Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 154


__ADS_3

“Loh? Arcell mana De Do?” Tanya Bagas seraya membawa satu piring.


“Astaga” ujar Aldo seraya terkekeh.


“Ntar simpen aja dulu Gas, dia keluar cari makan sama Raga” Bagas cuman bisa tersenyum mendengar ucapan Aldo.


“Gapapa demi Arcell mah gapapa” ujar Bagas.


Di waktu yang sama..


Arcell dan Raga berada di salah satu rumah makan, keduanya bak pasangan cantik dan tampan tak ada minus di antara keduanya. Bagi orang-orang yang melihat pasti mengira mereka sepasang kekasih.


“Perjuangin apa yang mau lo perjuangin Ga! Gue dukung lo ko” ujar Arcell.


“Gemes banget si” Raga mengacak-acak rambut Arcell.


“Astagfirullah Ga!! Gue tadi minta bang Bagas buatin spagetti” Arcell buru-buru menghubungi Bagas.


Raga hanay bisa menggeleng melihat tingkah cinta pertamanya ini tanpa ada yang tau, Arcell dengan sifat random nya dan kadang misteriusnya.


...🌑🌑🌑...


“Lemari-lemari apa yang bisa masuk ke dalam dompet” tanya Rafa.


Mereka sedang duduk di lantai kelas saat ini jamkos karna besok sudah ujian tengah semester maka itu jamkos dan hanya membersihkan kelas saja.


“Gue tau! Lema ribu!!” Ujar Arcell.


“Pinter juga lo Cell” puji Rafa.


“Jangan di puji Raf, lubang idungnya langsung gede noh!!” Kata Haikal.


“mau gue slebew lo Kal?” Tanya Arcell.


“Gue mau pantun nih!!” Ujar Rafa


“Apetuhhh”


“Asekk”


“Ikan hiu makan badak” ucap Rafa


“Cakeppp”


“ neng Acell I love you meledak-ledak”


...PLAKKK...


...PLAKKKKK...


...BUGGG...

__ADS_1


...PLAKKK...


Rafa langsung mendapat pukulan dari para pawang-pawang Arcell, memang tak ada yang bisa mendekati Arcell jika para pawangnya ganas gini.


“Gemas gue pengen nyekek lo” jujur Adit


“Gue bales ya gue bales!!” Ujar Arcell.


“Burung terbang di atas turi, hinggap di pohon kenari” menjeda ucapannya


“Cakepp!”


“Anjai lanjut”


“Kasih sayangku Amatlah murni, Bagai embun di pagi hari” Rafa langsung mesem-mesem sendiri yang mana membuat teman-temannya gemas pengen mukul.


“Si anj malah salting” ujar Devan


“Bangke!! Diem lo iri kan iri kan!”


“Gio ajarin gue skate lagi dong” pinta Arcell.


“Gue gak bawa papan skate nya Cell”


“Yahhh!!”


“Dari pada gabut mending nyanyi aja deh Cell, tapi lo yang nyanyi” usul teman sekelas.


“Setuju banget si”


“Ya masa gue yang nyanyi satu kelas dong biar rame!”


“Okey” ucap mereka serempak.


“GENGGGG MAU CURHATTTT” ucap Gina padahal mereka baru mau memulai sesi konser dadakan.


“Anjir ni anak!”


“Kenapa Gin?” Tanya Arcell


“JUJUR AKU MENGAKU!! KU SAKIT HATI PADAMU!!! MENGAPA KAU LUKAI AKU!!! MENGAPA PUTUSKAN DIRIKU!!”


“Galmov lu Gin?”


“Gue ngebug maksudnya apa cok?”


“UNTUNG ADA ARCELLKU, ARCELL BILANG KEPADAKU!! BAHWA BILA GUGUR SATU AKAN TUMBUH SEPULUH RIBU”


“Makin gak paham otak gue!” Ucap para lelaki di kelas.


“Asekkk!”

__ADS_1


“Makanya pintar bego!” Ujar Salah satu murid perempuan.


“AKU TAK MENANGISIMU HUHUHU!! KU MASIH BISA TERTAWA HAHAHAHAA” ucap Para murid perempuan.


“WALAU KAU TELAH LUKAI AKU!! ARCELL BILANG KUAT-KUAT!” Arcell bertemuk tangan teman-temannya ini memang terthe best.


“TUK APA MENANGISIMU HUHUHU !!! LEBIH BAIK KU TERTAWA HAHAHAHA!! WALAU KAU PERGI JAUH DARIKU!! ARCELL BILANG KUAT-KUAT” Gina dan teman perempuan di kelas benar-benar menghayati peran mereka belum lagi cara mereka mengeksperikan mimik wajah benar-benar pas dan menatap para kaum lelaki yang ada di depan mereka.


“Wes-wes nantangin nih” ujar Rafa


“Gue baru mudeng” ujar Haikal


“Bales ntar bales!!” Perintah Devan.


“MAU TAU RASANYA? SAKIT HATI ITU APA!!! PERNAHKAH KAU DI SANGAT LEBAH? ITU LEBIH SAKIT KATANYA!!” Ujar Arcell seraya menepuk pelan dada nya.


“OH, ARCELLKU PAHLAWANKU!! PANTANG MUNDUR NASEHATIKU !! BAHWA BILA GUGUR SATU AKAN TUMBUH SEPULUH RIBU” ujar Gina seraya menoel dahu Arcell. Percayalah banyak murid-murid menangkring depan kelas mereka bahkan ada yang merekam.


“AKU TAK MENANGISIMU HUHUHU!! KU MASIH BISA TERTAWA HAHAHA!! WALAU KAU TELAH LUKAI AKU ARCELL BILANG KUAT-KUAT!!!”


“TUK APA MENANGISMU HUHUHU, LEBIH BAIK KU TERTAWA HAHAHA!! WALAU KAU PERGI JAUH DARIKU!! GINA BILANG KUAT-KUAT!!” Arcell menunjuk dari ujung ke ujung para lelaki di kelasnya sambil bernyanyi.


“JANGAN KAU MENANGISKU HUHUHU!! LEBIH BAIK KAU TERTAWA HAHAHA!!” para lelaki serempak bernyanyi.


“AKU TAK PERGI JAUH DARIMU NENEKKU BILANG SALAH PAHAM!!” Gio ikut bernyanyi sambil mengelus-elus rambut Arcell.


“TUK APA MENANGISIKU HUHUHU!! LEBIH BAIK KAU TERTAWA HAHAHA!! AKU TAK PERGI JAUH DARIMU NENEKKU BILANG SALAH PAHAM” Raga bernyanyi sambil mendorong tubuh Gio lalu mengelus wajah Arcell.


“AKU AKU AKU TAK MENANGISMU HUHUHU!! KU MASIH BISA TERTAWA HAHAHA!! WALAU KAU TELAH LUKAI AKU, NENEKKU BILANG KUAT-KUAT” Arcell mendorong Raga dan Gio pelan sambil menunjuk-nunjuk keduanya.


“TUK APA MENANGISIMU HUHUHU!!! LEBIH BAIK KU TERTAWA HAHAHA!! WALAU KAU PERGI JAUH DARIKU NENEKKU BILANG KUAT-KUAT!” Nyanyi mereka serempak lalu bertepuk tangan.


Bahkan semua yang menyaksikan ikut bertemuk tangan.


“Gila sih!! The power of IPA 1”


“Iri gue iri huaa mau juga ikut!!”


“Mau pindah kelas makkk!!!”


“Anjir kompak banget parah!!”


“Lanjut gak nihh?” Tanya Rafa seraya berteriak.


“LANJOTT!!!!!” Teriakan semua nya menggema.


“PINDAH AULA YOKKK!!!” Usul Arcell


“Anjir kalo Arcell udah berkata mah gas tros!!!” Mereka semua rame-rame menuju aula.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...

__ADS_1


YUK KOMENTAR NYA DI BANYAKIN YUK BISA YUKKKK!!!


AKU MAKSA LO BUAT KALIAN NINGGALIN JEJAK!!! DAH LAMA GAK BALES KOMENTAR KALIAN🙃**


__ADS_2