Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 173


__ADS_3

Selama tiga minggu lebih,


Rafael sudah menemukan siapa dalang dan antek-antek di belakang dalang tersebut yang membantu.


Karna ayahnya melarang untuk bertindak gegabah dirinya hanya terus menunggu dan menunggu sudah cukup tinga minggu dirinya menunggu. Sejak Grace berkata demikian Rafael langsung mencari tahu seluruh kegiatan Grace.


Kenapa ayahnya melarang untuk langsung bertindak? Karna menyingkirkan jal4ng selerti Grace tak akan mudah. Simpanan para petinggi dan aparat banyak walau sangat mudah bagi Rafael membungkam mereka.


Tapi tetap saja mereka harus melihat kondisi yang lain, seperti kondisi Arcell dan apa Arcell akan menerima Rafael yang sudah membunuh orang dan lainnya.


Tapi setelah ucapan para tiga orang tidak tau malu di depannya ini, emosi Rafael memuncak. Ternyata Grace masih berani memperalat tiga pria si4lan ini untuk mencoba mendekatkan dirinya dan Grace.


“Mari kita bicarakan baik-baik” ucap Rafael sambil terkekeh melihat wajah mereka yang makin ketakutan.


Lima bencong sudah berpakaian minim mendekati tiga petinggi itu, Rafael memberikan obat pada minuman yang disediakan untuk para petinggi itu sebelumnya.


“Tuan Rafael apa-apaan ini”


“Saya bisa menuntut anda!!!” Rafael tertawa devils.


“Silahkan nikmati waktu kalian” Rafael memberi kode ke ketua bencong yang langsung di angguki.


“Nikmati waktu kalian”


Awal dari segala kehancuran dalang-dalang di balik kecelakaan Arcell sudah di mulai, satu demi satu prajurit catur mulai tumbang.


Ah ya tiga petinggi sedang bercumbu mesra dengan para bencong itu tak lupa juga di rekam atau sedang siaran langsung di beberapa sosial media.


Kejam? Ya dan itu belum seberapa menurut Rafael, Rafael memilih sehera kembali pulang ke rumah sakit. Walau mungkin semua dalang sudah di temukan tapi tetap saja Arcell masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


...🌑🌑🌑...


“Ka!! Ka Acell itu bohong kan? Bohong kan Bang!!” Rey baru di kabari kalau Arcell koma setelah tiga minggu.


Karna memang mereka lupa dan saat itu Rey yang tak menghubungi Arcell selama berhari-hari tak dapat balasan, Rey pun menghubungi Aldo dan Aldo mengatakan kalau Arcell sedang koma habis kecelakaan.


“Ka hikss Rey di sini hikss masa ka Acell gak bangun hikss” tangis Rey sambil bersender ke kaca tembus pandang itu.


“Kata dokter keadaan Arcell udah baik-baik aja namun tetap dalam pantauan, jika Arcell tidak berkeinginan untuk hidup mungkin kita akn kehilangan Arcell” ujar Haikal menjelaskan.


“Ka!! Rey udah belajar hikss Rey buktiin semuanya untuk mama dan Kakak hikss kalau kakak kaya gini percuma Rey belajar hikss”


Rafael datang tak berkata sepatah katapun sekilas melirik lalu berlalu melewati menuju salah satu ruangan khusus miliknya.


Membersihkan badannya lalu menuju ruangan Arcell, Rafael kembali melirik ke Rey yang ada di ruangan sebelah setelah di tenangkan oleh Haikal.


“Udah bang” Rafael mengangguk.


Rafael masuk ke dalam ruangan Arcell, hanya bisa satu orang saja yang masuk. Sebelum duduk Rafael mencium wajah Arcell terlebih dahulu.


“Morning bby” Rafael terkekeh padahal sekarang sudah siang bahkan menjelang sore.


“Aku jahat ya? Tapi gapapa kan? Kamu tetap suka kan sama aku”


“Tiga orang itu sudah aku singkirkan walau mereka belum mati, di antara mereka bertiga ada yang menyetir mobil itu”


“Dan mereka juga menbakar mobil agar menghilagkan bukti” Rafael bergumam sendirian sesekali mengecup tangan Arcell.


Sedetik bahkan seharipun Rafael tak pernah berpikiran untuk meninggalkan Arcell atau menduakannya. Rafael tetap setia menunggu Ardell dirinya tak ingin yang lain.

__ADS_1


Makanya semua keluarga Arcell menyetujui hubungan keduanya setelah mengetahui kesetiaan Rafael yang amat sangat mencintai Arcell.


“Kamu betah banget si tidurnya? Mimpi kamu itu bisa akubeli biar buat kamu bangun. Aku bakal beli by berapapun uangnya bahkan nyawaku sekalipun” ucap Rafael lirih.


Rafael menyenderkan kepalanya di dekat bahu Arcell lalu ikut tertidur, begitulah kegiatan Rafael bahkan jika tidur sendiri Rafael tak bakal nyenyak. Entah sejak kapan terjadi tapi jika di dekat Arcell, Rafael bakal tidur dengan nyenyak.


Naya datang di temani Arthur, Baru saja Rafael ingin tidur. Namun Rafael paham Naya juga pasti rindu dengan Arcell memilih keluar bergantian terlebih dahulu.


“Cell” panggil Naya.


“Kapan lo bangun? Gue belum kasih nama anak gue!karna, gue mau lo yang ngasih nama buat anak gue!”


“Bangun! Anak gue udah mau satu bulan masa lo gak mau liat dia!!”


“Anak gue mau liat mommy nya! Mommy nya yang janji mau kasih uang jajan biar bisa beli gedung HYBE katanya mana hikss”


“Cell bangun hikss gue butuh lo hikss nanti hiks kalo Arthur nyakitin gue lagi gimana hikss”


“Gak yng aku janji” terdengar suara Arthur dari luar sana.


“Kangen jalan bareng hikss lo juga janji kalo gue dah lahiran mau ke korsel hikss jahat banget si” tangis Naya.


Arcell sangat berpengaruh terhadap orang-orang terdekat sampai seperti ini mereka merasa kehilangan Arcell, mereka selalu menunggu Arcell bahkan berdoa selalu.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


Arcell kapan lo bangun si?


Mimpi apa lo hmm di sana! APA PERLU GUE BELI TU MIMPI?

__ADS_1


__ADS_2