
...Drtttt...
...Drtttt...
...Gio (calling)...
"Ni bocah ngapain nelpon gue" batin Arcell,
Arcell berlalu pergi menuju halaman belakang untung mengangkat panggilan dari Gio,
...Gio (calling)...
^^^"Hallo?"^^^
"Hallo Ini temannya mas nya ya?"
"Mba bisa ke sini? jalan XXXX mas nya kecelakaan"
^^^"Mas mulutnya kalo ngomong^^^
^^^ yang benar ya?"^^^
^^^"kenapa gak telpon bunda?"^^^
^^^"malah telpon gue?"^^^
"Kalo pun bisa di hubungin juga"
"kita gak bakal hubungin mba"
^^^"Share lok!"^^^
............
Arcell pun masuk lagi ke dalam rumah dengan wajah panik,
"Bang kunci mobil Arcell dong!! penting"
"Mau kemana?"
"Mau kemana Cell?"
"Penting dad teman Arcell kecelakaan"
"Siapa? Raga?" tanya Aldo,
"Bukan Bang!! kira Abang Temen Arcell Raga doang!! cepet ahh!!" Mau tak mau Alde memberikan kunci mobil,
"Abang ikut!" ucap Alde seraya memberikan kunci mobil,
"Aduhh!!! yaudah cepet"
Ketiganya berangkat meninggalkan orang tua mereka di ruang keluarga, orang tua mereka yang sudah kelelahan pun tak ingin ambil pusing dulu suka-suka mereka saja ingin ngapain,
"Abang aja yang nyetir Arcell tunjukkin jalan" Arcell mengangguk,
Mereka pun pergi dengan kecepatan dibatas rata-rata, alamat yang di tuju juga tak jauh dari kompleks mansion mereka maka itu tak butuh waktu lama untuk tiba di lokasi,
Benar saja yang di kata-kata mas-mas di telpon ada kecelakaan di tempat yang di sebut kan terlihat dari kejauhan orang-orang bergerombol,
Arcell turun dari mobil langsung jadi bahan perhatian orang-orang yang ada pasalnya kecantikan natural Arcell membuat mereka semua kagum,
"Pak tolong matanya di jaga" ucap Alde saat keluar dari mobil menyusul Arcell,
(style Arcell)
"Permisi permisi" ucap Arcell menerobos
...Deggg...
Arcell kaget melihat darah bercucuran di lengan kiri maupun kaki Gio untung saja mukanya aman karna helm yang di gunakan namun tetap saja ada beberapa darah keluar dari bibirnya Gio,
"Astagfirullah Lo gila ya?" Gio menatap wajah Arcell, bingung siapa perempuan ini dan bisa-bisa nya mengatai dirinya gila.
Gio rebahan di pinggiran trotoar tau gak Lo semua jelek banget gak ada tempat yang lebih nyaman apa, kenapa gak ngehubungin teman-teman Gio? sudah dan mereka pun dalam perjalanan menuju lokasi,
__ADS_1
"Kenapa Cell?" tanya Alde
"Kenapa de?" tanya Aldo
"PAK TEMEN SAYA UDAH SEKARAT GINI MALAH DI DIEMIN GAK D BAWA KERUMAH SAKIT!! BAPAK MAU BUNUH TEMEN SAYA SECARA PERLAHAN YA?"
"Neng yang di telpon tadi ya? Kami takut neng bawa nya katanya tangannya sakit"
"Bawa masuk ke dalam mobil tolong" ucap Arcell , Alde dan Aldo membantu warga di situ memasukkan Gio ke dalam mobil.
"Tabrakan dengan apa?" tanya Arcell
"Mas mas Temen saya yang kecelakaan mana?" tanya Rafa panik
"Di dalam mobil dek" ucap mas-mas itu
Teman-teman Gio pun mendatangi mobil yang di maksud, Terlihat Gio yang tak berdaya di dalam mobil bodoh bukan ketua geng malah terlihat lemah sekarang,
"Oke makasih pak infonya, maaf saya tadi ngegas sama gak sopan" Arcell pun pamit pergi,
Teman-teman Gio mengikuti mobil Arcell dari belakang menuju rumah sakit. Di dalam mobil Twins penuh tanda tanya besar kepada Arcell kenapa? karna setau mereka teman Arcell cuman Raga.
"Woy jangan tidur Lo! kalo meninggoy gue yang ribet" ujar Arcell
"Ni cewe kenal kaga ngomongnya sok akrab" batin Gio ,Gio tak bisa berucap karna dirinya sangat lemas .
Setiba di rumah sakit Gio langsung di bawa ke UGD, Teman-teman Gio menunggu di depan pintu seraya menghubungi bunda Gio,
"De Abang perlu penjelasan nanti" ucap Alde,
"Iya nanti, tapi kita bicaranya di caffe yang baru buka kemarin ya?" tawar Arcell , Alde pun mengangguk
"Eh Bang Lo kakak kelas kita kan?" Tanya Devan yang mengenali Twins,
"Emang iya?" Tanya Aldo
"Lo yang bawa Gio ke sini ya? makasih banyak ya bang gue gak tau harus gimana lagi pokoknya makasihh banget" ucap Rafa,
"Bang ayo" Ajak Arcell , Arcell berada di belakang punggung Alde agar dirinya tidak ketahuan oleh Devan dan Rafa,
"Kita Balik dulu ya administrasi nya udah kita urus, Semoga teman Lo cepat sembuh" ucap Aldo,
"Devan Gio gimana?" panik Bunda,
"Bang kita ke sana dulu" pamit Rafa,
Arcell mengajak twins pergi tentu saja dengan senang hati twins mengikuti kemauan adiknya ini karna penuh pertanyaan yang akan mereka tanyakan ke Arcell,
"kenapa hiks bisa begini hikss??" tanya Bunda ke Devan dan anak-anak lainnya,
"Keluarga Pasien" panggil perawat,
"Saya orang tuanya sus"
"silahkan masuk Bu"
Teman-teman Gio pun ingin ikut namun yang di perbolehkan hanya 1 orang saja, hampir 15menit bunda di dalam mendengarkan penjelasan dokter tentang keadaan Gio,
"Gimana bund?"
"Hwaa jantung bunda hampir copot" keluh bunda,
"Kenapa bunda? Gio gapapa kan bunda?"
"Gapapa baik-baik aja cuman luka ringan doang biasalah" ucap bunda,
"Tadi aja panik" sindir Rafli,
"heh sopan kah begitu?" Sahut Abrar ,
keadaan Gio sudah tidak apa-apa luka yang di dapat tidak terlalu parah dan jauh dari jantung, untung saja tidak patah tulang ataupun lainnya. Darah yang bercucuran karna luka yang di dapat cukup dalam karna terlempar .
"Jelasin ke bunda gimana bisa anak bunda kaya gitu?" seketika atmosfer berubah menjadi tegang,
"Biasalah bunda" sahut Tio,
"Kalian balapan-balapan lagi hah??"
__ADS_1
"enggak Bunda! Yo Lo jangan ngadi-ngadi ya" ujar Devan
"Trus?"
"Gak tau juga bunda kan kami ga ikut Gio pulang" Sahut Rafa
Sabar ya bunda anak-anak ini memang mengesalkan, yang nulis aja ingin banget jual mereka secara online biar bisa lebih berguna bagi Nusa dan bangsa.
Sedangkan Arcell dan Twins sudah berada di Caffe, setelah memesan mereka mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka tempati,
"Jadi?" tanya Alde,
Arcell menjelaskan semuanya dari awal dan mengatakan juga kalau Gio lah yang membantunya saat tidak di jemput kedua abangnya kemarin,
"Teman sekelas Ade?" tanya Alde
"Iya"
"Berati dia liat Ade yang gak pake penyamaran?" tanya Aldo
"Enggak Arcell kan pakai kacamata masih kemarin" Twins mengangguk,
...Drttt...
...Drttt...
...Daddy (Calling)...
"Siapa bang?" tanya Aldo
"Daddy"
...Daddy (Calling)...
^^^"Hallo dad?"^^^
"Dimana? sudah malam balik!"
^^^"masih di caffe ini bentar lagi balik"^^^
"Jangan lama besok kalian Sekolah"
^^^"Iya"^^^
................
Mereka pun segera menghabiskan cemilan yang di beli karna sudah di telpon BigBos di rumah sebelum kena hukum lebih baik mereka segera pulang, Arcell beranjak pergi ke toilet terlebih dahulu karna sudah kebelet.
"Eh Alde Aldo?" sapa Jesika,
"Oh Jes sama siapa?" tanya Aldo,
"Sepupu gue nih kenalin, Syafira Bramasta"
"Hallo Syafira" sahutnya,
"Aldo, Abang gue Alde" Aldo memperkenalkan dirinya dan Alde,
Arcell melihat dari jauh Ada teman abangnya pun memilih untuk pergi langsung menunggu di parkiran , kalau Jesika mengetahui dirinya yang tidak berpakaian nerd ini bisa-bisa nanti jadi tanda tanya besar,
...Ting...
...Arcell Cantik (Chat)...
"Arcell tunggu di parkiran"
.............
"Lo berdua aja?" tanya Jesika penasaran
"enggak bertiga" ucap Alde ,
"Bang Princess bilang nunggu di parkiran" Alde langsung mengangguk dan Beranjak pergi,
"Jes Kita duluan" ucap Alde .Raut wajah Jesika seketika berubah kesal saat twins meninggalkan dirinya,
"Gue gak bakal biarin perempuan manapun rebut Lo dari gue De!!" batinnya
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...