
"ko bisa gak tau?"
"Cell udah jangan nangis mungkin bentar lagi Raga balik ke sini" Arcell mengangguk,
Arcell masih memeluk Gio nyaman itu menurut Arcell seperti dirinya memeluk twins maupun Raga, selang beberapa saat kemudian Raga dan Aldo datang mereka sedikit terkejut saat melihat Arcell di peluk seseorang,
Untung saja Aldo atau Raga sabar saat melihat itu karna kondisi Arcell saat ini andai mood keduanya sedang amburadul bisa-bisa kena bogem Gio karna sembarangan peluk,
"EKHMM!!" Gio langsung menoleh ke arah keduanya lalu menatap ke arah Arcell yang sudah tertidur di pelukannya,
"Siapa Lo?" tanya Aldo santai,
"Temen sekelas gue, Oh ya Arcell nya kenapa?" tanya Raga,
"Gue tadi niat besuk trus tiba-tiba aja nangis gak tau gua kenapa, trus gua bilang nunggu Lo datang eh ketiduran anak nya" Gio menjelaskan agar tidak salah paham,
"Oh iya" respon keduanya,
Gio merebahkan Arcell pelan, kedua orang itu hanya memperhatikan saja di lihat-lihat Aldo sepertinya pernah melihat Gio.
"Eh gua ingat lu, lu yang kecelakaan itu kan?" ujar Aldo,
"Maybe iya kayaknya" Aldo mengangguk kini paham dengan situasi ini
Gio melirik jam tangannya sudah hampir sore dirinya ada janji untuk ke warponem karna anak-anak Zervanos sedang berkumpul.
"Eh gua balik du..." Gio menghentikan ucapannya karna ponsel seseorang berbunyi,
...Drtttt...
...drrtttttt...
...Aldebara (calling)...
^^^"Halo bang?"^^^
"Do Ade baru cewe, oh ya Arcell
udah bangun?"
"kalo udah ajak ke sini tapi gak bisa
liat atau ketemu Ade langsung karna
masih di inkubator"
^^^"tidur lagi bang, nanti gua^^^
^^^ke sana gantian jaga Arcell sama Raga"^^^
"Okeee"
...panggilan berakhir...
"Gue balik dulu sorry gak bawa apa-apa" ujar Gio,
"Oh ya hati-hati bro!" ujar Aldo,
"Thanks Gi" Ujar Raga , Gio mengangguk.
Tak ingin berlama-lama karna Anak-anak Zervanos pasti akan mencibir keterlambatan dirinya biasa ketua yang on time tiba-tiba telat, Gio langsung berangkat menuju tujuannya.
__ADS_1
sedangkan di rumah sakit,
Arcell di temani Aldo karna Raga harus pulang dulu sekalian mengabari orang tuanya kalau mommy Fara sudah melahirkan,
"Ga nitip makanan baliknya"
"Oke, tapi kalo gua lama, gua kirim lewat kurir aja ya?"
"Ogheyy" Raga pun meninggalkan Keduanya di ruang IGD,
Aldo memperhatikan wajah sang adik terlihat damai dari luar Namun pikiran dan batinnya pasti saling bertentangan, Aldo masih belum tau masalah pembullyan sang adik, Andai tau mungkin dirinya akan mengamuk,
berbeda dengan Alde, Alde lebih memilih menyelesaikan masalah dengan pelan namun pasti, kalau Aldo sebaliknya maka itu Alde belum memberitahu kepada Aldo tentang masalah itu.
1jam setelah nya,
Arcell mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbangun dari tidurnya, Aldo yang tadi bermain game seraya menjaga Arcell langsung mematikan ponselnya lalu menghampiri Arcell,
"Arcell?" panggilnya pelan,
"Huh? eh Bang Aldo" Arcell mencoba untuk berduduk
"Udah rebahan aja" ujar Aldo
"Mommy gimana?"
"udah lahiran sejam yang lalu kalo gak salah, Ade nya cewe namanya masih rahasia kata Daddy" Arcell tersenyum syukurlah mommy dan adiknya baik-baik saja
"Mau ke tempat mommy" ujar Arcell pelan,
"Bentar Abang pinjam kursi roda dulu" Arcell mengangguk.
...◼️◼️◼️◼️◼️...
"Arcell mau makan?" tanya Om Barok,
"masih kenyang Om" mereka mengangguk
Arcell tak memiliki selera makan walau keadaan bisa di bilang sudah baik-baik saja tetap saja dirinya tak bisa makan,
Mommy sudah di pindahkan ke ruangannya namun masih tidur karna kelelahan, Arcell duduk di tengah-tengah twins, Dirinya hanya diam saja tak banyak bicara masih dalam rasa bersalah,
"Arcell gak kenapa-kenapa kan?" tanya Daddy khawatir karna sedari tadi Arcell hanya diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu,
"Arcell?"
"Dekk?" Aldo menoel pipi Arcell,
"Eh iya Kenapa Dad?" kembali sadar ke kedunianya"
"Arcell kenapa ngelamun nak? sudah masalah di sekolah biar Daddy yang urus kamu jangan terlalu di pikirkan, dan masalah mommy? itu juga gapapa yang penting sekarang adik dan mommy kamu semua baik-baik saja" Arcella mengangguk,
Setelah mommy bangun ,mommy meminta Daddy untuk bertemu dengan Dede bayi. Arcell masih merasa sangat-sangat bersalah dirinya menunduk saat mommy sudah bangun, walau mommy juga mengajaknya bicara Arcell hanya menjawab seadanya saja.
"Bang Arcell mau istirahat" ujarnya pelan,
Arcell di tempatkan di ruangan seberang maka itu memudahkan mereka untuk menjaga keduanya, Azka baru saja keluar dari ruang operasi dirinya pun sudah bersiap dan menemui keluarga nya,
Di ruangan Arcell,
"Makan Cell " pinta Raga,
__ADS_1
"Nanti Ga ! Acell gak lapar"
"Dikit aja ya? makan ngisi perut"
"Enggak Acell mau tidur ngantuk!"
"Dek makan dulu! kalo kata Abang makan berarti Ade harus makan!" ujar Alde penuh penekanan
Twins Raga Azka sudah memaksa Arcell makan sedari tadi namun tak mau apalagi kini sudah hampir tengah malam anak itu belum ada makan walau pakai infus tetap saja harus makan.
"Huh! yasudah iya!" Raga tersenyum lalu menyuapi secara telanten ,
"Bang kalo Arcell pindah sekolah ke luar negeri gimana?" tanya Arcell tiba-tiba membuat mereka yang tadinya fokus dengan kegiatan masing-masing menjadi ikut diam dan menatap Arcell penuh tanda tanya,
"Actually, what happened? You had to leave the country?" Azka langsung berdiri dan mendekat ke Arcell,
("Sebenarnya apa yang terjadi? sampai harus meninggalkan negara ini?)
"Arcell cuman nanya kenapa Abang langsung marah?"
"Abang gak marah Arcell , Abang cuman tanya!"
"Aaaaaa" Arcell menganga tanda minta di suapi lagi karna Raga diam saja,
sebenarnya tak selera makan namun demi mengalihkan pembahasan dirinya mau tak mau makan dan membuat mereka yang ada di dalam ruangan ini tidak memikirkan atau membahas lagi,
"Arcella Queenzie Gibson!" ujar Azka yang merasa di abaikan,
"Arcell cuman mau aja sekolah di luar negeri" singkat Arcell,
"Apa gara-gara masalah tadi di sekolah?" tanya Aldo yang juga tak bisa diam mulutnya,
"Enggak, sudah ah kenyang Arcell mau tidur! makasih Raga" Arcell merebahkan tubuhnya lalu menutup wajahnya dengan selimut
Azka meremas wajahnya kasar bukan apa adiknya ini seketika berbeda saja setelah kejadian tadi di sekolah sebagai seorang Abang walau beda orang tua tetap saj Azka menganggap Arcell adik kandungnya sendiri.
"Kemana bang?" tanya Aldo,
"Mau ke ruangan istirahat! kalian istirahat besok sekolah!" titah Azka,
"Gue balik deh soalnya gak bawa seragam" Twins mengangguk,
"Cell gue balik ya? kalo ada apa-apa hubungi gue. Good night Acell" Tag mengelus kepala Arcell .
kini tinggal kakak beradik itu di dalam ruangan, di ruangan seberang ada Daddy mommy dan Oma. grandpa sudah pulang sedari tadi begitupun Om Barok .
"Arcell besok sekolah gak?" tanya Aldo,
"Enggak kondisinya masih butuh istirahat"
"yaudah berarti seragam kita berdua doang kan?"
"hmmmmmmm"
...◼️◼️◼️◼️◼️...
Twins berjalan di koridor sekolah sesuai dengan perintah Grandpa kejadian kemarin seperti tidak pernah terjadi, Jesika pun di minta bungkam begitu juga orang-orang yang melihat itu.
"Woy Kembar mirip woy!!" teriak Bagas
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...
__ADS_1