbunyi.
"Hiks gue hiks jujur de " ucap Jesika,
Twins tak menghiraukan ucapan Jesika, mereka pergi menuju ruangan kepala sekolah karna tadi grandpa nya mengabari kalau sedang berada di sekolah,
"Misi pak!" ucap keduanya seraya masuk,
"Arcella mana?" tanya grandpa,
__ADS_1
"Astagfirullah Grandpa kita belum duduk loh ini udah nyari si Ade aja!" ujar Aldo
"Tinggal jawab do" ujar grandpa
"bentar lagi ke sini" ucap Alde grandpa pun mengangguk,
sekitar 5menit barulah Arcell datang dengan wajah sembab juga ngantuk nya,
"Abang" rintih Arcell seraya merentangkan tangannya meminta di peluk Alde,
Hanya ada mereka berempat di ruangan ini, grandpa Twins Arcell maka itu Arcell berani meminta di peluk oleh abangnya,
"Masih sakit?" bisik Alde, Arcell menggeleng.
"Arcell kenapa?" tanya grandpa
"Cape Grandpa, terjungkal terpental terjatuh" ujar Arcell dengan lemas,
"Ada-ada aja kamu ini" sahut sang grandpa,
"Bastian siapkan makan siang nya!" titah Sang grandpa,
Semau grandpa saja lah saat kebelet pengen makan siang bersama cucunya ini sampai maksa ke sekolah, grandpa sudah menghubungi Azka namun Azka tak bisa karna ada operasi hari ini.
Makan siang bersama grandpa, setelah makan siang Arcell merengek tak ingin kembali ke kelas hanya ingin pulang, karna Arcell cucu perempuan satu-satunya dan kesayangan pastinya kemauan itu di turuti sang Grandpa,
"Acell pulang ke rumah Grandpa ya?" ucap Arcell di dalam mobil,
"Iya cucu Grandpa" ujar sang grandpa,
Skipp di rumah,
Arcell masuk ke dalam kamarnya yang ada di rumah Grandpa mengganti seragam sekolahnya ke pakaian santai.
"Arcell is going to the mall" pinta nya,
(Arcell mau ke mall)
"now?" tanya grandpa
(sekarang?)
"yes, Arcell's hair got pests"
(iya, rambut Arcell tadi kena hama)
"Oke grandpa bolehkan tapi di temani Om Bastian? ok?" Arcell mengangguk,
Bastian adalah anak buah sekaligus tangan kanan grandpa,
Arcell bersiap untuk pergi ke mall,
"Grandpa boleh kaya gini?" Arcell menghampiri grandpa yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya,
"not! balik kamar sekarang!!" singkat grandpa
"Om Bas ayo!! mumpung grandpa gak liat!!" Arcell langsung pergi menuju pintu, Bastian menelan ludah kasar hari sial baginya hari ini...
"Tu..tuan, Nona muda masih menggunakan celana pendek" lapor Bastian,
"Pinta maid mengganti pakaian nya!" ujar Grandpa,
"B..ba..baik" Bastian langsung undur diri dan memberikan kode ke pengawal juga maid,
beginilah Arcell tidak di rumah atau tempat grandpa maupun Oma nya tak boleh menggunakan celana pendek saat ingin bepergian apalagi ke mall tempat ramai, kalau ke pantai itupun harus dengan keluarga bisa di pikirkan,
Sekarang mereka sudah dalam perjalanan menuju mall, setelah maid maupun pengawal bersikeras untuk membawa Arcell ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian dan akhirnya Arcell mengalah karna kelelahan...
__ADS_1
(style Arcell)
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...