Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 178


__ADS_3

Satu tahun kemudian....


Rafael dengan ayah juga keluarganya sedang berada di rumah Arcell, Arcell masih berada di dalam kamarnya bersama Fara, oma dan Naya.


“Patah hati kaum adam nihh” ujar Rafa sambil melirik ke Gio juga Raga bahkan twins.


“Hastag sakit sekali epribadeh ya gak Raf” ujar Devan


“Mau ngelarang tapi gak bisa” gumam Aldo.


Seminggu lalu saat Rafael berkata ingin mengajak keluarganya datang ke rumah yang artian melamar Arcel, Aldo sempat menolak dan melarang keras Rafael datang.


Keduanya masih tak rela jika adik perempuan nya menikah muda, mereka takut Rafael tak bisa menjaga sang adik bukan menjaga malah menyakiti mereka takut itu.


“Bagaimana tuan Gibson” tanya tuan Alex a.k.a ayah Rafael.


“Saya terserah Arcell saja, kalau dia mau ya saya setuju”


Di kamar Arcell.


“Mom Acell gugup”


“Kalau Arcell serius dan emang mau. Mommy dan oma gak bakal ngelarang kamu. Kamu yang berhak atas diri kamu” ucap Fara.


“Cell udah siap? Yuk ke bawah” ajak Naya.


Arcell menatap Raga yang kini berada di depan pintu menunggu, Raga menghela nafas di hadapan Arcell ada rasa sakit di hatinya.


“Cantik” ujar Raga sambil tersenyum.


Arcell langsung memeluk Raga, air matanya tak bisa di kontrol. Arcell tau jika Raga mencintainya melebihi sahabat karna janji keduanya yang memang tak bisa di langgar karna telah bersumpah.


“Maafin gue hikss” tangis Arcell.


Raga seketika ikut menangis sambil memeluk Arcell, Fara dan oma yang mengerti juga merasakan sakit hati nya.


“Jangan pernah tinggalin gue ya hikss gue minta maaf” tangis Arcell.


“Ade gue udah besar” Raga mengecup pucuk kepala Arcell.


“Bahagia terus ya! Kalo Rafael jahat sama lo bilang gue nanti gue remukin badannya” Arcell terkekeh.


Raga menghapus air mata Arcell, setelah itu menuntun sang sahabat untuk ikut bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


Bagaimana bisa ada Gio dkk? Karna mereka sedang berkumpul dengan Haikal dkk dan ternyata Haikal dkk di kabari hari ini ada acara maka itu mereka sekalian mengajak Gio dkk untuk ikut.


Dan tidak taunya ternyata hari lamaran Arcell, Gio juga merasakan sakit hati kala mendengar itu namun bisa apakan? Tidak bisa apa-apa selain ikut bahagia melihat Arcell bahagia.


“Cantik ya El” ujar Alexander menggoda sang putra.


Namun ternyata sedari tadi Rafael tak mengalihkan pandangannya dari Arcell, sesaat keluar dari lift matanya trus fokus ke Arcell.


“Pah! Nikahnya sekarang aja ya!!” Ujar Rafael namun matanya masih fokus ke Arcell.


“Enak banget mulut mu di tampol” ujar Alex.


“Akh!!! Cantik banget!!!” Rintih Rafael tanpa peduli dengan orang lain.


Sedangkan yang di puji? Hanya memutar bola matanya malas. Bagi Rafael Arcell itu segalanya. Gemas bangettt kann bucin kita ini.


“Arcell gimana? Kamu mau gak sama anak Papa ini? Yang jelek miskin ini?” Ujar Alexander.


Papa dan anak sama-sama tidak mengerti situasi jika bercanda, Rafael yang di katakan miskin hampir saja mengeluarkan beberapa black card yang ada di dalam dompetnya namun mata nya dan Mata Arcell bertemu.


Seketika nyali ingin menlawan ucapan sang papa langsung ciut, Arcell sangat mengerikan menurutnya jika sudah menatap tajam dirinya.


“Kita langsung mulai saja ya pembicaraan nya, sudah banyak saksi juga juga keluarga sudah berkumpul semua” ujar Nico.


“Tuan Nico dan Nyonya Fara, saya sebagai orang tua Rafael datang ke sini berencana untuk menjadikan Arcell istri dan Rafael. Maaf jika saya berbelit karna seketika saya gugup ini” jujur Alexander.


“Tidak apa-apa tuan Alex, gimana Cell kamu mau?”


“Astagfirullah!!” Alex menutup mata Rafael dengan tangannya karna tak mau mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Sabar El sabar” batin Rafael.


“Arcell mau dad” ujar Arcell pelan.


“Patah hati kaum adam hari ini” gumam Rafa.


“Huss” ujar Haikal.


Acara lamaran berjalan dengan lancar, Resepsi akan di selenggarakan dalam waktu dekat mungkin minggu depan.


“Gue boleh ngomong sama Arcell?” Tanya Gio ke Rafael.


“Untung hari ini gapapa, jangan macam-macam lo! Jangan lama lima menit gue tunggu kalo gak di anter ke sini lagi gue lindas lo” Arcell mencubit pelan pinggang Rafael.

__ADS_1


“Mulutnya!” Ujar Arcell.


Arcell berjalan mengikuti Gio yang berjalan menuju halaman belakang. Gio dan Arcell duduk di ayunan bersebelahan.


“Makin cantik lo Cell” ujar Gio.


“Haha iya dong”


“Sakit hati gue Cell” jujur Gio.


“Ya maaf Gi, gue yakin dan gue selalu berdoa agar teman-teman gue orang-orang terdekat gue dapat jodoh dan sukses trus ko”


“Ngeselin lo” ujar Gio.


“Ck, maaf ya”


Gio mengacak-acak pelan rambut Arcell, keduanya sudah menjadi sahabat sejati seperti Raga dan Arcell. Mereka berjanji untuk selalu bersama sebagai sahabat.


“Gue cariin di sini lo!” Ujar Adit.


“Nyari siapa?“Tanya Arcell.


“Elu lah!”


“Kenapa?”


“Mau peluk Cell” ujar Adit.


Arcell terkekeh, sepupu nya yang satu ini memang seperti ini jika sedang manja atau perasaannya kacau.


“Lo gapapa kan?” Adit mengangguk.


“Jujur” perintah Arcell.


“Lo dah mau nikah! Ntar gak bisa bal..” mulut Adit di bekap Arcell.


Jika ucapan sepupu nya ini terdengar oleh Rafael bisa-bisa dirinya akan di sidang 24/7 nantinya.


“Bang” panggil Arcell ke Alde.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


KANGEN KAN WKKWK**

__ADS_1


__ADS_2