Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 33


__ADS_3

"Sendirian ada enak gak enaknya ya" gumam Arcell,


ponselnya sedari tadi banyak notifikasi dari abangnya, saat sedang duduk santai menikmati cemilannya Arcell terpikir untuk berjalan menuju dermaga tadi karna suasana sore yang sejuk sangat nyaman duduk di tepian pantai,dirinya pun berjalan seraya membawa gelas berisikan jus buah miliknya .


"Pulang jangan ya" gumam Arcell seraya berjalan menyusuri tepian pantai sendirian,


...BRUKKKKK...


entah kesialan apa lagi kali ini Arcell di tabrak untung saja minumannya tak tumpah bisa-bisa dirinya balik lagi ke Caffe untuk memesan cukup jauh berjalan menuju caffe lagi. tak jadi Astetik kini gaya Arcell,


"Sorry i didn't work" Perempuan yang kira-kira seumuran Arcell


(maaf aku gak sengaja)


"gapapa ko" ujar Arcell,


"Eh bisa bahasa sini? kirain turis maaf banget yaa"


"iya gapapa" Arcell pun beranjak pergi meninggalkan perempuan itu,


Arcell sudah berada di ujung jembatan sendirian dirinya ingin mengambil oto berdiri namun tak ada teman ataupun orang yang bisa diminta tolong terlalu takut dirinya untuk mengajak orang lain bicara miris kadang mana masih muda gak pede bergaul.


"Eh yang tadi kan?" ucap perempuan tadi,


"ah iya hehe" Arcell menjawab seadanya saja,


"Kenalin gue Evenin Nayaka Mahaprana panggilan gue biasa Naya salam kenal,," Ucap Naya,


"Gue...." Arcell menjeda ucapannya dirinya bingung inging menggunakan nama depan atau nama tengahnya berkenalan.


"Arcella , panggil Arcell ja"


"salam kenal, lo sendirian?" Arcell mengangguk  sebenarnya Arcell agak gugup berbicara dengan orang baru,


"lo tinggal di daerah sini??"


"hmm enggak gua tinggal di kota nya cuman iseng aja liburan sendiri ke sini"


"Oh ya lo sekolah di mana? "


"Starling high school"


"Really?? gue juga daftar di situ kemari cuman ya karna malas ikut MOS trus gue liburan dehh"


"lo gak bareng bonyok lo di sini??"


"bareng ko cuma ya mereka keseringan perjalanan dinas gitu" Arcell pun tiba-tiba banyak bicara dengan orang baru di kenalnya.


"Lo naik apa ke sini?" tanya Naya

__ADS_1


"Mobil"


"ohh eh kata lo, lo sendiri"


"iya gue sendiri"


"trus mobil?? kan ada yang nyetir"


"Gue nyetir sendiri" mata Naya terbelalak tak percaya dengan apa yang di dengarnya, ya walau hal wajar sih Arcell nyetir sendiri badannya yang tinggi dan ya bisa di bilang bukan anak SMP.


"DEMI AA?? GUE AJA BELUM DI BOLEHIN NYETIR!!!" kaget Naya


Arcell hanya terkekeh melihat reaksi diluar dugaan Naya, mereka akhirnya menjadi banyak bcara namun ya hanya Naya yang banyak bicara Arcell hanya seatah dua patah kata saja walau begitu khirnya Arcell memiliki teman selain Raga kebetulan yang sangat membagongkan.


"Nay gue boleh mintol gak?"


"Mintol apaan??"


"Minta tolong"


"mintol apa?"


"Fotoin gue sebelum gelap banget masih terang" Naya pun mengambil ponsel Arcell,



"Lo mau gue fotoin gak??" Naya memerikan ponselnya untuk di fotokan oleh Arcell,



Mereka yang sama-sama sendiri pun menuju caffe yang mana tempat Arcell pesan tadi, sedari kembali tadi Arcell sangat tak nyaman kala Tuan Marcell memperhatikannya bahkan beberapa kali mata mereka bertemu. namun Arcell tak adarasa taku atau apa karna menurutnya hanya kebetulan saja,


"cell balik yuk mendung soalnya"


"balik ke mana?"


"ke hotel lo mau kehujanan??"


"Tapi gue mau balik ke ota soalnya..."


JDEARRRRRRR


Arcell langsung kena panic attack , Naya langsung menarik Arcell segera ke hotel karna tak terlalu jauh dari caffe, Marcell ayah kandung Arcell yang melihat ekpresi takut Arcell hendak menghampiri namun sang istri memintanya untuk berteduh, hujan badai Arcell dan Naya sudah berada di lobby hotel. Arcell yang terkena serangan panin langsung berjongkok banyak para turis luar dan dalam negri yang berada di lobby hotel melihat Arcell dan Naya heran,


"Lo gapapa Cel??"


"Gapapapa huhh huhh" Arcell mencoba mengatur kembali nafasnya


JDEAARRRRRR

__ADS_1


GRREURMRM


"Cell!!" Raga datang di saat yang tepat.


bagaimana tidak datang sehabis Arcell mengupload foto dirinya langsung tak karuan pasalnya Arcell tak dapat di hubungin dengan segala cara mencari keberadaan Caffe yang di posting akhirnya menemukan, Raga langsung ijin pulang. menukar motor menjadi mobil Raga bergegas menuju lokasi Arcell wlau tak terlalu jauh namun karna jam istirahat kantor jalanan macet Raga tak bisa bergegas bukan hanya jam istrirahat ada musbiha di jalan menuju pantai tesebut.


setiba di pantai,


Awalnya Raga ingin langsungmenuju caffe namun cuaca yang sangat tak mendung dirinya pun memilih untuk ke hotel dan siapa sangka saat menuju hotel Raga meliha Arcell yang berlari , sesampainya di lobby hotel Arcell yang sudah pucat karna panic attack pun berjongkok. Raga bergegas turun menghmpiri Arcell,


"Udah gue bilan jangan bertingkah kenapa sih!!" Arcell yang menyadari itu Raga langsung memeluk erat tubuh Raga karna takut akan gemuruh hujan petir guntur saat ini,


"Lo?? lo siapa nya Arcell??" tanya Naya sedikit panik saat melihat kondisi Arcell,


"lo temen Arcell? tau kamar Arcell?ah anu maksudnya sekamar dengan Arcell??"


"beda kamar kita"


"Oh oke makasih" Raga mencari-cari kunci kamar di dalam tas Arcell, sedangkan Arcell masih di dalam pelukan Raga


"awas lo kebiasaan gak bisa diam!! giliran gini mau meningoy!" gerutu Raga seraya mencari kunci kamar Arcell,


setelah kertemu Raga langsung menggendong Arcell menujukamarnya di lantai 4 . Naya yang tak percaya dengan Raga mengikuti keduanya menuju kamar hotel Arcell,


"EHHH!!  TUNGGU!!" Raga menoleh kala hendak membuka kunci kamar


"lo siapanya Arcell??"


"Udah Nay gapapa , maaf ya repotin lo" Naya pun tak bisa berkata apa-apa lagi kala Arcell mengatakan seperti itu.


"yaudah, kalo ad apa-apa hubunin gue cell" ya keduanya sudah bertukar nomor tadi karna Naya memaksa ingin menyimpan nomor Arcell


Raga mendudukan Arcell di sofa tak mungkin langsung rebahan dengan keadaan yang basah seperti itu,


"Ganti baju sana!!" titah Raga


"Ga ada baju lagi"


"Ya Allah!! emang yah lu tuh gak pernah gede!"


"Ga plis deh jangan bacot dulu, gue susah nafas nih!!


Raga pun mau tak mau mengalah menghadapi perilaku abnormal Arcell andai bukan cewe dan bukan sahabat sudah dirinya buang ke laut pasang biar di makan paus. Raga dengan telaten merawat Arcell sudah biasa di repotkan oleh Arcell dirinya.


"Lain kali kalo mau kabur dari rumah! yng jauh jangan upload foto biar gak repot nyariin!!!" Raga menyiapkan teh hanya untuk Arcell seraya berceramah.


"Denger gak!!"


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...

__ADS_1


__ADS_2